Titik Awal
Pada awalnya adalah pertukaran kaset, Bathory, Heavy Sound dan Sunlight Studio. Keempat elemen tersebut memantik sebuah identitas sonik; Swedish death metal, sound yang lahir di tempat tak terduga dan akhirnya mendunia. Empat elemen utama tersebut datang di waktu yang tepat, setelah gerakan punk di Stockholm, Swedia membesar dan memberi lahan subur bagi lahirnya kancah extreme metal.
Band terbesar yang tumbuh di lahan tersebut adalah Bathory, grup black/thrash metal asal Stockholm rancangan ‘Quorthon’ atau Thomas Börje Forsberg. Bathory bisa disebut sebagai pionir kancah extreme metal Swedia. Bathory (1984), album perdana mereka yang berisi delapan nomor black/thrash dingin dan brutal, menjadi inspirasi metalheads muda Stockholm. Anak-anak muda itu adalah pelanggan tetap toko musik Heavy Sound, yang kerap menjajakan kaset demo, berbagai zine dan segudang album ekstrim dari belahan dunia lain.
Berawal dari lingkaran yang terbentuk dari pertukaran kaset dan perpecahan grup death/thrash Morbid, embrio Swedish death metal bernama Nihilist lahir. Nicke Andersson (drum), Ulf “Uffe” Cederlund (gitar), Alex Hellid (gitar), Johnny Hedlund (bass) dan L.G. Petrov (vokal) berperan besar dalam mendefinisikan identitas Swedish death metal melalui demo Only Shreds Remain (1989) yang direkam di Sunlight Studio dan diproduseri oleh Tomas Skogsberg. Ciri Swedish death metal yang menggunakan sound gitar super tebal, dan mengutamakan midrange pertama kali direkam dalam demo tersebut.
“Gitaris kami, Leffe, yang pertama kali menghasilkan sound tersebut saat menggunakan pedal Boss HM-2. Dia menggunakan setelan midrange penuh, karena dia baru saja membelinya dan ingin mencobanya sekeras mungkin,” ujar Nicke Andersson, dalam buku karya pemimpin redaksi Decibel Magazine, Albert Mudrian, Choosing Death: The Improbable History of Death Metal & Grindcore. Dalam demo Nihilist selanjutnya, Leffe berganti ke Boss Distortion Pedal DS1.
Tak hanya kuartet Nihilist, para metalheads muda lainnya pun bergerilya membentuk band, seperti Tiamat (terpengaruh Venom), Dismember (terpengaruh Death, Slayer, Autopsy), Carnage (terpengaruh Carcass, Napalm Death), Grotesque (terpengaruh thrash metal Jerman, Sodom dan Kreator) dan Grave (terpengaruh Morbid Angel, Repulsion). Walaupun berbeda pengaruh dan musikalitas, namun mereka disatukan sound gitar Swedish death metal yang khas serta dedikasi terhadap kancah kota masing-masing.
“Harus diingat bahwa kancah death metal awal hanya dibangun dari kecintaan terhadap musik itu. Tidak ada yang mengira bahwa kami akan merilis album, dan sangat sulit untuk bagi kami untuk mendapatkan panggung,” papar gitaris Grotesque, Kristian “Nekrolord” Wåhlin dalam buku Swedish Death Metal (2008) karya Daniel Ekeroth. Di pertengahan 80’an ini, belum ada album bergaya Swedish death metal yang dirilis.
Merciless adalah band yang pertama merilis album death/thrash bertajuk The Awakening (1990). Dicetak sebanyak 1.000 kopi dan dirilis lewat Deathlike Silence Productions milik Euronymous (Mayhem). The Awakening masih memiliki nuansa death/thrash yang kental, belum terdengar seperti Swedish death metal, walau materinya sangat agresif dan struktur lagu-lagunya menyerupai death metal. Pasca The Awakening dirilis, para band yang sudah menyuling Swedish death metal murni pun bersiap merekam album debut mereka.
Bersambung ke bagian dua..
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 04/02/2017
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :