MØ membuat pengumuman bahwa ia segera merilis album ketiganya bertajuk Motordrome yang akan dirilis awal tahun depan. Bersamaan dengan pengumuman itu, MØ juga telah membagikan dua lagu barunya untuk album tersebut.
Dua lagu baru tersebut adalah tindak lanjut dari perilisan single Kindness dan Live to Survive yang rilis awal tahun ini. Superstar asal Denmark itu mengungkapkan bahwa album ketiganya Motordrome akan dirilis pada 28 Januari 2022 mendatang. Album Motordrome adalah tindak lanjut dari album Forever Neverland yang rilis tahun 2018 lalu.
Penyanyi dan penulis lagu yang lahir dengan nama Karen Marie Aagaard Ørsted Andersen ini juga telah membagikan dua lagu baru berjudul Brad Pitt yang digambarkan sebagai ledakan euforia elektro-pop. Sementara satu lagi berjudul Goosebumps yang lebih fokus dan dilengkapi dengan rekaman video bulan lalu setelah pertunjukan kampung halaman Andersen di Den Grå Hal, Kopenhagen, Denmark.
Berbicara tentang dua trek tersebut, MØ menjelaskan bahwa kedua lagu itu, dengan caranya masing-masing, adalah tentang mengingat siapa kita. Untuk mengingat bahwa kita bisa bersinar, untuk mengingat ada peluang untuk keluar dari penjara yang ada di pikiran kita. Keduanya berkisah untuk secara aktif menggerakkan tubuh Anda keluar dari lingkaran dan masuk ke dunia.
MØ mengatakan: “Saya berharap orang akan merasa bahwa (album ini) asli dan ada cerita di sana yang dapat mereka hubungkan. Bagi saya album ini mewakili perubahan besar dalam hidup saya. Meskipun saya masih melakukan apa yang saya suka lakukan, itu terasa seperti babak baru. Era dalam hidup saya telah berakhir dan saya memasuki era baru. Itu menakutkan, tapi itu membebaskan.”
Di samping mengumumkan dua single baru beserta album barunya, MØ juga mengungkapkan bahwa dia akan menjalani tur dunia yang dimulai pada Februari dan April 2022 mendatang setelah album barunya dirilis. MØ akan memulainya dari Norwegia, Swedia, Polandia, Jerman, Prancis, Belanda, hingga Inggris. Pada April 2022, ia akan melanjutkannya dengan keliling Amerika Serikat.
Sebelumnya, MØ kembali dengan single baru pada pertengahan 2021 ini. Ia merilis single Live To Survive yang diproduksi oleh SG Lewis. Lagu tersebut dilepas pada 28 Mei 2021 lalu yang menjadi musik pertamanya lagi sejak perilisan album keduanya Forever Neverland pada 2018.
Ia mengatakan Live to Survive sangat banyak tentang menarik diri Anda melalui waktu yang buruk dan kembali lebih kuat di sisi lain. Namun, menurutnya, lagu itu juga tentang memaafkan diri sendiri atas kesalahan tersebut. Hal itulah yang akan terjadi dalam hidup setiap orang.
Kemudian pada Juli lalu, MØ telah kembali dengan lagu baru keduanya di tahun 2021 berjudul Kindness. Single Kindness ini digambarkan sebagai surat cinta untuk penggemar bintang pop asal Denmark ini yang ditulis bersama Ariel Rechtshaid, Jam City, dan Yangze.
"Saya menulisnya pada saat saya merasa, seperti banyak orang, terputus dari dunia fisik. Meskipun terisolasi, ada koneksi dan dukungan yang indah dari penggemar saya dan dari komunitas online kecil kami, yang sangat saya syukuri,” kata MØ dalam sebuah pernyataan.
“Saya menulis demo pertama di Kopenhagen dengan beat yang dibuat oleh teman saya, Yangze. Ariel Rechtshaid kemudian bergabung dalam proses dan bekerja secara online dan melintasi zona waktu. Kami membuat lagu ini terbentuk,” lanjutnya.
Album kedua MØ, yang berisi trek kolaborasi mega hits-nya pada tahun 2018 dengan Major Lazer untuk single Lean On, yang sebelumnya dirilis pada 2015. Review dari NME yang memberikan bintang empat untuk album tersebut menyebutkan: “Sama-sama terinspirasi oleh Spice Girls dan Sonic Youth, MØ adalah artis offbeat yang menarik dengan masalah era streaming yang sangat modern: hits terbesarnya sejauh ini telah menjadi fitur pada lagu orang lain, yaitu bersama Major Lazer untuk Lean On dan Cold Water.”
MØ bersatu kembali dengan Walshy Fire dari Major Lazer pada 2019 lalu untuk merilis Walshy Fire Presents: MMMMØ – The Mix. MØ menggambarkan album remix tersebut sebagai “campuran dari beberapa favorit lama saya, favorit baru, beberapa B-side, dan cover terbaru yang saya buat dari salah satu lagu favorit saya di dunia!”
Dalam sebuah wawancara bersama Wonderland, MØ mengatakan bahwa kakeknya, Mogens Ørsted, dulunya adalah seorang seniman. Kakeknya menandatangani inisial nama “MØ” pada lukisannya. Oleh karena itu, dia memutuskan dia ingin melakukan hal yang sama dengan inisial yang sama dalam namanya sendiri. Dalam bahasa Denmark, kata mø berarti "perawan" atau "perawan hidup".
Musik MØ diklasifikasikan sebagai elektronik, electropop, synth-pop, dan indie pop, dan digambarkan pula sebagai "musik elektro dengan nyali". NME menyebut karyanya sebagai persilangan antara Siouxsie Sioux dan Janet Jackson. Sementara MØ menggambarkan suaranya sebagai "campuran organik namun dinamis dari elektro, indie-pop, soul, dan street vibes.". Dia memamerkan gaya musik yang berbeda di album debutnya, No Mythologies to Follow (2014) sebagai pop indie, dream pop, dark pop, electronica, dan R&B alternatif. Sedangkan di album keduanya, Forever Neverland (2018) digambarkan sebagai electro pop dan dance-pop, yang mengandung elemen tropical house, eksperimental, trip hop, pop alternatif, dan dancehall.
Image source: NME
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 10/12/2021
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :