Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Rangkai, Trio Tradisional Instrumentalis Lepas EP Debut "Antroposentris"

Trio tradisional asal Indonesia, Rangkai, akhirnya kembali mengeluarkan karya baru. Mereka membawa materi terbaru yang berwujud mini album perdana dengan tajuk Antroposentris.

Grup musik yang digawangi oleh Bimo pada vokal, Rai pada kontrabas, dan Mirza di gitar ini kembali melepas karya setelah terakhir kali merilis single berjudul "Saat Harus Lapang" dua tahun lalu.

Meski begitu, Rangkai sebetulnya sudah sering membawakan lagu-lagu yang ada di dalam mini album perdana mereka sejak lama. Mereka membawakannya dari panggung ke panggung sejak 2019.

Beberapa lagu yang menjadi andalan di EP debut ini macam "Kering dan Palsu", "Apa yang Salah", Sahutan Alam", "Air Mata Kita", "Siapa Sangka", hingga "Saat Harus Lapang" baru bisa direkam secara serius pada pertengahan 2021.

Single yang terpilih untuk mewakili mini album ini adalah “Siapa Sangka”.

“Di EP ini kami banyak menggunakan alat musik tradisional seperti Gender Jawa, Tembang Suluk, dan Suling Jawa yang diposisikan sebagai ornamentasi,” cerita Bimo tentang keunikan mini album ini.

Di album ini, Rangkai fokus menceritakan soal antroposentrisme atau yang didefinisikan sebagai ajaran yang menyatakan bahwa pusat alam semesta adalah manusia. 

Proses rekaman gitar klasik dan kontra bas dilakukan secara live di Auditorium IFI Thamrin dengan bantuan Gilang Qidra, sang Manajer Auditorium. Sedangkan untuk seluruh vokal utama direkam oleh Rendi Kopay di Earspace Studio.

Rangkai masih menggunakan banyak alat musik tradisional dalam pembuatan mini album ini sebagai ornamentasi. "“Kita berusaha memaksimalkan kemampuan bermusik menggunakan alat musik tradisional ini supaya karya kami dapat didengarkan lebih luas lagi,” tambah Bimo.

Adapun, untuk pengerjaan mixing, diserahkan kepada Nur Fitrah Hidayat di Lokale Satin Studio. Keenam lagu ini di-mastering oleh Rhesa Aditya (Endah’N Rhesa) di Earspace Studio.

Mini album ini didistribusikan secara digital oleh SRM Bookings & Services. Sementara untuk urusan desain artwork, Rangkai mempercayakannya untuk dikerjakan oleh Whattheline.

Selain dirilis dalam format CD dengan jumlah terbatas, Rangkai juga berencana untuk merilis album mini ini ke dalam format piringan hitam dengan jumlah terbatas pula di acara Record Store Day Indonesia pada 23 April 2022.

Untuk mendukung promosi dari mini album debut mereka ini pun, Rangkai menggelar #100konsergratisrangkai. 

Untuk mempersiapkan pertunjukan ini, Rangkai aktif membagikan kegiatan mereka saat latihan lewat media sosial mereka.

"Lagu yang sedang kami latih ini adalah salah satu lagu favorit kami. Dimainkannya sulit, tapi didengarin enak aja gitu. Bukan berarti lagu gampang itu gak enak didengerin. Justru kami ingin mencapai kenikmatan eksplorasi keterampilan saat main musik, tapi orang yang dengar juga bisa menikmatinya," tulis Rangkai pada video latihan teranyar mereka.

"Ternyata kuncinya sederhana, yaitu kudu rutin latihan, atau minimal ketemuan tanpa niat latihan cuma masing-masing siap bawa alat. Hehe sama aja ya. Ya itu sesederhana latihan rutin. Sederhana tapi gak mudah buat kami jalani, jujur aja. Karena kami ini grup musik yang masing-masing tersita oleh kesibukan di pojokannya sendiri-sendiri. Tempat tinggalnya pun menyeberangi provinsi," lanjut mereka.

Adapun, empat pertunjukan terakhir yang dilakukan oleh Rangkai masing-masing hadir pada 18 Maret 2022 di Griya Oetami x koffe oetami Conder, mereka juga bermain secara virtual di kanal YouTube Institut Francais Indonesia, lalu sempat bermain di m-bloc pada 21 maret.

Image source: Instagram/Rangkai

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Pop #Rangkai #band indonesia #album baru #musisi lokal

Article Category : Super Buzz

Article Date : 03/04/2022

Supermusic
Admin Music
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

2 Comments

Comment
GRACE JELIA PUTRI TADETE

GRACE JELIA PUTRI TADETE

03/10/2025 at 04:59 AM

Good
Muhamad Saifudin

Muhamad Saifudin

01/11/2025 at 18:59 PM

Nice news!
Other Related Article
image article
Super Buzz

The Dare Lepas Single Terbaru yang Berjudul Strangestreetfellows

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Tampil di Jepang, Isyana Sarasvati Akan Kolaborasi Bareng Mantan Gitaris Megadeth

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Milledenials Luncurkan Musik Video untuk Single Precious Me dan Feel Any Pain

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Break Out Day Fest Cirebon Berlangsung Super Seru!

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive