Hampir dua tahun lamanya tidak memperkenalkan karya baru, akhirnya The Beths mencoba untuk menawarkan nuansa berbeda lewat single A Real Thing. Menurut penuturan The Beths, lagu baru yang dirilis oleh band pop rock asal Selandia Baru ini menawarkan nuansa yang lebih kelam dari karya-karya mereka sebelumnya.
Meskipun menawarkan nuansa yang lebih kelam, tampaknya para fans tidak terlalu terkejut dengan apa yang ditawarkan oleh The Beths. Penggemar setia The Beths sebelumnya sudah merasa perubahan dari proses kreatif yang dilakukan oleh band asal Selandia Baru ini secara perlahan. Namun, hal tersebut tampaknya ingin langsung diungkapkan secara penuh oleh lagu A Real Thing dari The Beths ini.
Melalui single barunya, The Beths seakan melepas gaya permainan surf pop khas mereka dan menggantinya dengan riff gitar yang menyerupai musik metal. Untuk menghadirkan harmonisasi dari kegarangan musiknya, The Beths juga menulis lirik dengan pemilihan kata yang cenderung lantang. Berbicara mengenai lagu barunya, The Beths menjelaskan bahwa A Real Thing datang dari keinginan mereka untuk menggambarkan mimpi yang tidak menenangkan.
Salah satu hal yang menginspirasi The Beths dalam menulis lagu ini adalah masa kontestasi politik di tahun 2020 lalu. Menurut vokalis The Beths, Elizabeth Stokes masa tersebut membuat dirinya memiliki berbagai macam pikiran yang akhirnya dituangkan untuk menghasilkan lagu ini. Melalui lagu A Real Thing ini The Beths ingin mengungkapkan perasaan optimis yang mereka rasakan tentang masa depan Selandia Baru.
Namun optimisme tersebut sedikit terjanggal melihat kondisi sosial yang ada. Terkadang melihat banyak masyarakat Selandia Baru yang masih berusaha secara mandiri untuk menjaga kelestarian hidup dan alam di sekitarnya, membuat para anggota The Beths takut untuk bisa bermimpi dengan tenang. Oleh karena itu, lagu A Real Thing menjadi jembatan dari apa yang dirasakan oleh The Beths terhadap apa yang mereka lihat sehari-hari.
Gambaran dari perasaan para anggota The Beths tersebut juga dihadirkan melalui video klip yang cukup unik. Mengambil konsep home video layaknya sebuah dokumentar, The Beths ingin untuk menghadirkan kesan nyata dari apa yang mereka rasakan lewat lagu A Real Thing ini. Untuk dapat menghadirkan konsep tersebut, The Beths kembali bekerja sama dengan Annabell Kean dan Callum Devlin.
Kolaborasi antara The Beths dan juga kedua sosok kreatif di dalam video klip A Real Thing ini merupakan hasil dari hubungan baik yang terjaga sejak lama. Baik Annabell Kean dan juga Callum Devlin juga sempat ikut serta dalam proses penggarapan sebuah film konser dari The Beths bertajuk Auckland, New Zealand, 2020 yang rilis pada tahun 2021 lalu.
Single baru dari The Beths ini juga menjadi langkah pembuka era baru bermusik bagi band pop rock Selandia Baru tersebut. Rencananya, The Beths akan merilis album ketiganya dalam waktu dekat. Namun dalam waktu dekat, The Beths akan lebih dulu melanjutkan tur konser mereka di Amerika Serikat yang tersisa 15 jadwal lagu. Tur konser di Amerika Serikat tersebut merupakan proyek mereka yang tertunda dalam mempromosikan album kedua, Jump Rope Gazers di tahun 2020 akibat pandemi Covid-19.
Setelah dari Amerika Serikat, The Beths akan melanjutkan sisa konser selanjutnya di Australia, Inggris, dan juga Eropa dengan total 24 konser yang tersisa. Terkait album kedua mereka, Jump Rope Gazers, beberapa media musik internasional memiliki penilaian yang cukup berbeda. Namun, ada satu hal yang dianggap menarik dari ulasan tersebut.
Menurut berbagai media musik internasional, Jump Rope Gazers mencoba untuk menawarkan hal yang berbeda dari karya-karya The Beths sebelumnya. Perubahan tersebut dinilai jadi salah satu katalis untuk akhirnya The Beths memperkenalkan single A Real Thing di tahun 2022 ini.
Image courtesy of Dave Simpson
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 28/02/2022
1 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Muhamad Saifudin
22/11/2025 at 22:05 PM