Unit punk rock asal Jakarta, Speak Up, telah merilis single terbaru berjudul Suara Bumi. Single ini dilepas dalam rangka memperingati dan merayakan Hari Bumi yang hadir setiap tanggal 22 April setiap tahun. Meski kali ini grup band Speak Up hanya memiliki tiga personel, tetapi hal itu bukan penghambat bagi grup band yang sudah berumur lebih dari dua dekade ini untuk terus berkarya.
Single Suara Bumi pun menjadi pembuktian Speak Up melanjutkan jalan bermusiknya. Single Suara Bumi juga menjadi karya pertama grup band Speak Up dengan formasi terbarunya, yaitu Ali Nugraha sebagai vokalis dan gitaris, Farhan Ramadhan sebagai bassis, dan Ronald Budiarto sebagai drummer.
Bukan hanya itu, karya ini juga dilengkapi oleh Bataraja Harahap sebagai additional guitar serta sentuhan Ismar sebagai music director, dan mixing mastering engineer oleh Tommy Hand.
Melalui single Suara Bumi, Speak Up ingin memberikan pesan agar kita ingat tentang pentingnya menjaga alam yang sedang ditempati. Sebab ada banyaknya keindahan di Bumi ini yang bisa kita nikmati.
Sambil terus konsisten mengobarkan gairah musiknya, karya terbaru ini menjadi lebih segar didengar. Apalagi makna di balik lagu ini memang untuk memperingati Hari Bumi agar kita senantiasa bersyukur dan lebih bersyukur dengan apa yang bisa kita nikmati dan harus merawat agar bisa lestari hingga generasi selanjutnya.
Speak Up sudah terbentuk sejak 1997 di Jakarta. Adalah Adisyah (vocal), Ali Nugraha (guitar), Farhan Ramadhan (bass), dan Arief (Drum), sebagai penggagas awalnya Speak Up berdiri. Speak Up berkisah tentang awal mula mereka berdiri. Diwakili oleh Ali yang kini menjadi vokal sekaligus gitar, ia mengisahkan bahwa di awal terbentuk band ini belum bernama Speak Up.
Vokalis Speak Up, Ali Nugraha mengatakan, "Awalnya dulu bukan Speak Up, pertama kali bikin dengan teman-teman satu SMP. Awalnya buat band itu gue jadi drummer, kemudian satu-satu personil keluar dan namanya berubah menjadi Speak Up. Awalnya gue masuk sebagai gitar, vokalis kita terus keluar akhirnya gue mengisi vokal dan gitar.”
Speak Up menganggap musik sebagai media untuk menyuarakan isi hati dari musisi yang ingin membagikan apa yang mereka rasakan kepada khalayak. Itulah tekad yang diusung para personel Speak Up sehingga mereka mengusung genre punk rock ini. Setelah sempat mengalami pasang surut dan sederet konflik, Speak Up tetap berdiri tegak, dengan bendera punk rock. Unit punk rock ini pun membuktikan bahwa dengan musik punk rock yang dibawakannya dapat memberikan nuansa baru dan segar bagi para pecinta musik indie di Indonesia. Keberhasilan album pertama mereka, Believe Us, Trust Us pada tahun 1999 menjadi buktinya.
Ali menyebut album pertama ini menjadi kesempatan dan batu loncatan untuk memperkenalkan Sepak Up lebih luas. Menurut Ali, karena di awal terbentuknya Speak Up belum terdapat kemudahan informasi melalui media sosial seperti masa kiwari. Sehingga Ali dan para personil Speak Up mempromosikan band mereka melalui obrolan dari satu tongkrongan ke tongkrongan lain.
Kesuksesan itu disusul dengan dirilisnya album kedua, Story of Our Life (2007). Album ini berisi 12 lagu, di antaranya Interlude, The Greatness of Nature, 10.000 Miles, Semangat Ini, Dilema Kehidupan, Ilia (Part II), Sunset Slaves, Hopes And Purity, Story Of My Life, Somewhere Between Heaven And Hell, You, dan Jangan Pernah.
Lagu Jangan Pernah disebut-sebut sebagai karya Speak Up yang menjadi batu loncatan bagi mereka karena mereka jadi kebanjiran tawaran manggung di gigs-gigs di Jakarta.
Speak Up sempat mengalami masa 'hibernasi' dari sirkuit permusikan indie Indonesia. Lantas pada Maret 2016, Speak Up merilis album ketiga mereka bertajuk Lini Waktu. Beberapa single dari album ketiga ini antara lain Politik Hampa Etika, Ilia (part lll), Indonesia Damai, hingga Puisi Bumi. Peluncuran album ketiga ini terbilang molor sekitar satu tahun karena kesibukan dari masing-masing personelnya. Ali Nugraha mengatakan peluncuran ini sebagai bentuk penghormatan kami bagi fans yang sudah menunggu lama album ini.
Pada Maret lalu, Ali Nugraha kembali menelurkan karya dalam proyek solonya. Setelah melepas single Kejar Mimpi dan dua rearrange Puisi Bumi dan 10.000 Miles, frontman Speak Up tersebut membuat sebuah karya yang dipersembahkan khusus untuk mendiang sang ayah. Sebuah lagu berjudul, Menikam Kata.
Single Menikam Kata mengandung makna mendalam tentang seorang anak yang harus kehilangan orang yang paling berharga dalam hidupnya dan amat dicintainya. Lagu ini ditulis secara emosional saat masa isolasi mandiri di tengah pandemi yang penuh haru dan gundah gulana. Ali Nugraha menuangkan kisah dirinya menemani detik-detik perjuangan akhir hingga tanah menutupi dan menjadi bagian tubuh sang ayah tercinta.
Secara khusus Ali Nugraha mengumpulkan beberapa video dan foto dari teman-teman yang bersedia mengirimkan kenangan terhadap orang-orang yang dicintai dan telah pergi mendahului dalam berbagai format yang kemudian disatukan dalam video musiknya kali ini.
Image source: Hai
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 08/05/2022
2 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Ericka Adelia
02/03/2025 at 22:13 PM
Muhamad Saifudin
07/10/2025 at 21:35 PM