Tye Trujillo, anak dari bassist Metallica Robert Trujillo, terlihat manggung bareng Suicidal Tendencies lagi. Tye Trujillo tampak sepanggung dengan Suicidal Tendencies di Amplified Live, Dallas, Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Kenyataan ini menjelaskan peribahasa buah tak bakal jatuh jauh dari pohonnya dengan sejelas-jelasnya.
Tye Trujillo kembali ditunjuk oleh Suicidal Tendencies untuk mengisi bagian bass band itu karena bassist mereka, Roberto 'Ra' Diaz, kini sedang sibuk manggung bareng Korn. Tye Trujillo juga memamerkan aksi memukaunya dengan bangga di depan ribuan pasang mata penonton Dallas lewat akun Instagram-nya.
"Dallas was dope last weekend!," tulisnya singkat dalam unggahannya di Instagram sambil memainkan aksi solo bass yang berisi slap and chop yag funky seperti aksi ayahnya di tengah-tengah lagu.
Meski begitu, penampilan Tye Trujillo bareng Suicidal Tendencies ini bukan yang pertama kalinya. Dua tahun sebelumnya, saat masih berusia 15 tahun, ia juga sempat membantu Suicidal Tendencies memainkan bass di beberapa panggung untuk alasan yang sama.
Seperti déjá vu, aksi Tye Trujillo mendapat sambutan histeris dan antusias yang meriah dari penonton. Bahkan, aksi panggung cowok yang kini berusia 17 tahun itu sukses membuat para personel Suicidal Tendencies lain terpukau dengan penampilannya memainkan line bass dengan baik.
Buat yang belum tahu, ayahnya Tye Trujillo, Robert Trujillo, juga pernah tergabung sebagai bassist di Suicidal Tendencies dari tahun 1989 sampai pertengahan tahun 1990-an. Bahkan pada saat Tye Trujillo masih berusia 12 tahun, ia sudah membantu Korn untuk jadi pemain bass saat melakukan tur di Amerika Selatan tahun 2017. Saat itu, pemain bass di Korn masih diisi oleh Reginald 'Fieldy' Arvizu yang sedang hiatus lama, sebelum digantikan oleh Roberto 'Ra' Diaz dari Suicidal Tendencies.
Kini, Tye Trujillo sudah tumbuh menjadi sosok dewasa muda. Baik secara umur maupun permainan bassnya. Di usianya yang masih sangat belia, Tye Trujillo bahkan bisa menyamai pencapaian ayahnya, Robert Trujillo. Mungkin kelak bisa melebihinya.
Suicidal Tendencies adalah band thrash crossover yang dibentuk pada 1980 di Venice, California, Amerika Serikat. Band ini dibentuk oleh vokalis Mike Muir, yang merupakan satu-satunya anggota asli band yang tersisa. Seiring dengan D.R.I., Corrosion of Conformity, dan Stormtroopers of Death, mereka sering dianggap sebagai salah satu "bapak crossover thrash".
Lineup mereka saat ini terdiri dari Mike Muir, gitaris Dean Pleasants dan Ben Weinman, bassis Ra Díaz, dan drummer Dave Lombardo. Unit yang terkenal ini telah berkontribusi pada studio band atau aktivitas live termasuk gitaris Rocky George dan Mike Clark, bassis Louiche Mayorga, Robert Trujillo, Josh Paul dan Stephen "Thundercat" Bruner, dan drummer Amery Smith, Jimmy DeGrasso, Brooks Wackerman, David Hidalgo Jr., Thomas Prigen, dan musisi sesi Josh Freese.
Sejauh ini, Suicidal Tendencies telah merilis setidaknya 13 album studio. Empat di antaranya terdiri dari materi yang direkam ulang atau dirilis sebelumnya, dua EP, empat album split, empat album kompilasi, dan dua video berdurasi panjang. Band ini mencapai kesuksesan pertama mereka dengan album debut self-titled 1983. Mereka menelurkan single Institutionalized, yang merupakan salah satu video punk hardcore pertama yang menerima pemutaran substansial di MTV.
Setelah merilis satu lagu baru pada rilis terpisah Welcome to Venice (1985) dan album studio kedua mereka Join the Army (1987), Suicidal Tendencies menandatangani kontrak dengan Epic Records pada tahun 1988 dan melanjutkan kesuksesan komersial mereka dengan tiga album berikutnya, How Will I Laugh Tomorrow When I Can't Even Smile Today (1988), Controlled by Hatred/Feel Like Shit...Déjà Vu (1989) dan Lights...Camera...Revolution! (1990). Dua album yang terakhir telah disertifikasi Emas oleh RIAA.
Album tindak lanjut mereka, The Art of Rebellion, yang rilis tahun 1992 mendapatkan sukses lain. Termasuk tiga hits terbesar mereka Asleep at the Wheel, Nobody Hears, dan I'll Hate You Better.
Setelah merilis dua album studio lagi, Still Cyco After All This Years (1993) dan Suicidal for Life (1994), band ini bubar dan memutuskan hubungan dari Sony dan Epic pada 1995. Namun, mereka bersatu kembali setahun kemudian dan terus tampil dan merekam sejak saat itu.
Setelah lebih dari satu dekade bekerja dan banyak perubahan lineup, Suicidal Tendencies merilis album studio kesebelas mereka dengan materi baru, 13, pada 2013. Kemunculan materi baru itu diikuti tiga tahun kemudian oleh World Gone Mad (2016). Kedua album tersebut dirilis diterima dengan baik oleh para kritikus, dan dianggap sebagai comebacks untuk Suicidal Tendencies.
Rilisan terbaru mereka adalah EP Get Your Fight On! dan sebuah album yang menampilkan materi yang belum pernah dirilis dan direkam ulang Still Cyco Punk After All This Years. Keduanya dirilis pada tahun 2018 lalu. Saat ini, Suicidal Tendencies sedang mengerjakan materi baru untuk tindak lanjut World Gone Mad.
Image source: https://www.instagram.com/tyetru/
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 06/01/2022
12 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Smard man
11/01/2025 at 09:39 AM
Naz rul
16/01/2025 at 14:11 PM
SUSILO UTOMO
09/02/2025 at 11:45 AM
GRACE JELIA PUTRI TADETE
12/03/2025 at 06:07 AM
AyuRL Ningtyas
22/04/2025 at 18:39 PM
Yohanes Hariono
12/05/2025 at 08:36 AM
INTAN FINDIA ANGGRAINI
14/05/2025 at 08:26 AM
INTAN FINDIA ANGGRAINI
14/05/2025 at 08:26 AM
SAWI TRI
16/05/2025 at 12:26 PM
ALFAN EDY KURNIAWAN
10/06/2025 at 16:35 PM
Ald /
11/11/2025 at 10:58 AM
Agil Rahmat
28/01/2026 at 16:48 PM