Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Radial Engineering, Pionir DI Box Pasif Komersil

Sebagai salah satu nama produsen efek gitar, Radial Engineering merupakan salah satu nama yang cukup populer dan memiliki reputasi baik di lingkungan musisi. Salah satu alasan menarik juga datang dari lokasi mereka berada, yaitu di Kanada. Hal tersebut cukup memberikan kesan unik, karena di tengah lanskap produsen alat musik dan aksesori yang datang dari Amerika Serikat, nama Radial Engineering menjadi pembeda di maraknya ruang tersebut.

Sejarah mengenai Radial Engineering, produsen pelengkap di ranah alat musik ini mulai memperkenalkan identitas kepada para penggiat seni musik di tahun 1976. Peter Janis merupakan sosok dibalik berdirinya Radial Engineering. Peter Janis merupakan seorang gitaris dan pemain keyboard, sekaligus pemilik toko musik di Kanada. Secara tidak langsung, pendiri Radial Engineering tersebut sebetulnya sudah cukup mengenal industri alat musik secara baik. 

Semasa perjalanannya dalam merancang dan mengembangkan Radial Engineering, Peter Janis sempat menjadi seorang teknisi yang mendesain audio system untuk TMI, yang juga terafiliasi dengan Fender Musical Instruments kala itu. Berada di dalam lingkungan kerja bertaraf internasional, pendiri radial Engineering ini banyak mendapatkan ilmu dan kesempatan yang berharga untuk akhirnya diterapkan dalam proyek pribadinya tersebut. Selanjutnya, pendiri dari Radial Engineering ini mendapatkan kesempatan untuk bergabung ke dalam Cabletek yang berperan sebagai pemegang lisensi impor untuk beberapa brand audio system, seperti Presonus, Audix Microphones, Hafler, Microtech Gefell, Mogami, Jensen Transformers, hingga Sonex.

Kembali diperkenalkan dengan dunia audio system secara langsung, akhirnya Peter Janis pun resmi mendirikan Radial Engineering sebagai salah satu brand kelengkapan audio system. Kelahiran Radial Engineering ini diresmikan di tahun 1996 dengan rilisnya salah satu produk andalan mereka, Radial JDI. Radial JDI merupakan produk perdana yang dirilis oleh Radial Engineering dan jadi passive direct box perdana yang dirancang dan dirilis untuk bisa dinikmati oleh konsumen yang luas.

Ide rancangan Radial JDI ini diungkap oleh Peter Janis datang dari temannya yang juga memiliki antusias dan keahlian sebagai teknisi audio. Kala itu, teman dari Peter Janis ini mendapat kiriman sebuah transformer audio khusus dan berhasil membuat direct box yang mampu mengoptimalisasi suara gitar yang berkualitas. Kabar tersebut membuat pendiri dari Radial Engineering ini tertarik untuk mencoba. Beruntungnya, pasar direct box pada saat itu masih terbilang belum banyak peminat. Namun sudah menunjukkan sedikit perkembangan. Dalam rancangan DI box komersil perdana itu, Radial Engineering juga menambahkan fitur agar para musisi dapat menyesuaikan dengan gaya bermain mereka.

Mendapatkan kesuksesan berkat penjualan dari Radial JDI, Peter Janis kembali membawa perusahaannya untuk mengembangkan hal-hal yang dapat membantu para musisi untuk bisa tampil lebih leluasa. Setelah sebelumnya merancang DI box pasif, kini Radial Engineering memperkenalkan JDV sebagai lini direct box aktif mereka. Sebetulnya, aksesori musik satu ini bukanlah hal yang baru untuk ditemukan. DI box aktif ini kerap kali digunakan di studio rekaman agar instrumen dapat menghantarkan sinyal dengan baik ke alat rekaman. Mengambil basis rancangan DI box milik John Vrtacic, Peter Janis bersama Radial Engineering pun akhirnya berhasil memperkenalkan JDV di tahun 1997.

Sejak kelahiran dua jenis DI box yang populer tersebut, Radial Engineering pun tidak berhenti mencoba untuk menyempurnakan produknya. Penyempurnaan produk ini dilakukan agar dapat memenuhi kebutuhan musisi di perkembangan industri musik modern yang lebih luas dan eksperimental.

Image courtesy of Radial Engineering

ARTICLE TERKINI

Tags:

#entrepreneur #radial engineering #radial jdi #radial jdv #jdi #jdv #direct box #di box

Article Category : Super Buzz

Article Date : 01/09/2021

Supermusic
Admin Music
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

10 Comments

Comment
Smard man

Smard man

28/01/2025 at 10:07 AM

Radial Engineering
pujanadi

pujanadi

21/02/2025 at 09:14 AM

perkembangan industri musik modern
GRACE JELIA PUTRI TADETE

GRACE JELIA PUTRI TADETE

22/02/2025 at 15:36 PM

Good
Tiurnatalia Manalu

Tiurnatalia Manalu

23/02/2025 at 19:41 PM

Like
RIYAN MUTAQIN

RIYAN MUTAQIN

08/03/2025 at 15:16 PM

Radial Engineering
Maoreen Lokito

Maoreen Lokito

19/05/2025 at 10:39 AM

Nice info
Imam Ciptarjo

Imam Ciptarjo

09/07/2025 at 08:58 AM

Radial Engineering, Pionir DI Box Pasif Komersil
elin

elin

19/02/2026 at 07:46 AM

Pionir
LUKMAN RAMADHAN

LUKMAN RAMADHAN

05/03/2026 at 23:25 PM

-
Yogi Putra Pratama

Yogi Putra Pratama

07/03/2026 at 10:57 AM

keren
Other Related Article
image article
Super Buzz

The Dare Lepas Single Terbaru yang Berjudul Strangestreetfellows

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Tampil di Jepang, Isyana Sarasvati Akan Kolaborasi Bareng Mantan Gitaris Megadeth

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Milledenials Luncurkan Musik Video untuk Single Precious Me dan Feel Any Pain

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Break Out Day Fest Cirebon Berlangsung Super Seru!

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive