Serj Tankian sedang asik-asiknya berkarya di luar System Of A Down. Pada 2021, musisi berusia 53 tahun tersebut cukup sering memperkenalkan proyek musik solonya. Serj bahkan akhirnya melepas album solo terbarunya baru-baru ini.
Paling baru Serj Tankian membagikan teaser atau bocoran lagu barunya berjudul Cyber Criminal. Lagu ini masuk sebagai album solo terbaru Serj yang dirilis pada 6 Agustus lalu dengan tajuk Cinematique.
Cinematique dibagi menjadi dua bagian, dengan Cyber Criminal muncul di bagian musik kontemporer yang diberi judul Violent Violins. Sementara bagian proyek yang terinspirasi dari musik-musik klasik diberi tajuk Illuminate oleh Serj Tankian.
Sebelum dirilis, lagu Cyber Criminal dibagikan di media sosial Serj melalui klip pendek yang menampilkan biola putih berlumuran darah dengan judul: "Track Cyber Criminal from Cinematique Series Violent Violins coming soon."
Violent Violins sendiri menyusul proyek Cool Gardens Poetry Suite milik Serj Tankian yaitu sebuah kumpulan "lanskap musik yang intim" dan puisi, yang dirilis awal bulan Juli lalu.
Berbicara tentang koleksinya, sang vokalis SOAD itu mengatakan, "Cool Gardens Poetry Suite menjiwai buku ke tempat kata-kata keluar dari halaman dan menari ke dalam saluran pendengaran pendengar yang dipermanis oleh lanskap musik yang intim."
Awal tahun ini Tankian merilis sebuah EP berisikan lima lagu yang diberi tajuk Elasticity. EP ini menandai materi solo pertama sang vokalis sejak Orca Symphony No. 1 pada 2013 lalu. Elasticity dirilis oleh Serj pada 19 Maret 2021.
Dia mengumumkan perilisan EP-nya, dan merilis lagu utama "Elasticity", bersama dengan video musiknya, pada tanggal 5 Februari 2021. Dalam pengumumannya, Tankian menyatakan.
"Ketika saya membayangkan mungkin melakukan rekaman lain dengan teman-teman dari System of a Down beberapa tahun yang lalu, saya mulai mengerjakan satu set lagu yang saya aransemen dalam format rock untuk tujuan itu, Karena kami tidak dapat melihat visi ke depan dengan album SOAD, Saya memutuskan untuk merilis lagu-lagu ini di bawah moniker saya," ujar Serj.
Berbicara dengan Kerrang! seputar rilis Elasticity, Serj memberi tahu kami bagaimana membuat musik dengan berbagai gaya bekerja untuknya, dan bagaimana itu tidak terlalu kreatif, hanya suasana hati yang berbeda.
“Setiap genre memiliki potensinya masing-masing: rock adalah musik revolusi, rock adalah musik protes dan perubahan. Musik klasik memiliki kehalusan dari begitu banyak emosi yang dapat menyentuh sifat pemberontak rock di satu titik, kemudian menjadi sangat rentan dan indah dengan cara lain yang tidak bisa disentuh oleh rock. Jazz memiliki begitu banyak implikasi dan kemampuan, dari getaran seksi hingga elemen progresif yang gila,” katanya.
“Genre musik seperti jenis makanan yang berbeda; Anda tidak bisa hanya makan pizza sepanjang hari.”
Serj Tankian juga mengakui bahwa lagu-lagu yang direkam untuk Elasticity ini merupakan kumpulan lagu yang sempat dirinya tulis untuk keperluan System Of A Down. Kumpulan materi lagu yang telah disiapkan untuk keperluan System Of A Down ini sayangnya harus terbengkalai akibat adanya perbedaan pandangan di antara Serj Tankian dan personel System Of A Down lainnya.
Akhirnya, agar tidak menjadi sebuah upaya yang mubazir, Serj Tankian memilih untuk merilis lagu-lagu rock yang telah ditulisnya untuk proyek solonya sendiri.
