Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Romantic Echoes Gunakan Durasi Panjang Sebagai Pesan Penutup yang Megah

Kepiawaian J. Alfredo dalam meramu musiknya memang bukan hal yang perlu diragukan lagi. Bersama Pijar, sang musisi sempat menjadi buah bibir skena rock Jakarta berkat komposisi musik yang ditawarkan serta aksi panggungnya yang cukup memukau. Kali ini, dengan Romantic Echoes yang baru dirinya bentuk di tahun 2019, J. Alfredo mampu untuk menghadirkan atmosfer yang berbeda dari citra anak band rock yang sebelumnya lekat pada dirinya.

Romantic Echoes merupakan proyek solo dari J. Alfredo yang lebih menghadirkan sisi personal dari sang musisi. Melalui karya-karyanya di dalam Romantic Echoes, J. Alfredo kerap menggunakan tema cinta sebagai garis besar yang membedakan proyek solonya dengan Pijar. Dalam menghadirkan ramuan yang sesuai dengan keinginannya, J. Alfredo kerap melakukan eksplorasi musik lintas genre, seperti rock, pop, electronic, serta psychedelic yang dituangkan sebagai pondasi bermusiknya dalam Romantic Echoes. Musik-musik lawas yang populer di era 1960-an hingga 1980-an merupakan inspirasi utama bagi J. Alfredo dalam meramu musik untuk Romantic Echoes.

Pondasi musik lintas genre tersebut pun menghadirkan nuansa yang berbeda, bahkan berhasil melahirkan sebuah karya dengan durasi 9 menit lamanya. Karya Romantic Echoes dengan durasi terpanjang tersebut jatuh pada lagu berjudul Menutup Mata Untuk Melihat Dunia. Lagu tersebut memiliki durasi lengkap sepanjang 9 menit 19 detik dan merupakan rangkuman apa yang J. Alfredo ingin ungkapkan melalui album perdana Romantic Echoes bertajuk Persembahan Dari Masa Lalu yang rilis di tahun 2020.

Melalui Menutup Mata Untuk Melihat Dunia, J. Alfredo menggunakan Romantic Echoes sebagai medium dalam menghadirkan persona tentang seseorang yang memiliki kelembutan hati, penyayang, perhatian, serta jadi pendengar yang baik. Sebuah paket lengkap yang kerap kali jadi harapan bagi setiap orang untuk ada di dalam diri pasangannya. Demi membuktikan persona sebagai seseorang yang memiliki kualitas pendengar yang baik, J. Alfredo pun meramu komposisi lagu Menutup Mata Untuk Melihat Dunia berdasarkan respon positif yang hadir dari para penikmat musik Romantic Echoes.

Keinginan untuk menghadirkan gimmick sebagai pelengkap karya kreatifnya ini juga jadi dasar bagi J. Alfredo dalam meramu lagu berdurasi 9 menit bagi Romantic Echoes ini. Menurutnya. Lagu Menutup Mata Untuk Melihat Dunia bisa dianggap sebagai after credit dari segala pesan yang tersaji di dalam album perdana Romantic Echoes ini. Hal tersebut juga jadi alasan mengapa J. Alfredo merilis lagu ini sebagai single penutup untuk rangkaian cerita yang tersaji di dalam album Persembahan Dari Masa Lalu dari Romantic Echoes. Menurut J. Alfredo, lagu ini memiliki kesan intim terkait kedekatan Romantic Echoes dan para pendengarnya. Selain itu, lagu Menutup Mata Untuk Melihat Dunia juga bisa jadi pesan untuk mengingat bahwa tidak ada yang abadi di dalam dunia ini. Demi memperkuat pesan yang ingin dihadirkan, J. Alfredo juga merilis lagu Menutup Mata Untuk Melihat Dunia dalam format video klip dengan konsep visual yang elegan dan klasik.

Total ada 12 lagu yang tersaji di dalam album perdana Romantic Echoes yang berjudul Persembahan Dari Masa Lalu. J. Alfredo juga menghadirkan karya-karya kolaboratif untuk memperluas spektrum musik yang ditawarkan Romantic Echoes. Dalam album tersebut, nama-nama seperti Noh Salleh, Bilal Indrajaya, Dalilektra, hingga MaxxNara merupakan segelintir nama yang berhasil membuat album perdana Romantic Echoes jadi terdengar megah layaknya sebuah pertunjukan drama kolosal.

Image courtesy of J. Alfredo

ARTICLE TERKINI

Tags:

#romantic echoes # j. alfredo # pijar # persembahan dari masa lalu # menutup mata untuk melihat dunia #genre:rock

Article Category : Super Buzz

Article Date : 19/03/2021

Supermusic
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

2 Comments

Comment
Agus Samanto

Agus Samanto

23/11/2025 at 13:18 PM

nice
DEVI TRI HANDOKO

DEVI TRI HANDOKO

09/02/2026 at 11:02 AM

Romantic Echoes Gunakan Durasi Panjang Sebagai Pesan Penutup yang Megah
Other Related Article
image article
Super Buzz

The Dare Lepas Single Terbaru yang Berjudul Strangestreetfellows

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Tampil di Jepang, Isyana Sarasvati Akan Kolaborasi Bareng Mantan Gitaris Megadeth

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Milledenials Luncurkan Musik Video untuk Single Precious Me dan Feel Any Pain

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Break Out Day Fest Cirebon Berlangsung Super Seru!

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive