Superfriends, banyak di antara kalian yang sudah tak asing lagi dengan beberapa nama seperti Rich Brian, NIKI, Warren Hue, hingga Stephanie Poetri. Mereka adalah empat nama yang lahir dan besar di Indonesia dan kini bernaung di bawah label musik Amerika Serikat, 88rising, yang turut membuat nama mereka lebih besar lagi.
Empat nama musisi tadi adalah beberapa contoh musisi asal Indonesia yang berhasil melebarkan sayapnya hingga panggung internasional. Kesuksesan mereka tak lepas dari manajemen yang menaungi mereka, 88rising.
Di balik kesuksesannya, manajemen 88rising berhasil menelurkan talenta-talenta berbakat ke kancah musik dunia. Di balik itu, ada nama Sean Miyashiro. Namun, siapa Sean Miyashiro ini?
Sean Miyashiro merupakan lelaki keturunan Jepang-Korea yang sangat mencintai musik. Berawal dari kecintaannya pada musik saat masih duduk di bangku SMA, Sean Miyashiro jadi lebih senang mengkurasi dan kemudian mengenalkan berbagai jenis musik ke orang-orang yang belum pernah mendengarkan musik tersebut.
Sean Miyashiro memang belum pernah menjalankan label rekaman—atau bekerja untuk label rekaman—sebelum 88rising. Namun, ini telah menjadi sesuatu yang dia impikan. Sean Miyashiro sendiri dibesarkan di lingkungan Blossom Hill Road di selatan Kota San Jose, Callifornia. Ibunya adalah ibu rumah tangga dan ayah insinyur pecinta jazz yang sebelumnya adalah DJ musik di stasiun radio UC Berkeley ketika dia bersekolah di sana.
“Dia akan selalu membawa saya ke toko kaset, dan dia memiliki koleksi vinyl yang gila. Saya hanya akan duduk di sana dan memainkan semuanya mulai dari Miles Davis, Sade, hingga Pat Metheny, hingga … the Beach Boys. Dia adalah bagian besar dari perjalanan musik saya,” ungkap Sean Miyashiro.
Daerah Blossom Hill Road sendiri sangat beragam, katanya. Ia pun mengenal anak-anak dari berbagai kebangsaan dan etnis. Selain mendengarkan musik, mereka akan bermain hoki jalanan, sepak bola, baseball, dan permainan lainnya di lingkungan mereka. Namun, kegemaran dirinya pada musik di kemudian hari menjadi pondasi yang menguatkan berdirinya label musik 88rising.
Pondasi tadi, mulai dari memperderngarkan musik yang belum diketahui banyak orang hingga kecintaannya pada musik, membantu nama label 88rising ini berdiri pada tahun 2015. Kala itu, Sean Miyashiro mencari musisi berbakat yang kebanyakan berasal dari negara-negara Asia untuk dipertemukan dengan para pendengar di Amerika, khususnya di Amerika Serikat.
Pada tahun 2015, Sean Miyashiro mendirikan 88rising. Bersama beberapa temannya, Sean Miyashiro mengerjakan segala sesuatunya sendiri ketika membangun label tersebut. Ia bahkan turun tangan langsung dalam mencari talenta baru yang menurutnya berpotensi menjadi bintang besar. Usahanya pun membuahkan hasil. Kini musisi di bawah naungan 88rising menjadi salah satu yang diperhitungkan di kancah musik internasional.
Sebelum menjadi 88rising, label itu dikenal sebagai CXSHXNLY—yang diucapkan "cash only". Label ini adalah perusahaan musik Amerika Serikat yang didirikan oleh Sean Miyashiro, dan ia gambarkan sebagai "manajemen hibrida, label rekaman, produksi video, dan perusahaan pemasaran". Berkat kerja kerasnya mendirikan label musik itu, Sean Miyashiro menyatakan bahwa 88rising adalah "The Disney of Asian hip-hop".
Yang mengesankan dari kesuksesan Sean Miyashiro dengan 88rising adalah tentang betapa cepatnya ia mencapai hal itu. Dia mendirikan perusahaan musik dan media pada tahun 2015. Sejak itu, telah mengangkat suara artis Asia dan Asia-Amerika dengan cara yang tidak terlihat di luar industri K-Pop. Akan tetapi, 88rising tidak membatasi diri pada satu kelompok etnis dan banyak senimannya diperlakukan seperti mitra kolaboratif daripada klien.
88rising sendiri tidak memiliki artis raksasa seperti BTS, tetapi termasuk pemain yang berkembang dan beragam dengan kisah sukses seperti Joji, Rich Brian, NIKI, dan banyak lagi.
Lebih jauh, 88rising bersama segenap artisnya pun mulai mendapat tempat. Hingga sejumlah artisnya pun berkesempatan berkolaborasi dengan Marvel untuk mengisi soundtrack film Shang-Chi.
Mengenai kesempatan itu, sang CEO label musik 88rising mengatakan bahwa semua ini dimulai ketika sutradara Destin Daniel Crettn hadir dalam sebuah pertunjukan 88rising di Los Angeles. Kala itu, Februari 2019, grup hiphop asal China, Higher Brother menjadi headline-nya. Meskipun malam itu Cretten atau Marvel tahu bahwa 88rising akan memimpin album soundtrack film dan Miyashiro akan menjadi produser eksekutif dan mengkurasinya, Sean Miyashiro tahu bahwa pekerjaan itu akan menjadi miliknya.
Pada akhirnya, dia bahkan tidak perlu menawarkan labelnya untuk mengerjakan soundtrack film tersebut. Sean Miyashiro mengatakan bahwa sang sutradara menghubunginya dan mengatakan orang-orang ingin mengerti bahwa anak muda Asia juga melakukan hal yang sama, sebagaimana anak-anak muda lainnya di Amerika. Mencari sensasi, jatuh cinta, dan menari dengan musik yang sama.
Kini, Sean Miyashiro juga turut menginisiasi gelaran Head In The Clouds Jakarta pada 3-4 Desember 2022 mendatang di Community Park PIK 2, Jakarta. Superfriends, jangan lupa untuk saksikan langsung kemeriahan sejumlah headline seperti Joji, Rich Brian, NIKI, Warren Hue, Stephanie Poetri, dan banyak lagi.
Image source: NME
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 14/10/2022
3 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Muhamad Saifudin
13/05/2025 at 18:51 PM
Yohanes Hariono
23/05/2025 at 08:40 AM
Yogi Putra Pratama
12/09/2025 at 15:09 PM