Saat muncul dengan album perdananya di tahun 2002, nama The Datsuns cukup meroket bahkan dinilai sebagai salah satu inisiatif dalam menghidupkan kembali skena garage rock kala itu. Namun lambat laun, karakter musik yang keras membuat The Datsuns harus sering memutar otak dalam menghadirkan formula musik yang baik untuk tetap dapat merepresentasikan zaman. Hingga akhirnya di tahun 2021, band asal Selandia Baru ini baru saja merilis single setelah 7 tahun lama vakum dari industri musik.
Sebuah single yang dirilis oleh The Datsuns setelah 7 tahun lamanya hadir dengan judul Brain to Brain. Tidak tanggung-tanggung, The Datsuns pun juga merilis video klip dalam waktu yang sama saat perilisannya, yaitu pada akhir Februari lalu. Single Brain to Brain milik The Datsuns ini terdengar, menawarkan komposisi musik rock yang lebih ringan dan dinamis tanpa menghilangkan karakteristik kasar yang memang jadi identitas musik The Datsuns hingga saat ini. Untuk video klipnya sendiri, konsep yang disajikan cukup unik dan memiliki kesan sedikit psychedelic yang disutradarai oleh Marcus Swadel.
Rencananya, Brain to Brain dirilis sebagai sebuah single pengantar untuk menyambut rilisnya album ketujuh The Datsuns yang akan dirilis di tahun ini. Pengumuman tentang kabar dari album terbaru dari The Datsuns ini juga disebarkan saat band asal Selandia Baru tersebut memperkenalkan video klip Brain to Brain ke khalayak luas. Album ketujuh dari The Datsuns nantinya akan diberi nama Eye to Eye dan akan dirilis di akhir Mei mendatang. Rudolf de Borst atau yang biasa dipanggil Dolf mengungkapkan bahwa Brain to Brain merupakan lagu yang sudah ditulisnya untuk The Datsuns sejak tahun 2016 lalu. Pernyataan tersebut seakan menghadirkan pertanyaan kepada para penggemar, mengapa tahun 2016 The Datsuns tidak merilis single tersebut. Meskipun begitu, Dolf tidak menjelaskan alasan dibalik rilisnya lagu tersebut di tahun 2021. Dolf merupakan salah satu pendiri The Datsuns yang berperan sebagai pemain bass dan vokalis di dalam tubuh band asal Selandia Baru tersebut. Dolf pun menambahkan bahwa lagu Brain to Brain merupakan sebuah lagu yang ditulis untuk dapat kembali merepresentasikan musik The Datsuns saat pertama kali keluar di album perdana mereka di tahun 2002.
Brain to Brain ditulis oleh Dolf dengan menggabungkan aspek musik pop ke dalam karakteristik musik rock The Datsuns yang sarat akan distorsi dan high gain dengan durasi yang terbilang singkat. Dolf juga mengutarakan bahwa karakteristik musik tersebut tercipta dari eksplorasi permainan gitar Phil Somervell dan Christian Livingstone, dua gitaris di dalam tubuh The Datsuns yang tidak pernah berhenti bermain dengan efek gitar mereka. Meskipun terkesan sebagai langkah yang cukup terbalik di zaman modern ini, The Datsuns menganggapnya sebagai sebuah napak tilas untuk sedikit lepas dari digitalisasi dunia yang kompleks dan seakan mengganggu cara mereka berkomunikasi melalui lagunya. Selain itu, dalam perilisan Brain to Brain, The Datsuns juga sekaligus mengemas sebuah b-side berjudul Waking Up Slow. Namun track tersebut bukanlah bagian dari nomor yang akan mengisi album Eye to Eye nantinya.
Meskipun mengalami puncak popularitas di tahun 2002, sebenarnya perjalanan karier The Datsuns mulai menanjak sejak tahun 2000. Di tahun tersebut, The Datsuns pertama kali merilis single berjudul Super Gyration dalam format piringan hitam 7 inci yang dirilis melalui label rekaman independen milik mereka sendiri yaitu Hellsquad Records. Berkat single tersebut, The Datsuns mulai dilirik oleh penikmat musik rock di luar Selandia Baru dan berhasil mendapatkan tempat untuk ikut tur bersama The White Stripes dan satu tahun setelahnya secara intensif melakukan tur di Australia. Tur Australia yang terbilang cukup sukses bagi The Datsuns tersebut nyatanya membuat nama mereka bisa terdengar sampai ke Inggris. Melihat potensi musik yang besar di Inggris, akhirnya untuk sementara waktu The Datsuns memutuskan untuk pindah domisili ke negara tersebut.
Di tahun 2002, The Datsuns berkesempatan untuk tampil di sebuah radio show besutan John Peel untuk BBC Radio 1. Seusai acara tersebut, tanpa disangka The Datsuns pun langsung menjadi salah satu pusat perhatian dari media musik di Inggris Raya. Bahkan The Datsuns langsung mendapatkan tempat untuk sampul majalah NME yang semakin meningkatkan popularitas mereka. Memaksimalkan situasi tersebut, The Datsuns pun akhirnya memutuskan untuk bekerja sama dengan V2 Records untuk merilis album perdana mereka dan cukup mendapatkan posisi baik di tangga lagu dan chart album di berbagai negara, bahkan album pertama The Datsuns mendapatkan posisi nomor satu untuk chart di Selandia Baru. Tidak hanya itu, The Datsuns juga berhasil meraih beberapa penghargaan bergengsi di dunia musik, di antaranya adalah NME Awards untuk kategori Best Live Band, serta album terbaik untuk New Zealand Music Awards.
Satu tahun setelah rilisnya album perdana, The Datsuns pun mendapatkan kesempatan untuk berada satu panggung dengan salah satu legenda musik rock, yaitu Ozzy Osbourne untuk Ozzfest di tahun 2003. The Datsuns juga pernah menjadi band pembuka untuk tur Metallica di Australia pada tahun 2004. Kesempatan untuk dapat tampil di depan Metallica tersebut hadir berkat Lars Ulrich yang cukup mengapresiasi album perdana mereka dan meyakinkan salah satu band metal terbesar di dunia untuk mengundang The Datsuns sebagai aksi pembuka pada tahun tersebut.
Image courtesy of The Datsuns
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 31/03/2021
50 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
promotorrai promotorrai
03/02/2025 at 05:20 AM
ayurahani ayurahani
03/02/2025 at 05:26 AM
Suratmi Suratmi
03/02/2025 at 05:32 AM
Imam Muslim
03/02/2025 at 05:39 AM
nurhayat nurhayat
03/02/2025 at 05:39 AM
susiaatuti516 susiaatuti516
03/02/2025 at 05:39 AM
Zahra Zahra
03/02/2025 at 05:42 AM
fariznaufalalej fariznaufalalej
03/02/2025 at 05:52 AM
Zahra Zahra
03/02/2025 at 05:53 AM
susiaatuti516 susiaatuti516
03/02/2025 at 05:55 AM
landadaratu Wulandari
03/02/2025 at 06:23 AM
rajadongen rajadongen
03/02/2025 at 06:26 AM
agustrisandi2134 agustrisandi2134
03/02/2025 at 06:31 AM
dewanagung dewanagung
03/02/2025 at 06:55 AM
rajadongen rajadongen
03/02/2025 at 06:55 AM
dewanagung dewanagung
03/02/2025 at 07:58 AM
datukmarin datukmarin
03/02/2025 at 08:39 AM
datukmarin datukmarin
03/02/2025 at 08:59 AM
rismad rismad
03/02/2025 at 08:59 AM
dedek.marketing dedek.marketing
03/02/2025 at 09:20 AM
lalaulalau lalaulalau
03/02/2025 at 09:38 AM
dikagarinil dikagarinil
03/02/2025 at 09:55 AM
lalaulalau lalaulalau
03/02/2025 at 09:56 AM
pipin187 pipin187
03/02/2025 at 10:41 AM
dikagarinil dikagarinil
03/02/2025 at 10:42 AM
pipin187 pipin187
03/02/2025 at 10:53 AM
deliagempita deliagempita
03/02/2025 at 11:52 AM
myiphone507 myiphone507
03/02/2025 at 11:54 AM
myiphone507 myiphone507
03/02/2025 at 11:57 AM
deliagempita deliagempita
03/02/2025 at 12:01 PM
Syahdan
01/02/2026 at 06:05 AM
Aan Saputra
01/02/2026 at 06:07 AM
Lala
01/02/2026 at 06:07 AM
Mulyanto Mulyanto
01/02/2026 at 06:10 AM
Kezia
01/02/2026 at 06:15 AM
Ratni Ratni
01/02/2026 at 06:18 AM
Ayu
01/02/2026 at 06:18 AM
Nelly Wardani
01/02/2026 at 06:18 AM
Slamet
01/02/2026 at 06:55 AM
Salwa
01/02/2026 at 06:56 AM
Imam Wahyudi
01/02/2026 at 06:56 AM
Erza Apriliyanti
01/02/2026 at 06:56 AM
Rio
01/02/2026 at 07:02 AM
Upit Sarimana
01/02/2026 at 07:04 AM
Sella
01/02/2026 at 07:04 AM
Neni Sriani
01/02/2026 at 07:05 AM
Aidil
01/02/2026 at 07:13 AM
Adi
01/02/2026 at 07:14 AM
Dwi Septiani
01/02/2026 at 07:14 AM
Riona Alpeni
01/02/2026 at 07:14 AM