Di penghujung tahun 2021 lalu, Korn sudah mulai kembali muncul ke permukaan dengan memperkenalkan rencana album barunya untuk 2022. Rencana tersebut tampaknya sudah terlihat matang dengan rilisnya single Start The Healing pada November lalu dan dilanjutkan dengan single kedua, Forgotten pada 13 Januari 2022.
Sebelum akhirnya melepas album ke-14 berjudul Requiem pada 4 Februari lalu, Korn sempat menyambutnya dengan single ketiga berjudul Lost In The Grandeur. Single ketiga dari Korn yang diambil dari album Requiem ini pertama kali dilepas pada 2 Februari lalu. Lagu baru dari Korn ini digadang jadi lagu yang punya nuansa berat dengan balutan elemen musik hipnotis yang berhasil membuat karyanya jadi terdengar lebih unik.
Dalam proses penulisan lagu yang ada di dalam album Requiem, termasuk single Lost In The Grandeur ini Jonathan Davis selaku vokalis Korn mengungkapkan bahwa dirinya cukup melewati proses eksperimen yang terlalu dalam. Proses eksperimen tersebut meliputi momen sang vokalis Korn untuk kembali membandingkan memori masa lalunya yang kelam namun cukup menyenangkan dengan masa kini dan masa depan yang membawanya jauh berkembang sebagai musisi profesional.
Di momen tersebut, diakui oleh vokalis Korn tersebut bahwa dirinya kerap kali ingin bisa kembali hadir di masa-masa kelam tersebut karena cukup familiar dengan situasi dan kondisinya. Namun, di masa sekarang Jonathan Davis merasa bahwa kehidupan jauh lebih baik dan dirinya harus sering kali mengingatkan diri setiap perasaan itu kembali muncul. Menurut vokalis Korn tersebut, dirinya harus segera bisa melepaskan belenggu masa lalu yang menurutnya familiar dengan cepat untuk menghindari risiko dalam urusan kreativitas dan juga pribadinya di masa depan.
Berlandaskan semangat yang baru, Jonathan Davis mengakui cukup bahagia bahwa dirinya masih bisa kembali berkontribusi bersama Korn untuk menelurkan album baru. Vokalis dari Korn tersebut juga menyatakan bahwa proses penggarapan album Requiem cukup menyenangkan. Jonathan Davis menambahkan bahwa meskipun sudah 27 tahun bersama para anggota Korn dirinya masih sering merasakan keseruan dan kesenangan setiap kali datang ke studio untuk bisa bertemu teman-temannya. Hal tersebut juga yang jadi salah satu faktor bagi sang vokalis untuk bisa menghadirkan konsep lagu yang lebih segar dibandingkan sebelumnya.
Lembaran baru dalam proses kreatif yang dilalui oleh Korn ini pun coba direalisasikan pertama kali melalui single Start The Healing. Realisasi tersebut juga dihadirkan melalui aspek visual. Melalui lagu Start The Healing, Korn ingin menawarkan suatu perjalanan emosional yang dirasakan oleh mereka untuk jadi inspirasi bagi para penggemarnya di dunia. Proses penggambaran tersebut dibantu oleh Tim Saccenti sebagai sutradara video klipnya.
Dalam proses penggarapannya, Korn mencoba untuk menawarkan DNA atau ciri khas mereka dalam bermusik untuk bisa menyentuh perasaan bagi para penikmat musiknya. Terkait lagunya sendiri, Korn menjelaskan bahwa lagu ini bercerita tentang kematian dan kelahiran kembali yang mana punya dampak emosional yang kuat. Terutama di masa pandemi. Diharapkan apa yang disajikan oleh Korn lewat single tersebut bisa jadi salah satu hal yang membuat para penggemar mereka di dunia maupun seluruh orang banyak untuk bisa bertahan di masa-masa sulit yang dijalani.
Dalam video klip Start The Healing, Korn juga bekerja sama dengan seniman 3D Anthony Ciannamea. Kolaborasi tersebut menghadirkan visualisasi dari mitologi dan juga evolusi yang dialami oleh Korn. Berangkat dari kegelapan dan menembukan kembali cahaya yang membantu band nu metal ini berkembang dan berjaya hingga saat ini.
Untuk albumnya sendiri, ada 9 nomor yang dipersiapkan oleh Korn di dalam Requiem. Diakui oleh Korn album baru mereka ini merupakan sebuah proses kreatif yang dijalani di masa pandemi. Secara keseluruhan proses rekaman, album ke-14 dari Korn ini sudah rampung di April 2021 lalu. Namun, di masa pandemi Korn menemui banyaknya waktu luang yang bisa mereka maksimalisasi untuk penyempurnaan album tersebut.
Korn juga mengakui bahwa tidak ada beban yang mereka rasakan dalam proses pembuatan album. Proses kreatif berjalan penuh semangat dan tanpa adanya rentang waktu yang harus diikuti membuat para anggota band nu metal ini bisa mengeluarkan segala macam ide yang ada untuk album Requiem. Kebebasan waktu yang dirasakan oleh Korn ini pun akhirnya memberikan ruang eksperimen di area teknis. Salah satu eksperimen yang dilakukan adalah mencoba untuk menggabungkan teknis rekaman digital dan analog untuk menghadirkan kualitas suara yang beda daripada yang lain.
Diakui oleh Korn album Requiem juga hadir sebagai bentuk rasa terima kasih para pihak yang ada di dalam tubuh band nu metal ini kepada Korn secara entitas. Menurut mereka, hadirnya Korn membuka banyak kesempatan dan kebahagiaan yang bisa dirasakan selama lebih dari 2 dekade berkarya bersama.
Perjalanan karier dari Korn ini juga telah diterbitkan dalam format buku oleh Matt Karpe dengan judul Korn: Every Album. Dalam buku terbaru Korn ini, sang penulis mencoba untuk menganalisis sekaligus mencari makna mendalam dari setiap lirik yang ditulis oleh band nu-metal tersebut. Tidak berhenti di bagian tekstual saja, Matt Karpe juga mencoba untuk menggali informasi sedalam mungkin dalam aspek musikalitas Korn. Sang penulis berusaha untuk bisa menggali makna mendalam dari seluruh karya-karya dari Korn, mulai dari single, album, B-sides, hingga soundtrack film dan video game yang pernah dirilis oleh band nu metal asal Amerika Serikat tersebut.
Image courtesy of Korn/Tim Saccenti
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 18/02/2022
10 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Agus Sungkawa
11/04/2025 at 19:32 PM
SUSILO UTOMO
04/05/2025 at 15:59 PM
Panji Nugraha
08/05/2025 at 21:00 PM
A. Kun n
30/08/2025 at 20:52 PM
Heri Suprapto
23/09/2025 at 08:43 AM
Muhamad Saifudin
02/12/2025 at 22:45 PM
Garindratama Harashta
24/01/2026 at 11:33 AM
Heni Oen
25/01/2026 at 21:07 PM
RENI HENDRAYANI
28/01/2026 at 13:28 PM
Brawijaya
11/02/2026 at 16:33 PM