Unit post-hardcore asal Ohio Amerika Serikat, Beartooth, melanjutkan momentum positif mereka setelah berhasil merilis album baru yang diberi tajuk "Below" pada Juni 2021.
Sebagai lanjutan dari rilis album itu, Beartooth menambahkan dua lagu paling baru untuk dirangkum ke dalam versi deluxe album Below. Dua lagu bonus untuk versi eksklusif ini berjudul "Fighting Back" dan "Permanently Sealed".
Selain dua lagu bonus tersebut, Beartooth juga menambahkan versi baru dari lagu "Skin"--yang bertambah judulnya menjadi Skin (Alternate Universe Version) untuk menambah kesan segar pada album deluxe mereka.
Tak hanya itu, album ini makin terasa spesial karena menampilkan versi audio dari 17 lagu di album baru mereka yang dibawakan live pada konser virtual mereka bertajuk "Live From The Journey Below" pada Juli tahun lalu.
Beartooth menjelaskan bahwa salah satu alasan hadirnya konser virtual ini adalah keinginan mereka sebagai sebuah unit untuk menghadirkan penampilan yang berbeda kepada para penggemarnya.
Tidak hanya membawakan lagu-lagu dari album terbarunya, Beartooth juga menyatakan bahwa mereka memilih lagu-lagu favorit dari para penggemar untuk dibawakan.
Caleb Shomo selaku vokalis dari Beartooth menjelaskan bahwa Below merupakan album terbaik yang berhasil dirinya buat bersama rekan-rekannya sepanjang karier bermusik di dalam sebuah band hardcore.
Oleh karena untuk versi deluxe yang sudah dirilis pada 18 Maret 2022 lalu, Caleb Shomo menyebut ini sebagai langkah termutakhir Beartooth yang mencoba untuk mendobrak batas-batas musikalitas mereka sebagai sebuah band hardcore.
"Kedua lagu ini (Fighting Back & Permanently Sealed) tanpa diragukan adalah bentuk eksperimentasi terkini dari Beartooth. Gue benar-benar mencoba untuk keluar batas dengan gitar gue, dengan olah vokal gue, dan bahkan merubah pendekatan gaya penulisan lagu," kata Caleb Shomo.
Hasil dobrakan yang sudah dilakukan oleh Beartooth ini dianggap Shomo sangat layak untuk disajikan ke dalam versi deluxe untuk album "Below".
"Hasil eksplorasi tersebut mungkin nggak sempat disajikan pada versi albumnya, tapi dua lagu itu sangat layak untuk didengarkan, serta berperan penting dalam merangkai hasil akhir dari album terbaru [Below]," tegas Caleb Shomo.
Usaha untuk mencoba keluar dari batas-batas yang selama ini menahan mereka dalam segi musikalitas akhirnya membuat versi baru dari lagu Skin pun bisa muncul dengan sendirinya bersama rekan-rekan, begitu aku Caleb Shomo.
"Ketika terlalu serius, akan dengan mudah untuk terjebak dalam pikiran kita sendiri. Oleh karena itu, gubahan untuk 'Skin (Alternate Universe)' adalah murni hasil dari kami bersenang-senang," jelas Caleb Shomo.
"Sedari awal, gue pengen banget bikin lagu yang bener-bener gelap dan kemudian menambahkan twist cerah di dalamnya. Pada intinya adalah melakukan apa yang selama ini dilakukan oleh Beartooth, untuk menyenangkan fans berat kami selama ini. Dan, sesuatu yang cerah dan manis pasti akan sedikit berguna untuk itu," pungkasnya.
Adapun, album Below menjadi lanjutan dari album Disease yang dirilis pada 2018. Menurut Shomo, album Below terinspirasi dari kehidupan saat pandemi yang begitu mencekam dan penuh kegelapan. Kondisi ini juga menyangkut isu kesehatan mental yang terjadi selama satu tahun terakhir secara global. Beartooth coba menggambarkan secara pas kondisi itu dalam lagu-lagu di album Below.
"Album ini mencakup tentang sisi gelap dari mengatasi ketegangan mental selama satu tahun terakhir. Saya memberikan semua yang saya bisa melalui musik dan lirik. Apakah terlalu gelap? Mungkin saja, tapi sejujurnya saya hanya berusaha jujur dengan perasaan saya sendiri. Saya berharap semua orang siap untuk menikmati musik dan headbanging," ujar Shomo.
Di album baru ini pula Beartooth diperkuat oleh gitaris baru dalam diri Will Delly. Kehadiran Will dikabarkan mendapat sambutan hangat dari para penggemar Beartooth. Hadirnya Will sendiri untuk menggantikan tempat gitaris sekaligus personel awal Beartooth, Kamron Bradbury, yang memutuskan hengkang pada Mei 2020.
Sebelum memulai rangkaian perilisan lagu untuk album baru, Beartooth sempat merilis versi remix dan remaster album kedua mereka bertajuk Aggressive. Dirilis pada 2016, album ini menunjukkan perkembangan yang luar biasa dari Beartooth dari segi musikalitas dan penulisan lirik.
Lantas pada Desember 2020, Beartooth merilis versi remix dan remaster album tersebut untuk dijual dalam bentuk vinyl dan terjual habis dalam waktu singkat. Karena banyaknya permintaan, versi baru dari album Aggressive sudah ditambahkan ke layanan pemutar musik streaming.
Sebagai sebuah unit hardcore asal Amerika Serikat, Beartooth dianggap sudah berhasil mendapatkan pencapaian yang besar dalam skena tersebut. Sejak dibentuk di tahun 2012, Beartooth secara konsisten dan semangat untuk merilis karya-karya yang dianggap mengesankan oleh berbagai pihak di industri musik.
Image source: Instagram/Beartooth
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 13/04/2022
17 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Nicolas F
21/12/2024 at 16:29 PM
Julia Margaret
21/01/2025 at 13:34 PM
MArsin
18/02/2025 at 14:39 PM
Agus Sungkawa
11/04/2025 at 19:28 PM
EDI SASONO
30/04/2025 at 19:04 PM
EDI SASONO
30/04/2025 at 19:07 PM
EDI SASONO
30/04/2025 at 19:27 PM
O Heni
02/05/2025 at 11:08 AM
MA Roz
09/09/2025 at 10:35 AM
Muhamad Saifudin
27/10/2025 at 20:00 PM
Andyyy y
05/11/2025 at 09:32 AM
Cands
07/11/2025 at 21:16 PM
A. Kun n
09/11/2025 at 17:59 PM
Imam Ciptarjo
11/11/2025 at 11:03 AM
Agus Samanto
11/01/2026 at 07:21 AM
Agus Samanto
11/01/2026 at 07:23 AM
tiurnatalia
14/03/2026 at 18:59 PM