Proses penulisan lagu hingga saat ini masih belum punya landasan teori maupun praktek yang paten. Bahkan masih dibilang layaknya sebuah misteri. Pasalnya, proses penulisan musik bisa memawakan waktu yang lama, seperti berminggu-minggu dan juga bisa rampung dalam waktu singkat. Hal tersebut kini yang dirasakan oleh Marion Jola lewat lagu barunya. Memperkenalkan single berjudul Overthinking, Marion Jola mengakui bahwa proses penulisan lagu barunya hanya membutuhkan waktu semalaman saja.
Overthinking merupakan single baru yang dilepas oleh Marion Jola setelah kurang lebih 1 tahun lamanya tidak memperkenalkan karya baru secara solo. Walaupun begitu, Marion Jola sempat merilis single kolaborasi bersama Danilla Riyadi dan juga Ramengvrl pada pertengahan tahun 2021 kemarin. Marion Jola juga diketahui menulis lagu terbarunya ini secara mandiri. Dalam penggarapannya, sang musisi dibantu oleh Dennis Talakua sebagai produser. Dennis Talakua merupakan kolaborator yang sering mendukung proses berkarya dari Marion Jola, salah satunya adalah dengan mengisi posisi gitaris di setiap kesempatan manggung dari Marion Jola.
Berbicara mengenai single barunya, Marion Jola merasa perlu mencurahkan isi hatinya secara penuh untuk lagu Overthinking ini. Menurut Marion Jola, sepanjang kariernya, rasanya saat ini sudah waktunya bagi dirinya untuk bisa menulis lagu yang datang dar isi hati dan pikiran dirinya sendiri. Hal tersebut dilakukan agar para penikmat karyanya bisa merasakan secara jujur apa yang coba disampaikan Marion Jola lewat lagunya.
Melalui lagu Overthinking, Marion Jola mencoba untuk menceritakan kisah dua orang pasangan yang saling punya perasaan yang kuat. Namun, perasaan tersebut malah membuat keduanya jadi memikirkan hal yang terlalu jauh dan hadir gambaran kurang nyaman yang dirasakan kedua pasangan tersebut.
Marion Jola mengakui inspirasi ini datang dari seorang teman yang merasakan hal yang sama. Oleh karena itu, sang musisi merasa bahwa kondisi overthinking ini cukup sering dialami oleh banyak orang. Sehingga jadi langkah yang tepat untuk bisa menjadi penyambung curahan isi hati banyak orang lewat lagu perdana yang ditulisnya secara mandiri.
Diakui oleh Marion Jola bahwa proses penulisan lagu hanya memakan waktu semalam saja. Namun, proses produksi mulai dari penentuan aransemen yang tepat membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan. Proses rekaman dan penyempurnaan lagu juga memakan waktu yang cukup panjang diakui oleh samg musisi. Total, masa waktu pengerjaan lagu barunya memakanw aktu kurang lebih 3 bulan, menurut Marion Jola.
Dalam industri musik, memang tidak asing seorang musisi didukung oleh berbagai penulis lagu untuk menciptakan karya. Namun, diakui oleh Marion Jola bahwa proses penulisan lagu sudah mulai ditekuninya sejak dua tahun ke belakang. Marion Jola menyatakan bahwa sempat ada keraguan dan rasa kurang percaya diri yang datang ketika mulai menulis lagu secara mandiri. Namun, tekadnya yang kuat berhasil membuktikan bahwa dirinya mampu untuk bisa menulis lagu secara mandiri, seperti yang dibuktikan lewat lagu Overthinking ini.
Untuk bisa membangun rasa percaya diri terhadap lagu yang ditulisnya, Marion Jola mengakui bahwa dirinya perlu melewati proses yang cukup panjang. Sebagai musisi, Marion Jola terus memotivasi diri untuk terus mampu melatih diri dalam penulisan lagu ini. Di tengah masa latihan, Marion Jola pun mengakui diirnya sempat terpikir untuk meyerah dan tidak menulis lagu untuk sementara waktu. Namun masa tersebut bisa dilewati dengan baik oleh sang musisi hingga akhirnya Marion Jola pun mulai memperkenalkan karya hasil pribadinya kepada teman-teman terdekatnya. Respons positif membantu meningkatkan rasa percaya dirinya.
Meskipun hampir satu tahun Marion Jola tidak merilis karya solo, di pertengahan tahun 2021 lalu sang musisi sempat merilis sebuah single kolaboratif bersama Danilla Riyadi dan juga Ramengvrl berjudul Don’t Touch Me. Hadirnya lagu kolaboratif ini cukup menjadi hal yang unik. Pasalnya, Baik Danilla Riyadi, Ramengvrl, dan Marion Jola dikenal datang dari latar belakang musik yang berbeda. Alih-alih mencoba untuk mencari jalan tengah dari perbedaan warna musik yang kontras, ketiga musisi tersebut memutuskan untuk meleburkan karakteristik musik R&B, indie folk, serta hip hop ke dalam satu nyawa bernama Don’t Touch Me.
Tidak hanya peleburan genre saja yang jadi dibawa oleh masing-masing musisi, baik Danilla Riyadi, Ramengvrl, dan Marion Jola juga menghadirkan cerita personal mereka sebagai seorang musisi perempuan yang harus berusaha lebih ekstra untuk dapat menancapkan eksistensinya serta mendapatkan pengakuan melalui karyanya di industri musik. Lagu hasil kolaborasi antara Danilla Riyadi, Ramengvrl, dan Marion Jola ini juga memiliki pesan agar para musisi perempuan tetap semangat untuk terus meraih mimpinya bersama-sama.
Image courtesy of Marion Jola
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 25/02/2022
15 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Agus Sungkawa
20/09/2024 at 18:58 PM
Nicolas F
07/11/2024 at 20:50 PM
adji Noor
08/11/2024 at 07:46 AM
Smard man
04/01/2025 at 15:28 PM
Mursalim m
20/03/2025 at 14:48 PM
Yohanes Hariono
22/05/2025 at 08:30 AM
INTAN FINDIA ANGGRAINI
25/05/2025 at 21:03 PM
asep syaripudin
01/06/2025 at 08:39 AM
FITA RUSMAWATI
04/06/2025 at 11:28 AM
John TSH
07/06/2025 at 09:09 AM
Radhitya Pasha Rustam
07/06/2025 at 21:20 PM
Indra Desanri
07/06/2025 at 23:13 PM
GRACE JELIA PUTRI TADETE
13/09/2025 at 00:17 AM
Muhamad Saifudin
26/11/2025 at 22:45 PM
Yogi Putra Pratama
19/02/2026 at 21:24 PM