Unit folk rock dan heavy metal asal Mongolia, The HU, telah membuat pengumuman penting. Pengumuman itu adalah tentang detail album kedua mereka yang diberi judul Rumble Of Thunder. Album kedua The HU ini akan dirilis pada 2 September 2022 mendatang via Better Noise.
Album Rumble Of Thunder ini adalah tindak lanjut dari album pertama mereka, The Gereg, yang dirilis pada 2019 lalu. Para rocker asal Mongolia yang menggabungkan instrumen tradisional dari negara asal mereka dengan hard rock AS modern ini sebelumnya merekam semua materi album The Gereg di tanah air mereka, Mongolia, dan mencerminkan kebanggaan mereka terhadap budayanya.
Bersama dengan pengumuman album baru ini, The HU juga merilis sebuah single berjudul Black Thunder. Dalam siaran persnya, The HU mengungkapkan bahwa Black Thunder adalah mahkota dalam album keduanya. Mereka pun turut melepas sebuah video musik sinematik yang dibagi menjadi dua bagian. Video musik Black Thunder itu menyampaikan visualisasi pada nilai-nilai inti kehidupan laki-laki.
Tercatat nama Dashdondog Bayarmagnai yang bertindak sebagai sutradara untuk video musik sinematik untuk single Black Thunder bagian pertama ini. Simak video musik terbaru dari The HU untuk single Black Thunder berikut ini.
Produser video musik Black Thunder, Dashka, memiliki lokasi yang unik di Mongolia untuk merekam video tersebut. Mereka semua bersenang-senang menunggangi kuda di padang rumput yang luas di wilayah pedesaan. The HU sendiri berharap bahwa kebanggaan mereka terhadap budayanya sendiri bisa diterima, karena The HU sendiri juga bertujuan untuk membawa kegembiraan dan bagian dari budaya mereka lewat video musik Black Thunder tersebut.
Untuk album terbarunya nanti, The HU menyebutkan akan menyertakan single Black Thunder, bersama dengan banyak lagu baru. Mereka pun tidak sabar menantikan para pendengar mendengarkan dan menikmati album ini, “Seperti kami menikmati merekamnya," ungkap mereka.
Rekaman album yang akan datang ini juga akan memuat single This Is Mongol yang dirilis pada Mei lalu. Single This Is Mongol sendiri telah mengumpulkan lebih dari satu juta streaming dalam waktu kurang dari dua bulan.
Album Rumble Of Thunder sendiri akan memuat 12 trek lagu baru The HU. Tracklist-nya antara lain:
- This Is Mongol
- YUT Hövende
- Triangle
- Teach Me
- Upright Destined Mongol
- Sell The World
- Black Thunder
- Mother Nature
- Bii Biyelgee
- Segee
- Shihi Hutu
- TATAR Warrior
Pada Mei lalu, The HU telah merilis single baru, This Is Mongol. Lagu ini adalah preview pertama yang dirilis dari album kedua The HU yang akan datang. Seperti telah disinggung di atas, album baru itu adalah tindak lanjut dari debut terkenal tahun 2019, The Gereg.
Lagu tersebut, yang menampilkan nyanyian tradisional "Hu! Hu! Hu!", disertai dengan video musik yang difilmkan oleh John Connor Hammond di Gurun Mojave di Nevada, Amerika Serikat. Video musik itu menampilkan para personel band berlomba dengan sepeda quad sebelum membawakan lagu tersebut di depan serangkaian monolit hitam misterius.
“Lingkungan ini mengingatkan kami pada Gurun Gobi di Mongolia. Kami menikmati syuting video, itu terjadi selama tur kami dan itu memberi kami sedikit istirahat untuk mengenang rumah. Lagu itu sangat cocok dengan lingkungan tempat kami membuat video musik," kata vokalis The HU, Gala.
“Membuat lagu ini sangat berarti bagi saya. Kami mengumumkan kedatangan kami melalui musik dan khususnya melalui lagu ini. Di masa-masa yang tidak pasti ini, saya harap kita membawa hal positif, pemberdayaan, dan kekuatan untuk berjuang demi hari yang lebih baik,” ungkap sang produser, Dasha.
Buat yang belum nonton, simak juga video musik This Is Mongol berikut ini.
Musim panas ini, The HU bermain di Amerika Utara dengan Megadeth, Five Finger Death Punch, dan Fire From The Gods. Mereka kemudian akan menggelar Black Thunder Tour mereka ke Inggris dan Eropa akhir tahun ini. Tur ini akan dimulai di Oslo, Norwegia pada 26 Oktober 2022, dan berakhir di Roundhouse London pada 9 Desember 2022 mendatang.
The HU adalah band folk rock dan heavy metal Mongolia yang dibentuk pada tahun 2016. Para personelnya memainkan alat musik instrumental tradisional Mongolia, seperti Morin khuur, Tovshuur, serta nyanyian tenggorokan khas Mongolia sebagai karakteristiknya. Band ini menyebut gaya musik mereka "hunnu rock". The HU terinspirasi oleh Hunnu, kerajaan Mongol/Turki kuno, yang dikenal sebagai Hünnü di Mongolia. Beberapa lirik band termasuk tangisan perang Mongolia kuno dan puisi.
Personel The HU antara lain Galbadrakh "Gala" Tsendbaatar yang memainkan morin khuur dan penyanyi tenggorokan; Nyamjantsan "Jaya" Galsanjamts yang memainkan tumur hhuur, tsuur, penyanyi tenggorokan; Enkhsaikhan "Enkush" Batjargal pemain morin khuur dan penyanyi tenggorokan; serta Temuulen "Temka" Naranbaatar pemain tovshuur dan backing vocal.
Album pertama mereka, The Gereg, dirilis pada September 2019 lalu dan mendapat sambutan luar biasa dari pendengar musik dunia. Bahkan mereka jadi sangat dihormati karena membawa tradisi Mongolia ke dunia internasional.
Image source: The Guardian
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 26/07/2022
1 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Muhamad Saifudin
27/07/2025 at 23:59 PM