Setelah sempat mengumumkan rencananya untuk menghadirkan era baru dalam bermusik, The Weeknd, tampaknya serius untuk bisa merealisasikan rencana tersebut dalam waktu singkat. Hal tersebut dilakukan oleh The Weekend pada pertengahan bulan Desember lalu melalui karya berjudul Poison. Karya terbaru dari The Weeknd ini jadi langkah awal sang musisi untuk menghadirkan era baru. Pasalnya, karya Poison merupakan salah satu karya yang mungkin menghadirkan pengalaman baru bagi sang musisi.
Poison merupakan sebuah karya kolaborasi luar biasa yang dilakukan oleh The Weeknd. Penilaian luar biasa tersebut hadir karena The Weeknd mencoba untuk kembali menghadirkan sosok mendiang Aaliyah dalam karya tersebut. Memang sejatinya, lagu Poison ini dirilis sebagai bagian dari album posthumous dari Aaliyah yang sudah berpulang di tahun 2001 silam. Untuk menghadirkan kolaborasi yang terkesan nyata, The Weeknd memproduksi lagu Poison berdasarkan sample dari karya-karya sepeninggalan Aaliyah.
Proyek album posthumous untuk Aaliyah ini merupakan sebuah inisiasi dari Blackground Records. Label rekaman tersebut merupakan perusahaan yang sempat menaungi karier Aaliyah hingga tahun 2001. Selain itu, hubungan antara Aaliyah dan juga Blackground Records diketahui lebih dari sekadar bisnis. Blackground Records merupakan label rekaman yang dibentuk oleh sang paman, Barry Hankerson.
Sang paman juga jadi otak lahirnya proyek album posthumous dari Aaliyah ini. Barry Hankerson ingin merayakan tersedianya karya-karya dari Aaliyah yang kini bisa dinikmati melalui layanan streaming musik. Hal tersebut bisa terlaksana karena Blackgrounds Records baru saja menanda tangani kerja sama baru bersama salah satu label rekaman independen ternama, Empire.
Barry Hankerson juga mengucapkan rasa terima kasih kepada para penggemar musik Aaliyah karena apresiasi dan antusias mereka untuk bisa terus menjaga dan meneruskan warisan yang ditinggalkan oleh sang musisi semasa hidupnya. Selain itu, sang paman juga mengucapkan permohonan maaf karena membutuhkan waktu hingga 20 tahun untuk bisa kembali properti intelektual Aaliyah untuk bisa dinikmati secara lebih luas.
Meskipun jadi kolaborasi perdana yang disiarkan secara resmi, proyek musik ini bukanlah kali pertama bagi The Weekend untuk mengolah musik dari sample lagu Aaliyah. Di tahun 2011, The Weeknd sempat merilis lagu berjudul What You Need yang menggunakan lagu Aaliyah berjudul Rock The Boat. Namun, kesempatan untuk berkolaborasi sekaligus mengenang karya-karya Aaliyah jadi salah satu pengalaman yang cukup memberikan kesan bagi The Weeknd.
Mengenai arahan baru dalam bermusik, hal tersebut sudah diungkapkan oleh The Weeknd sejak bulan Agustus lalu. Dalam sesi wawancara bersama majalah GQ, The Weeknd mengungkapkan cerita apa saja yang telah dilakukannya untuk merealisasikan album baru yang bakal jadi tonggak era baru dalam bermusiknya.
Menurut Abel Makkonen Tesfaye, proyek album yang tengah dikerjakan ini merupakan proyek yang cukup spesial, karena memiliki konsep yang sudah lama ingin dicoba untuk diaplikasikan ke dalam identitas bermusik dari The Weeknd. Selain itu, musisi asal Kanada satu ini juga sudah membocorkan nama-nama kolaborator besar yang akan ikut bagian dalam proyek album terbaru The Weeknd, di antaranya adalah Giorgio Moroder dan Quincy Jones. Menurut Abel Makkonen Tesfaye, album ini akan jadi album yang pas untuk menemani malam-malam meriah para penggemarnya.
Untuk mengerjakan album barunya, The Weeknd juga menjelaskan bahwa dirinya perlu kembali menggali aspek kreatif yang telah pernah dikeluarkannya. Salah satunya adalah album berjudul Kiss Land yang rilis di tahun 2013. Menurutnya apa yang telah dirinya lakukan untuk album perdana The Weeknd tersebut, membuka kesempatan eksperimen lainnya bagi Abel Makkonen Tesfaye dalam meramu materi album baru yang tengah dikerjakannya saat ini. Selain itu, Abel Makkonen Tesfaye juga menjelaskan bahwa album Kiss Land merupakan sebuah album yang paling jujur yang pernah dirinya buat untuk The Weeknd.
Spekulasi mengenai album baru The Weeknd ini sebelumnya sudah sempat berputar di kalangan penggemarnya ketika sang musisi tampil di acara Billboard Music Awards 2021. Penyanyi asal Kanada ini membuat pernyataan bahwa era After Hours sudah berakhir, mengacu pada album keempatnya yang rilis di tahun 2020 lalu. Abel Makkonen Tesfaye juga pernah mengungkapkan bahwa dirinya cukup lega dan bersyukur akhirnya sudah tidak menggunakan setelan jas berwarna merah lagi yang dirinya selalu lakukan untuk promosi album After Hours.
Sebelum akhirnya resmi menunjukkan buah kreativitas untuk proyek album barunya, Abel Makkonen Tesfaye juga sempat mengumumkan bahwa kekacauan dunia jadi salah satu inspirasi bagi dirinya untuk mengolah materi album baru dari The Weeknd. Abel Makkonen Tesfaye mengakui bahwa dampak yang terjadi di dunia serta dirinya sendiri akibat virus Corona dan gerakan protes Black Lives Matter membuat dirinya melakukan refleksi secara masif dan memutuskan untuk mempersiapkan sebuah album untuk jadi respon yang dilakukannya sebagai seniman.
Kegaduhan dan keprihatinan yang terjadi pada kondisi dunia saat ini akibat pandemi virus Corona dan gerakan protes Black Lives Matter jadi inspirasi utama bagi Abel Makkonen Tesfaye dalam mengerjakan proyek musik terbaru bagi The Weeknd. Proyek musik terbaru yang dilakukan untuk The Weeknd ini nantinya akan hadir dalam format sebuah album sebagai bentuk lanjutan dari album keempatnya, After Hours yang rilis di tahun 2020 lalu.
Menurut The Weeknd, situasi di tahun 2020 yang mengharuskan dirinya mengisolasi diri dan menjaga jarak membuat dirinya semakin mudah peka terhadap hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Kepekaan tersebut juga membawa unsur positif dalam hidupnya sebagai seorang musisi dan seniman. Kepekaan yang The Weeknd rasakan dalam berjarak juga membuat dirinya semakin merasa kreatif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Image courtesy of Blackgrounds Records
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 05/01/2022
1 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Tio
16/01/2026 at 12:40 PM