Navicula, kuartet rock asal Bali, telah kembali. Di momen kembalinya ini, mereka merilis single baru berjudul Kembali ke Akar, menyusul single mereka Dinasti Matahari yang dirilis awal tahun 2022. Single baru ini diambil dari album terbarunya bertitel Archipelago Rebel yang segera dirilis tahun ini.
Kembali ke Akar merupakan single yang bertema ajakan. Menurut Navicula, single ini merupakan sebuah peringatan untuk mengajak orang-orang mengingat kembali siapa identitas mereka dan asal-usul mereka. Gede Robi, vokalis Navicula, mengatakan, “Juga pengingat menjaga tradisi, apa yang sudah diwariskan oleh pendahulu kita. Ahar kita bisa memaknai, memanfaatkan, dan membuatnya relevan untuk zaman sekarang.”
Tidak hanya keluar dalam format audio, Kembali ke Akar juga dilepas dalam format video musik yang juga telah dirilis pada 10 Juni 2022. Video musik Kembali ke Akar bekerja sama dengan KITAPOLENG. Ide video musik Kembali ke Akar juga hampir serupa dengan video musik Dinasti Matahari. Lokasi pembuatan video musik tersebut dilakukan sepenuhnya di tiga lokasi di Bali seperti di Tabanan, TPA Suwung, dan Renon.
Apa yang coba digambarkan Navicula dalam video musik berdurasi 3 menit itu adalah peranan manusia di dunia modern, yang memiliki berbagai macam profesi. Namun, menurut mereka, “Alur plot ini ada plot, kita mencoba melepas semua atribut atau peran kita di dunia modern ini untuk menuju identitas atau asal-usul kita.”
Navicula menyebutkan bahwa hal ini penting, sebab bukan hanya di Bali saja, tetapi di seluruh dunia. Semua mengarah ke hal bernama kemajuan dan perkembangan teknologi serta peradaban. Menurut Navicula, kemajuan seseorang berasal dari diri sendiri. Mulai dari apa saja pengetahuan yang dimiliki, kebijakan atau pemikiran yang sudah ada turun temurun, hingga bagaimana kondisi lingkungan membentuk seseorang.
“Dengan pemetaan ini, kita mampu untuk berangkat dari apa yang kita punya, tapi dikembangkan dari sebelumnya. Melestarikan apa yang bagus dan memperbaiki apa yang perlu diperbaiki,” ungkap mereka.
Lagu Kembali ke Akar ini juga dimaksudkan untuk pelestarian terhadap budaya Indonesia. Upaya inilah yang diangkat dalam setiap karya Navicula demi mendukung Nation Branding Indonesia. Hal ini senada dengan single pertama mereka tahun ini, Dinasti Matahari yang liriknya ditulis oleh frontman Navicula, Gede Robi.
Lewat lagu tersebut, Gede Robi ingin menyampaikan pesan yaitu mensyukuri anugerah alam Indonesia yang tak kunjung habis dan penuh budaya. Robi mengatakan, lagu itu juga bercerita tentang betapa nikmatnya anugerah untuk tinggal di bangsa yang besar ini. Kita pun bisa mendapatkan berkah matahari yang bersinar di sepanjang musim.
Menurut Robi, masyarakat Indonesia adalah “anak-anak matahari,” sebuah bangsa dengan budaya yang lekat dengan kehadiran mentari. Kita, baginya, adalah “pewaris tahta dinasti surya.” Itulah yang ingin disampaikannya dalam lagu tersebut. Bukan sekadar mengucap syukur, tetapi juga sudah selayaknya generasi sekarang menjaga kelestarian alam Indonesia agar kelak bisa diwariskan ke generasi mendatang.
Navicula juga berharap bahwa para pendengar bisa memperoleh pesan tentang bagaimana mereka melestarikan local wisdom dengan melestarikan pengetahuan dan prinsip ideologi, dan bukan hanya dengan atribut atau fashion.
Navicula pun memiliki alasan di balik pemilihan tiga lokasi sebagai tempat syuting video musik Kembali ke Akar. Menurut mereka, “Ini juga menarik mengapa memilih lokasi TPA Suwung. Karena peradaban dan modernitas kita banyak sekali menghasilkan hal mudharat, yaitu sampah. Kembali ke Akar membuat kita ingat kembali bahwa kemajuan teknologi sebisa mungkin tidak membuahkan sampah dan limbah yang nantinya justru bisa merusak alam. Alam dan budaya adalah satu kesatuan aset yang dimiliki Bali. Menurut Navicula, akar budaya bali adalah bukan akar yang melestarikan budaya, tapi juga melestarikan alam.”
Video musik ini adalah hasil kerja sama Navicula dengan team KITAPOLENG. Dibal Ranuh bertindak sebagai sutradara dan Jasmine Okubo sebagai koreografer. GAMA 1930 (Gung Ama & Indira Laksmi Busana) mengarahkan kostum. Nama Sandrina Malakiano pun muncul sebagai produser eksekutifnya yang sejauh ini namanya juga dikenal sebagai presenter berita nasional dengan rekam jejak panjang di dunia audio visual.
Navicula konsisten meneriakkan isu sosial dan lingkungan lewat dua single yang telah rilis tersebut. Hal ini juga sama dengan sebagian besar karya mereka. Navicula pun selalu berupaya menanamkan benih-benih perubahan dan mendukung isu kesejahteraan sosial serta pelestarian lingkungan, baik dalam skala nasional maupun global.
Navicula yang formasinya diisi vokal dan gitar oleh Gede Robi, gitar oleh Dadang Pranoto, drum oleh Palel Atmoko, dan bass oleh Krishnanda Adipurba telah merilis sekurang-kurangnya sembilan album penuh, sebuah mini album, dan puluhan proyek album kompilasi. Mereka juga telah merilis sejumlah video musik dan dokumenter. Selain itu, ada sejumlah kolaborasi mereka dengan artis, organisasi, dan jaringan kerja lokal maupun internasional.
Sementara video musik Kembali ke Akar didukung oleh Bali Wariga, KITAPOLENG, Doss Bali, dan Arakbica. Album Archipelago Rebel sendiri akan dirilis tengah tahun 2022 ini. Bersama dengan perilisan album barunya juga, Navicula akan membuat panggung musik di Renoma Cafe, Jalan Hayam Wuruk, Renon, Denpasar, Bali.
Image source: https://www.instagram.com/naviculamusic/
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 27/06/2022
6 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Mursalim m
14/04/2025 at 13:34 PM
Cands
20/05/2025 at 06:56 AM
NURHANDANY DANY
09/06/2025 at 14:59 PM
Muhamad Saifudin
27/08/2025 at 22:25 PM
Garindratama Harashta
02/09/2025 at 08:11 AM
Maoreen Lokito
11/03/2026 at 18:13 PM