Duo eksperimental Indonesia, Senyawa, telah mengumumkan tur yang akan datang di Inggris dan Irlandia. Band ini membagikan berita tentang tur Inggris dan Irlandia 2022 mereka yang akan datang di halaman Instagram mereka pada 3 Maret 2022. Mereka pun merinci pertunjukan yang akan berlangsung pada paruh kedua bulan April mendatang.
Tur ini akan dimulai dengan dua tanggal di Cafe Oto di London, Inggris pada tanggal 14-15 April, diikuti dengan penampilan di The Workman's Cellar di Dublin, Irlandia pada bulan April mendatang. Tanggal lain dalam tur terdiri dari beberapa kota di Inggris seperti Newcastle, Glasgow, Colchester, Manchester, dan Bristol. Namun, rincian lain seperti tiket belum diumumkan. Tur duo eksperimental Inggris dan Irlandia ini akan mengikuti penampilan Senyawa di festival Joyland mendatang di Bali, Indonesia antara 25 dan 27 Maret 2022.
Senyawa baru-baru ini telah menerima nominasi di BandLAB NME Awards 2022 untuk band Asia Terbaik, yang akhirnya jatuh ke tangan Ben&Ben.
Pada bulan Desember 2021 lalu, album Senyawa, Alkisah, menduduki posisi ke-10 dalam daftar 25 album Asia terbaik versi NME tahun 2021. Penulis NME, Ng Su Ann, menggambarkan album Alkisah ini sebagai "soundscape mimpi buruk yang diselingi oleh string yang dahsyat, denting perkusi, dan gelombang distorsi yang menggelegak."
Album Alkisah, yang diluncurkan pada Februari 2021, juga dirilis oleh 36 label rekaman independen di seluruh dunia dan menerima setidaknya dua album remix.
Sementara bulan November 2021 lalu, duo ini meluncurkan aplikasi streaming baru mereka, Senyawa Mandiri, yang dibuat sendiri dengan menampilkan lagu-lagu dari album terbaru mereka Membaladakan Keselamatan (Ballads For The Survivors).
Senyawa adalah grup musik eksperimental asal Yogyakarta yang terdiri atas Rully Shabara dan Wukir Suryadi. Senyawa dikenal dengan aransemen musik eksperimental yang diwarnai oleh berbagai ragam motif musik tradisional Indonesia.
Grup musik Senyawa berawal dari pertemuan antara Rully Shabara dan Wukir Suryadi pada tahun 2010. Sebelumnya, Rully memiliki proyek musik awal rintisannya yaitu Zoo, yang didirikan pada tahun 2005, sedangkan Wukir merupakan pencipta instrumen musik bambu, Bambuwukir. Pada tahun 2010, Rully dan Wukir bertemu untuk kolaborasi dalam Wok the Rock. Pertemuan ini menjadi tonggak berdirinya grup musik Senyawa. Pada tahun 2011, Senyawa diundang untuk tampil di Melbourne Jazz Festival 2011. Pada tahun 2012, sutradara film dokumenter Prancis Vincent Moon membuat film pendek bertajuk Calling the New Gods yang menceritakan latar belakang Senyawa.
Band ini memadukan pengaruh dari tradisi musik dan cerita rakyat dari kepulauan Indonesia dengan musik eksperimental. Suara neo-tribal band ini digambarkan sebagai campuran "sikap punk" dengan "estetika avant-garde". Menurut para kritikus, Senyawa telah "berhasil mewujudkan cita rasa aural musik Jawa sambil mengeksplorasi kerangka praktik musik eksperimental, mendobrak batas-batas kedua tradisi" untuk menciptakan suara yang "benar-benar keluar dari dunia ini".
Shabara memberikan teknik vokal yang diperluas ke Senyawa. Lirik band ini dalam berbagai bahasa Indonesia, termasuk Sulawesi, Jawa, dan Indonesia. Musik Senyawa dibawakan oleh alat musik buatan Suryadi yang terbuat dari bambu dan alat pertanian tradisional dari pedesaan Indonesia.
Senyawa telah tampil secara luas di Asia, Australia, dan Eropa. Mereka telah berkolaborasi dengan musisi terkenal dunia seperti Stephen O'Malley, Lucas Abela, Yasuke Akai, Jon Sass, Damo Suzuki, Jerome Cooper, Keiji Haino, Melt Banana, Tatsuya Yoshida, Charles Cohen, David Shea, dan Kazuhisa Uchihashi.
Pada tahun 2021, band ini berkolaborasi dengan 44 label independen dari seluruh dunia untuk merilis album mereka Alkisah. Label dilengkapi dengan trek digital dan diizinkan untuk memilih karya seni mereka sendiri serta master dan memberikan remix untuk menarik selera lokal.
Senyawa dikenal dengan aransemen musik eksperimental yang diwarnai dengan motif musik tradisional Indonesia. Ragam alunan musik eksperimental Senyawa merupakan percampuran dari musik Jawa dan punk, avant-garde, folk, hingga metal eksperimental. Bunyi musik Senyawa diwarnai pula oleh teknik vokal neo tribal yang digunakan, instrumentasi bambu oleh Wukir, juga distorsi gitar. Instrumentasi yang digunakan dalam musik Senyawa dihasilkan oleh alat musik buatan Wukir yang terbuat dari bambu dan peralatan pertanian dari pedesaan Indonesia.
Untuk album studio, Senyawa telah mencetak setidaknya sembilan album yaitu Senyawa (2011), Senyawa with Kazuhisa Uchihashi (2012), Acaraki (2014), Unheard Indonesia Vol. 5: Senyawa with Arrington de Dionyso (2014), Menjadi (2015), Brønshøj (Puncak) (2016), Sujud (2018), Bima Sakti (2020), dan Alkisah (2021).
Image source: NME
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 24/03/2022
14 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Desy Osmon
11/02/2025 at 00:04 AM
Desy Osmon
11/02/2025 at 00:08 AM
Lukman Hakim
04/03/2025 at 15:47 PM
adji Noor
05/03/2025 at 08:28 AM
RAHAYU YAYUK
13/03/2025 at 16:03 PM
Agus Sungkawa
20/03/2025 at 08:04 AM
Yanti A
21/03/2025 at 18:13 PM
Imam Ciptarjo
07/07/2025 at 11:24 AM
Andriyan Yan
10/07/2025 at 20:36 PM
uca aa
21/09/2025 at 20:29 PM
Muhamad Saifudin
07/11/2025 at 19:50 PM
Cands
15/12/2025 at 18:14 PM
Muhammad Fickri
30/12/2025 at 21:32 PM
Muhammad Rafli Maulana
14/02/2026 at 14:24 PM