Agar menghadirkan nuansa yang berbeda dari karya System Of A Down, Serj Tankian mencoba untuk mengubah sudut pandang dari lagu-lagu yang ditulisnya untuk terdengar dan terasa lebih personal sehingga dapat merepresentasikan dirinya sendiri melalui Elasticity. Di dalam lagu-lagu untuk EP Elasticity, Serj Tankian bahkan berhasil menulis lagu yang menceritakan tentang anak laki-lakinya namun dibalut dengan nuansa yang identik dengan lagu-lagu System Of A Down.
Elasticity juga menggambarkan bagaimana Serj Tankian harus bisa menghadirkan aspek elastis atau fleksibel terkait lagu-lagu yang digunakan untuk EP solonya tersebut. Serj Tankian juga menyatakan bahwa pada akhirnya lagu-lagu di dalam Elasticity ini juga tidak memiliki sebuah fokus utama. Serj Tankian memasukkan segala hal yang ingin dirinya utarakan, baik tentang kehidupan personal bahkan pandangan politiknya melalui mini album terbarunya ini.
Adapun, kiprah Serj Tankian bersama System Of A Down kembali hidup setelah mereka merilis dua lagu baru pada pengujung tahun 2020. Dua lagu tersebut dilepas pada 6 November lalu dengan judul Genocidal Humanoidz dan Protect the Land.
Semakin terasa spesial karena ini merupakan karya paling mutakhir dari System of a Down setelah terakhir merilis karya baru pada 2005. Saat itu, System of a Down merilis album studio kelima mereka dengan tajuk Hypnotize.
Dua lagu ini juga sekaligus menjadi pertama kalinya bagi System of a Down untuk merilis single baru setelah lagu Lonely Day pada 2006 silam. Tak pelak karya-karya ini pun menjadi pelepas dahaga bagi para penggemar System of a Down.
Baca juga: System of a Down Comeback denan Rilis 2 Single Baru
Protect the Land dan Genocidal Humanoidz fokus pada tema tentang peperangan dan kekerasan yang masih sering terjadi di dunia. Protect the Land ditulis oleh gitaris System of a Down, Daron Malakian, pada 2018. Lagu ini merupakan gambaran dari peperangan yang pecah antara Armenia, Artsakh, dan Azerbaijan karena sengketa wilayah.
Kebetulan kakek dari vokalis System of a Down, Serj Tankian, selamat dari peristiwa Genosida Armenia pada 1915. Dalam menunjukkan kepeduliannya akan dampak peperangan ini, Tankian menyumbangkan 250 ribu dolar AS kepada dana amal Armenia dan berpartisipasi dalam konser virtual penggalangan dana pada Oktober lalu bertajuk Rock for Artsakh.
Pada awal pengerjaan single ini, semua personel System of a Down bekerja dari tempat terpisah. Sebelum akhirnya memulai rekaman bersama di studio pada 11 Oktober 2020. Dalam keterangan di situs resmi System of a Down, mereka berharap para penggemar bisa mengambil pesan dari single baru tersebut.
Sama seperti Protect the Land, single Genocidal Humanoidz ditulis oleh Daron Malakian beberapa tahun lalu. Waktu penggarapan single ini berbarengan single Protect the Land. Juga memiliki tema yang sama yaitu tentang peperangan dan pelanggaran hak asasi manusia.
Image source: Shutterstock
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 20/08/2021
11 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Smard man
19/12/2024 at 09:10 AM
WARNO WARNO
04/03/2025 at 18:07 PM
Panji Nugraha
08/03/2025 at 17:28 PM
Garindratama Harashta
18/06/2025 at 10:57 AM
Ricka Dwi Ayu Ningtyas
19/07/2025 at 23:17 PM
Budi Nurcahyo
26/08/2025 at 09:10 AM
RAJIN SILALAHI
14/09/2025 at 08:20 AM
Imam Ciptarjo
27/10/2025 at 09:46 AM
Alriz .
13/12/2025 at 02:27 AM
Maoreen Lokito
24/02/2026 at 18:19 PM
FINA MARDIANA
05/03/2026 at 14:58 PM