Meskipun didominasi oleh musik, karya musisi dalam sepanjang kariernya tidak selalu merilis lagu maupun album. Terkadang para musisi pun membuat karya dalam format lainnya. Hal tersebut dilakukan oleh Korn di tahun 2021 ini. Korn mencoba untuk memperkenalkan sebuah buku sebagai salah satu karya kreatif dalam perjalanan mereka sebagai salah satu kelompok musik veteran.
Meskipun bukan memperkenalkan karya dalam bentuk lagu, buku terbaru yang jadi rencana Korn ini tetap memiliki irisan yang lekat dengan lagu mereka. Bahkan lagu Korn merupakan inspirasi dan juga tema besar dalam penulisan buku tersebut. Sebagai penjelasan, Korn tidak berperan sebagai penulis untuk buku ini. Buku mengenai lagu Korn ini ditulis oleh sosok bernama Matt Karpe dengan judul Korn: Every Album. Ini merupakan buku keempat dari sang penulis yang secara konsisten melakukan analisis terhadap inovasi dan perkembangan genre di industri musik.
Dalam buku terbaru Korn ini, sang penulis mencoba untuk menganalisis sekaligus mencari makna mendalam dari setiap lirik yang ditulis oleh band nu-metal tersebut. Tidak berhenti di bagian tekstual saja, Matt Karpe juga mencoba untuk menggali informasi sedalam mungkin dalam aspek musikalitas Korn. Sang penulis berusaha untuk bisa menggali makna mendalam dari seluruh karya-karya dari Korn, mulai dari single, album, B-sides, hingga soundtrack film dan video game yang pernah dirilis oleh band nu metal asal Amerika Serikat tersebut.
Rencananya, buku Korn: Every Album ini akan dirilis secara serentak di Inggris pada akhir November mendatang. Untuk pangsa pasar dan juga penggemar Korn di belahan dunia lainnya, buku tentang karya dari band nu metal tersebut akan rilis di akhir Januari 2022. Proses penulisan yang dilakukan oleh Matt Karpe ditulis secara kronologis untuk menceritakan perjalanan karier dari Korn. Sang penulis akan membuka kisah perjalanan Korn berdasarkan album demo mereka, Neidermayer’s Mind di tahun 1993 hingga karya terakhir mereka di dalam album The Nothing pada tahun 2019 silam.
Selama kurang lebih 28 tahun berkarya, tentu banyak hal yang mewarnai perjalanan karier bermusik di dalam tubuh Korn, baik yang diketahui secara umum ataupun yang masih jadi rahasia dan hanya diketahui oleh para penikmat setianya. Untuk mengenal lebih jauh tentang Korn, berikut adalah fakta-fakta menarik yang hinggap di dalam tubuh Korn sebagai salah satu veteran di skena musik nu metal internasional.
Sejarah mengenai lagu Korn yang ditulis oleh Matt Karpe ini juga akan menceritakan tentang dinamika mereka sebagai sebuah band. Salah satunya adalah peran Munky dalam menemukan nama Korn. Munky merupakan orang pertama yang mengusulkan ide nama band yang dibentuknya tersebut. Awalnya, Munky mengusulkan nama “Corn” namun para anggota lainnya tidak setuju dengan pilihan tersebut. Cukup gigih mempertahankan argumennya, akhirnya Munky memodifikasi nama “Corn” menjadi “Korn” dengan huruf “R” mengarah berlawanan sebagai logonya.
Sebagaimana yang telah diketahui oleh para penikmat musik Korn, band nu metal ini sempat ditinggal oleh salah satu gitaris mereka untuk urusan religius. Di tahun 2005, di saat karier Korn sedang berada di atas angin, secara mengejutkan sang gitaris, Brian “Head” Welch, memutuskan untuk keluar dari band yang membesarkan namanya tersebut. Keputusan dirinya untuk mengundurkan diri dari Korn ternyata tidak hanya membuat kaget para fansnya, para teman satu bandnya pun merasa demikian.
Seluruh anggota Korn yang tersisa kala itu tidak percaya dengan alasan yang diberikan oleh Head. Sang gitaris memilih keluar dari band karena dirinya ingin lebih mendalami agama yang diyakininya. Head merasa, bahwa berkarier di musik membuat dirinya jauh dari Tuhan. Di waktu yang sama, Head juga memiliki masalah dengan ketergantungan konsumsi alkohol dan obat penenang. Dirinya rasa waktu itu adalah waktu yang tepat untuk berhenti dari Korn. Setelah permasalahannya sudah mereda dan sudah merasa kembali dekat dengan sang pencipta, Head akhirnya setuju untuk kembali mengisi kekosongan di dalam tubuh band nu metal tersebut di tahun 2013.
Selain itu, di awal Korn baru terbentuk, band nu metal muda kala itu sempat memberanikan diri untuk unjuk gigi di depan Red Hot Chili Peppers yang saat itu sudah lebih dulu terkenal. Kejadian ini bermula saat Korn hendak melakukan latihan band, Fieldy melihat Anthony Kiedis dan Chad Smith di seberang jalan. Memanfaatkan momentum, sang bassis pun akhirnya mencoba untuk meyakinkan kedua anggota Red Hot Chili Peppers tersebut untuk melihat permainan Korn di dalam studio dan tawaran tersebut berhasil diterima oleh keduanya. Namun tidak disangka, Anthony Kiedis dan Chad Smith merasa biasa saja dengan permainan musik Korn saat itu. Diketahui bahwa kala itu, Korn latihan di bawah pengaruh alkohol dan mereka menyadari bahwa permainan musik mereka saat itu cukup buruk untuk dipamerkan di depan umum, apalagi di depan orang-orang terkenal.
Image courtesy of Korn
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 07/11/2021
10 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Smard man
04/02/2025 at 11:41 AM
MArsin
26/02/2025 at 13:38 PM
Panji Nugraha
08/05/2025 at 21:01 PM
GRACE JELIA PUTRI TADETE
09/05/2025 at 06:30 AM
ERLAN SAPUTRA PRIADY
21/05/2025 at 10:00 AM
Lukman Hakim
22/05/2025 at 09:04 AM
Muhammad Jodi Indra
21/10/2025 at 13:19 PM
Yohanes Hariono
16/01/2026 at 02:21 AM
RENI HENDRAYANI
28/01/2026 at 13:29 PM
Yoga Corronel Wisnoe Wardhana
30/01/2026 at 07:25 AM