Tema episodik dalam sebuah karya musik merupakan hal yang unik untuk disuguhkan kepada para penggemar setia. Hal itu pun dilakukan oleh Nas ke dalam album barunya berjudul King Disease II yang baru saja rilis pada awal Agustus lalu. Sesuai dengan judul albumnya, King Disease II merupakan album lanjutan yang memiliki hubungan langsung terhadap album Nas yang dirilis pada tahun 2020 lalu berjudul King Disease.
Dengan album sebelumnya yang berhasil memenangkan penghargaan Best Rap Album untuk ajang Grammy Awards tahun 2021. Sudah dipastikan bahwa episode selanjutnya dari album King Disease milik Nas ini juga punya target dalam melampaui pencapaian sebelumnya. Oleh karena itu, salah satu langkah untuk membuat album King Disease II jadi lebih punya kekuatan adalah dengan cara kolaborasi. Tidak tanggung-tanggung, rapper asal New York ini mengundang salah satu living legend di ranah hip hop sebagai kolaborator. Living legend tersebut dikenal dengan nama Eminem.
Dari 15 track yang dimuat oleh Nas untuk King Disease II ini, Eminem berperan untuk membantu sang musisi dalam sebuah lagu berjudul EPMD 2. Ini adalah karya kolaborasi pertama antara Nas dan Eminem yang dilakukan dalam berbagi peran dalam sebuah lagu. Meskipun begitu, keduanya memang sudah punya hubungan pertemanan dan rekanan kerja yang baik. Di tahun 2002, Eminem sempat menjadi penulis sekaligus produser untuk salah satu lagu Nas berjudul The Cross.
Tidak hanya Eminem, dalam lagu berjudul EPMD 2 tersebut Nas juga mengundang Erick Sermon dan Parrish Smith. Duo rapper asal New York tersebut datang untuk menghadirkan dinamika yang jadi jembatan dari karakter rap Eminem dan juga Nas dalam lagu tersebut. Episode lanjutan untuk konsep King Disease ini dirilis oleh Mass Appeal Records.
Berbicara mengenai album King Disease dari Nas yang rilis di tahun 2020, album tersebut cukup mendapatkan apresiasi positif baik dari kritikus serta kalangan media musik internasional. Beberapa menyatakan bahwa album ke-12 dari sejarah musik sang musisi tersebut merupakan sebuah karya yang jujur. Pasalnya dalam album tersebut, para penikmat musik dapat mendengarkan upaya Nas untuk mencari cara baru dalam bermusik di era modern tanpa harus mengubah identitasnya yang sudah dibangun sejak tahun 1989.
Kegigihan Nas dalam mencoba untuk menghadirkan warna baru dalam karyanya tersebut dinilai jadi salah satu faktor penting mengapa album King Disease bisa mendapatkan penghargaan sebagai album rap terbaik di ajang Grammy Awards 2021 lalu. Di tahun 2021 ini Nas juga sempat merayakan ulang tahun ke-25 dari album keduanya, It Was Written.
Dalam perayaan yang dikabarkan pada awal Juli lalu tersebut, Nas kembali merilis ulang album klasiknya yang cukup populer di tahun 1996 tersebut. Nas membuat deluxe version di tahun 2021 untuk album keduanya dan menambahkan beberapa materi yang tidak dirilis sebelumnya dari album It Was Written. Beberapa materi atau lagu yang belum sempat rilis tersebut, berjudul Silent Murder dan Street Dreams (Bonus Verse) kini sudah bisa dinikmati di berbagai layanan streaming musik.
Perayaan ulang tahun dari album kedua Nas ini juga dibantu oleh Get On Down yang berperan sebagai label rekaman untuk proses produksi dan distribusi dari versi fisik dari It Was Written Deluxe Version. Album fisik tersebut dirilis dalam edisi terbatas yang akan mulai disebar kepada para penggemar yang sudah memesan lebih dahulu di bulan September mendatang. Dalam album fisik dari It Was Written Deluxe Version tersebut, para penggemar Nas akan mendapatkan 2 buah vinyl berwarna dari album It Was Written serta piringan hitam 7 inci berisi single The Message dan Sweet Dreams.
Di luar aktivitasnya sebagai musisi, Nas juga memiliki pengaruh yang cukup besar dalam perkembangan skena hip hop di Amerika Serikat. Pasalnya pada awal tahun 2021 ini, Nas merupakan salah satu musisi hip hop yang berhasil dilibatkan untuk meletakkan batu pertama secara simbolis dalam konstruksi Universal Hip Hop Museum (UHHM). Kehadiran Universal Hip Hop Museum (UHHM) jadi sebuah momen besar bagi skena musik hip hop di seluruh dunia.
Bertempat di New York, Universal Hip Hop Museum (UHHM) ini akan jadi museum musik pertama yang didedikasikan untuk skena hip hop. Di dalam Universal Hip Hop Museum (UHHM) nantinya juga akan dipenuhi informasi kronologis terkait perkembangan musik hip hop di Amerika Serikat maupun dunia. Informasi tersebut diharapkan bisa membantu menghadirkan semangat kolektif hip hop akar rumput untuk terus berkarya sesuai ideologi mereka, baik independen maupun kolaborasi dengan industri musik secara luas.
Image courtesy of Nas
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 31/08/2021
2 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Imam Ciptarjo
13/06/2025 at 10:24 AM
Garindratama Harashta
16/06/2025 at 10:40 AM