Setelah lebih dari 20 tahun berkarya sebagai band rock papan atas, Papa Roach kini mencoba untuk menghadirkan kembali napas nostalgia yang jadi keunikan dari mereka. Di tahun 2021 ini, Papa Roach memutuskan untuk memperkenalkan single baru bernuansa rap metal. Rap metal merupakan sebuah genre yang jadi identitas band asal Amerika Serikat tersebut di masa awal popularitasnya. Kini mereka mencoba untuk menghidupkan kembali semangat bermusik tersebut.
Untuk menggarap lagu bernuansa rap metal barunya, Papa Roach kali ini tidak sendirian. Band yang beranggotakan Jacoby Shaddix. Jerry Horton, Tobin Esperance, dan Tony Palermo ini mendapatkan dukungan dari Jason Aalon Butler dari Fever333 dan Sueco The Child, seorang rapper muda sebagai kolaborator untuk lagu berjudul Swerve. Rencananya lagu baru yang dirilis oleh Papa Roach ini akan mengisi salah satu nomor dalam album kesebelas mereka yang kemungkinan akan rilis di tahun 2022 mendatang. Selain itu, single Swerve ini juga jadi rilisan perdana dari band rock Amerika Serikat tersebut untuk memperkenalkan label rekaman mereka sendiri, yaitu New Noize Records, Inc.
Proses perilisan Swerve juga dibuat secara spesial oleh Papa Roach. Band rock asal Amerika Serikat ini memperkenalkan lagunya melalui sebuah program Rock Show With Daniel P. Carter di BBC Radio 1. Beberapa pengamat musik menganggap bahwa lagu Swerve ini merupakan sebuah lagu baru eksperimental dari Papa Roach yang menarik perhatian. Di luar musik, aspek yang menarik perhatian adalah konsep visual yang ditawarkan oleh band rock asal Amerika Serikat ini pada single-nya. Permainan warna neon dengan sentuhan post-apocalypse mampu memberi aksen yang unik dari lagunya.
Single bernuansa eksperimental ini dianggap sudah sejalan dengan konsep kreatif yang ingin diusung Papa Roach untuk album kesebelasnya bagi Jacoby Shaddix. Sang vokalis dengan anggota band lainnya terus mencoba untuk menggali kreativitas yang ada dalam diri mereka dan langsung mengolahnya setiap hari. Rutinitas tersebut dilakukan oleh Papa Roach untuk menjaga produktivitas sekaligus juga menghadirkan kesan kompak. Pasalnya, di masa pandemi Papa Roach meyakini bahwa setiap orang membutuhkan berbagai macam bentuk dukungan.
Dengan memiliki komitmen untuk mencoba berkomunikasi setiap hari, diharapkan tidak hanya mampu memberikan inspirasi dalam bermusik. Namun juga membangkitkan semangat di masa sulit seperti sekarang ini. Untuk albumnya sendiri, Jacoby Shaddix juga menyatakan bahwa materi yang tengah disiapkan akan membuat para penikmat musik rock terkagum-kagum. Papa Roach menginginkan untuk melakukan eksperimen yang liar. Jacoby Shaddix bahkan menyatakan bahwa Papa Roach ingin mencoba apa yang dilakukan oleh Radiohead melalui album OK Computer. Namun untuk band rock satu ini, Jacoby Shaddix tetap membutuhkan pondasi karakteristik yang kuat agar para penggemar setia tidak terlalu merasa asing dengan karya baru mereka.
Kabar mengenai album baru yang tengah dikerjakan oleh Papa Roach ini hadir dari mulut Tobin Esperance. Pemain bass di dalam band rock ikonis tersebut mengungkapkan rencana Papa Roach melalui sesi wawancara dalam sebuah program radio yang dipandu oleh Radioactive Mike Z. Dalam wawancara yang dilakukan oleh Tobin Esperance, diketahui bahwa Papa Roach sedang fokus untuk menggarap materi album terbaru mereka. Proses penggarapan materi ini diakui oleh pemain bass Papa Roach tersebut sebagai sebuah cara untuk mengatasi waktu luang di masa pandemi.
Berkat waktu yang cukup banyak tersisa, Papa Roach pun berhasil merekam banyak lagu. Ada kemungkinan juga bahwa album ini akan hadir dalam format double album. Namun hal tersebut masih bisa belum dipastikan. Pasalnya, proses penggarapan album yang sedang dikerjakan oleh Papa Roach saat ini sudah masuk tahap mixing. Dengan banyaknya lagu yang harus dikerjakan dalam proses mixing, Papa Roach pun membutuhkan waktu lebih banyak agar hasilnya sesuai dengan apa yang diharapkan oleh seluruh anggota band.
Papa Roach dinilai menjalani proses rekaman album barunya ini dengan santai. Tobin Esperance juga mengakui bahwa proses rekaman untuk album baru yang dilakukan sejak tahun 2020 ini merupakan satu-satunya yang menghadirkan pengalaman berbeda dalam sejarah bermusik mereka. Pengalaman tersebut hadir karena Papa Roach tidak harus terburu-buru dalam menyelesaikan proses produksi dari albumnya.
Pemain bass satu ini mengungkapkan bahwa aktivitas rekaman sebetulnya masih berjalan sama dengan yang sering mereka lakukan. Namun, tidak adanya tenggat waktu membuat proses penulisan dan produksi album jadi lebih matang. Hal tersebut juga cukup membantu memulihkan kondisi psikologis dari setiap anggota Papa Roach, karena tidak ada beban yang harus dilunasi dari proses pengerjaan album tersebut. Selain itu, input kreatif dari seluruh anggota band juga kini lebih mendapatkan atensi dan juga apresiasi yang lebih baik daripada sebelumnya.
Tobin Esperance juga menyatakan bahwa dampak positif dari waktu luang yang banyak adalah transformasi energi yang lebih optimal kepada karya-karya yang sedang digarap dari setiap anggota Papa Roach. Menurutnya, materi yang telah dipersiapkan untuk album baru Papa Roach ini memiliki energi positif yang cukup besar. Terlepas dari agresi maupun kebahagiaan yang jadi tema dan konsep utama dari setiap lagu nantinya, seluruh anggota mampu memberikan sepenuhnya yang membuat lagu terdengar jadi lebih berisi. Pemain bass di dalam tubuh Papa Roach tersebut juga menyatakan bahwa untuk album barunya, Papa Roach juga menghadirkan beberapa karya kolaboratif dari banyak musisi. Kehadiran sosok di luar Papa Roach juga diakui menghadirkan atmosfer berbeda yang dapat memberi motivasi kepada Papa Roach untuk mampu mengolah suatu karya jadi hal yang baik.
Image courtesy of Brandon Nagy / Shutterstock
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 27/08/2021
10 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Tiurnatalia Manalu
22/01/2025 at 10:36 AM
Yohanes Hariono
06/02/2025 at 08:21 AM
Smard man
08/03/2025 at 12:19 PM
Ericka Adelia
08/03/2025 at 20:52 PM
SEPTIAN DWI NUGROHO
20/03/2025 at 10:33 AM
Lukman Hakim
18/06/2025 at 23:09 PM
AyuRL Ningtyas
16/07/2025 at 10:50 AM
AyuRL Ningtyas
16/07/2025 at 10:51 AM
GRACE JELIA PUTRI TADETE
18/09/2025 at 05:03 AM
A. Kun n
11/10/2025 at 19:23 PM