Kolaborasi menjadi salah satu pengalaman dari perjalanan musik yang cukup memberikan warna menarik bagi musisi yang melakukannya. Kali ini All Time Low mencoba untuk menghadirkan warna yang berbeda dari cara dan kebiasaan mereka dalam bermusik dengan melakukan kolaborasi bersama Pale Waves. Kolaborasi antara All Time Low ini hadir dalam bentuk single baru dari band pop punk asal Amerika Serikat tersebut berjudul PMA.
Judul lagu kolaborasi antara All Time Low dan Pale Waves ini merupakan singkatan yang dipenggal dari kalimat Post Modern Anxiety yang ada di dalam liriknya. Alex Gaskarth selaku vokalis menerangkan bahwa lagu baru dari All TIme Low ini merupakan kisah seseorang yang mencoba untuk mencari solusi di balik kesendirian yang dirinya rasa. PMA dari All Time Low mencoba untuk mengungkapkan kondisi mengenai seseorang yang terus mencari distraksi di aktivitas kesehariannya yang membosankan demi menemukan rasa bahagia atau keseruan.
Secara singkat vokalis dari All Time Low tersebut menyatakan bahwa lagu ini bercerita tentang kondisi di masa isolasi dan keinginan orang untuk mencari stimulasi berlebih yang malah mengganggu pola hidupnya. Alex Gaskarth menambahkan bahwa kondisi tersebut sebenarnya dirinya temukan di lingkungan tempat tinggalnya, di bagian selatan kota California. Vokalis dari All Time Low tersebut mencoba untuk mengambil gambaran realita agar dapat menyentuh hati para penikmat musiknya.
Realita jadi kunci utama dari All Time Low dalam menulis lagu PMA. Pasalnya, ide pembuatan lagu ini hadir sesaat setelah mereka berhasil menyelesaikan rekaman untuk album Wake Up Sunshine di tahun 2020. Kehilangan jadwal tur akibat pandemi sempat membuat kecewa dan menimbulkan kebingungan di antara seluruh anggota band pop punk asal Amerika Serikat tersebut. Akhirnya All Time Low memutuskan untuk kembali masuk ke studio rekaman. Menurut Alex Gaskarth, membuat lagu baru dan menjalani proses rekaman merupakan hal yang mereka bisa kontrol untuk tetap produktif di masa pandemi tersebut.
Lagu PMA dari All Time Low juga dianggap sebagai sebuah sikap Alex Gaskarth untuk menjawab ekspektasi orang terhadap karya-karyanya. Menurut sang vokalis, setiap orang di masa pandemi ini merasakan lelah baik dalam aspek mental maupun fisik. Hal tersebut bukan jadi hal yang perlu ditutup-tutupi. All Time Low mengungkapkan hal tersebut melalui musik tidak hanya untuk membangun kesadaran para penggemarnya, tapi juga jadi pesan positif bagi siapa pun untuk wajar jika mereka ingin rehat sejenak dari aktivitas keseharian yang melelahkan
Perihal kolaborasinya bersama Pale Waves, All Time Low menjelaskan kehadiran band indie rock asal Manchester, Inggris tersebut seakan mampu memberikan cahaya atau kesan optimistis dari lirik yang dibawakan. Karakter vokal dari Heather Baron-Gracie, vokalis Pale Waves terkesan mampu membuka sisi lain di balik lirik lagu yang ditulis berdasarkan pengalaman nyata ini. Untuk tema liriknya sendiri, All Time Low mempercayakan Pale Waves untuk bisa ikut membawakan lagu ini karena band pop punk asal Amerika Serikat ini percaya bahwa apa yang mereka rasakan, juga pernah dialami oleh kuartet indie rock asal Inggris tersebut.
Terkait kolaborasinya bersama All Time Low untuk lagu PMA ini, vokalis dari Pale Waves, Heather Baron-Gracie merasa cukup beruntung dan sangat bersykur atas kesempatan yang hadir. Pasalnya, vokalis dari Pale Waves tersebut mengakui bahwa dirinya cukup menggemari karya-karya dari All Time Low sejak pertama kali muncul ke radar audiens mainstream pada tahun 2005. Ketika band pop punk tersebut mengirimkan materi dan tema mengenai lagu PMA kepada Pale Waves, Heather Baron-Gracie langsung merasa yakin bahwa mereka mampu menambahkan warna berbeda untuk meningkatkan potensi yang ada dari lagu tersebut. Pengalaman personal mengenai keraguan diri jadi hal yang diungkap namun perlu dibalut dengan komposisi lirik yang manis.
PMA jadi single kedua yang dirilis oleh All Time Low di tahun 2021 ini. Sebelumnya, band yang dinahkodai oleh Alex Gaskarth tersebut merilis single Once In A Lifetime pada akhir maret lalu. Single Once In A Lifetime ini merupakan karya yang didasari oleh sudut pandang reflektif tentang mengatasi rasa kehilangan. Lirik yang ditulis oleh All Time Low mencoba untuk menceritakan tentang kehilangan yang jadi motivasi atau landasan dalam menjalani kehidupan yang terus-menerus menimpa seseorang. Alex Gaskarth juga menjelaskan bahwa perkembangan realita yang cukup terus mengkhawatirkan kondisinya menjadi landasan bagi dirinya bersama All Time Low untuk serius menggarap lagu Once In A Lifetime ini.
Alex Gaskarth juga menyatakan bahwa lagu Once In A Lifetime ini merupakan sebuah respon bagi All Time Low dalam menyesuaikan bentuk kehidupan sosial yang baru. Secara garis besar All Time Low menginginkan untuk menghadirkan sebuah sentimen atau perasaan yang nyata dialami oleh seluruh personel band pop punk asal Amerika Serikat ini. Lagu ini jadi bentuk acuan bagi All Time Low bahwa saat permasalahan di dunia ini selesai, kehidupan akan terus berlanjut dan Once In A Lifetime bisa jadi pengingat yang baik untuk menjalani kehidupan dengan sudut pandang yang lebih preventif.
Hadirnya Once In A Lifetime juga jadi momen untuk merayakan kerja sama yang kembali terulang antara All Time Low dengan kehadiran Zakk Cervini dan Andrew Goldstein yang berperan sebagai produser. Ketiganya saling memiliki hubungan yang baik secara profesional. Pasalnya, Zakk Cervini dan Andrew Goldstein juga sempat mengemban tugas sebagai produser dalam penggarapan album kedelapan All Time Low, berjudul Wake Up Sunshine di tahun 2020 lalu.
Image courtesy of Maj.l / Shutterstock
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 25/08/2021
4 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Desy Osmon
21/06/2025 at 23:10 PM
Desy Osmon
21/06/2025 at 23:10 PM
Imam Ciptarjo
01/08/2025 at 10:32 AM
Alriz .
11/10/2025 at 18:10 PM