Sebagai salah satu nama produsen efek gitar, Radial Engineering merupakan salah satu nama yang cukup populer dan memiliki reputasi baik di lingkungan musisi. Salah satu alasan menarik juga datang dari lokasi mereka berada, yaitu di Kanada. Hal tersebut cukup memberikan kesan unik, karena di tengah lanskap produsen alat musik dan aksesori yang datang dari Amerika Serikat, nama Radial Engineering menjadi pembeda di maraknya ruang tersebut.
Sejarah mengenai Radial Engineering, produsen pelengkap di ranah alat musik ini mulai memperkenalkan identitas kepada para penggiat seni musik di tahun 1976. Peter Janis merupakan sosok dibalik berdirinya Radial Engineering. Peter Janis merupakan seorang gitaris dan pemain keyboard, sekaligus pemilik toko musik di Kanada. Secara tidak langsung, pendiri Radial Engineering tersebut sebetulnya sudah cukup mengenal industri alat musik secara baik.
Semasa perjalanannya dalam merancang dan mengembangkan Radial Engineering, Peter Janis sempat menjadi seorang teknisi yang mendesain audio system untuk TMI, yang juga terafiliasi dengan Fender Musical Instruments kala itu. Berada di dalam lingkungan kerja bertaraf internasional, pendiri radial Engineering ini banyak mendapatkan ilmu dan kesempatan yang berharga untuk akhirnya diterapkan dalam proyek pribadinya tersebut. Selanjutnya, pendiri dari Radial Engineering ini mendapatkan kesempatan untuk bergabung ke dalam Cabletek yang berperan sebagai pemegang lisensi impor untuk beberapa brand audio system, seperti Presonus, Audix Microphones, Hafler, Microtech Gefell, Mogami, Jensen Transformers, hingga Sonex.
Kembali diperkenalkan dengan dunia audio system secara langsung, akhirnya Peter Janis pun resmi mendirikan Radial Engineering sebagai salah satu brand kelengkapan audio system. Kelahiran Radial Engineering ini diresmikan di tahun 1996 dengan rilisnya salah satu produk andalan mereka, Radial JDI. Radial JDI merupakan produk perdana yang dirilis oleh Radial Engineering dan jadi passive direct box perdana yang dirancang dan dirilis untuk bisa dinikmati oleh konsumen yang luas.
Ide rancangan Radial JDI ini diungkap oleh Peter Janis datang dari temannya yang juga memiliki antusias dan keahlian sebagai teknisi audio. Kala itu, teman dari Peter Janis ini mendapat kiriman sebuah transformer audio khusus dan berhasil membuat direct box yang mampu mengoptimalisasi suara gitar yang berkualitas. Kabar tersebut membuat pendiri dari Radial Engineering ini tertarik untuk mencoba. Beruntungnya, pasar direct box pada saat itu masih terbilang belum banyak peminat. Namun sudah menunjukkan sedikit perkembangan. Dalam rancangan DI box komersil perdana itu, Radial Engineering juga menambahkan fitur agar para musisi dapat menyesuaikan dengan gaya bermain mereka.
Mendapatkan kesuksesan berkat penjualan dari Radial JDI, Peter Janis kembali membawa perusahaannya untuk mengembangkan hal-hal yang dapat membantu para musisi untuk bisa tampil lebih leluasa. Setelah sebelumnya merancang DI box pasif, kini Radial Engineering memperkenalkan JDV sebagai lini direct box aktif mereka. Sebetulnya, aksesori musik satu ini bukanlah hal yang baru untuk ditemukan. DI box aktif ini kerap kali digunakan di studio rekaman agar instrumen dapat menghantarkan sinyal dengan baik ke alat rekaman. Mengambil basis rancangan DI box milik John Vrtacic, Peter Janis bersama Radial Engineering pun akhirnya berhasil memperkenalkan JDV di tahun 1997.
Sejak kelahiran dua jenis DI box yang populer tersebut, Radial Engineering pun tidak berhenti mencoba untuk menyempurnakan produknya. Penyempurnaan produk ini dilakukan agar dapat memenuhi kebutuhan musisi di perkembangan industri musik modern yang lebih luas dan eksperimental.
Image courtesy of Radial Engineering
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 01/09/2021
10 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Smard man
28/01/2025 at 10:07 AM
pujanadi
21/02/2025 at 09:14 AM
GRACE JELIA PUTRI TADETE
22/02/2025 at 15:36 PM
Tiurnatalia Manalu
23/02/2025 at 19:41 PM
RIYAN MUTAQIN
08/03/2025 at 15:16 PM
Maoreen Lokito
19/05/2025 at 10:39 AM
Imam Ciptarjo
09/07/2025 at 08:58 AM
elin
19/02/2026 at 07:46 AM
LUKMAN RAMADHAN
05/03/2026 at 23:25 PM
Yogi Putra Pratama
07/03/2026 at 10:57 AM