Meskipun dianggap sebagai salah satu band metal veteran di kancah musik internasional, hal tersebut tidak membuat Meshuggah terlena. Bahkan, band metal asal Swedia ini sempat mengumumkan bahwa mereka tengah mempersiapkan album kesembilan di tahun 2021 lalu. Proses tersebut pun diakui oleh Meshuggah berjalan dengan lancar dan dibuktikan oleh hadirnya single baru berjudul The Abysmal Eye pada akhir Januari lalu.
The Abysmal Eye jadi single perdana yang membuka era bermusik baru Meshuggah yang akan dimunculkan lewat album berjudul Immutable yang segera dirilis dalam beberapa bulan mendatang. Total ada 13 lagu yang dipersiapkan oleh Meshuggah untuk album Immutable yang salah satunya adalah The Abysmal Eye yang baru saja rilis. Dalam proses pengerjaan album barunya, Meshuggah pun sempat mengalami kendala yang datang terutama dari benak di masing-masing personel.
Selepas merilis album The Violent Sleep Of Reason di tahun 2016, diakui oleh Mårten Hagström selaku pemain gitar untuk Meshuggah bahwa ada perubahan pola pikir yang dialami dirinya dan juga seluruh anggota band. Menurut gitaris dari Meshuggah tersebut, secara kolektif mereka meyakini bahwa masih punya kemampuan untuk bermusik dan menawarkan warna baru untuk karya-karya di masa yang akan datang. Namun kendala datang ketika mereka mulai mempertanyakan diri sendiri apakah mereka ingin mulai menulis musik kembali.
Meshuggah melewati proses diskusi yang cukup panjang untuk bisa memantapkan hati masing-masing dan juga secara keseluruhan. Keputusan yang diambil untuk kembali menulis lagu terbilang cukup krusial. Pasalnya, di masa pandemi tidak banyak hal yang bisa Meshuggah lakukan selain memanfaatkan waktu dan keahlian mereka untuk berkarya. Untuk itu, akhirnya Meshuggah sepakat untuk kembali masuk ke studio untuk melakukan rekaman album baru.
Dalam kesepakatan tersebut Meshuggah juga menjelaskan bahwa prosesnya harus berjalan secara menyenangkan. Oleh karena itu, seluruh anggota Meshuggah menyepakati bahwa mereka tidak terlalu menahan luapan emosi dan kreativitas yang coba disampaikan oleh setiap anggota dalam meramu era musik baru bagi band metal tersebut.
Kesepakatan yang ada dan kebebasan yang jadi landasan membuat seluruh anggota Meshuggah merasa nyaman dan juga percaya diri dalam proses penulisan lagu dan rekaman. Gitaris dari Meshuggah tersebut juga merasa ketika masuk ke dalam studio dirinya merasa yakin untuk bisa membuat album paling keren menurut dirinya dan juga anggota band lainnya.
Sesaat rasa percaya diri itu datang, rasa ragu ternyata kembali menghantui Meshuggah. Mårten Hagström menyatakan bahwa ada masanya mereka mulai ragu apakah karya baru yang berlandasan kebebasan ini nantinya bisa diterima oleh para penggemar mereka. Namun, rasa ragu tersebut pun perlahan hilang ketika seluruh anggota Meshuggah mulai berhasil mempresentasikan karya mereka satu per satu untuk bisa mewakili 13 nomor yang disiapkan dalam album Immutable. Pengerjaan album Immutable juga diakui terasa lebih lengkap oleh Meshuggah. Pasalnya untuk album tersebut Fredrik Thordendal selaku pemain gitar kembali ke dalam tubuh Meshuggah setelah beberapa tahun ke belakang memutuskan untuk rehat.
Perubahan warna atau nuansa musik yang ditawarkan oleh Meshuggah bukan pertama kali dilakukan untuk menyambut album Immutable saja. Hal ini ternyata sudah dilakukan oleh band metal asal Swedia ini dalam beberapa album sebelumnya. Salah satu buktinya hadir lewat album terakhir mereka, The Violent Sleep Of Reason.
Album kedelapan dari Meshuggah tersebut diakui sebagai salah satu karya yang sudah dipersiapkan secara konsep sepanjang 20 tahun mereka berkarier. Konsep yang dimaksud adalah kembali menghilangkan bantuan teknologi rekaman di era modern. Menurut Meshuggah, sepanjang perkembangan teknologi di dunia produksi musik, mereka cukup terbantu untuk merapikan beberapa elemen yang memang dianggap mengganggu.
Namun, lambat laun Meshuggah merasa karya mereka jadi terlalu rapi dan seakan menghilangkan kesan garang dari persona Meshuggah sendiri. Untuk itu, proses rekaman album kedelapan mereka dilakukan secara live dan menggunakan peralatan yang terbilang sederhana. Meshuggah merasa dengan teknik tersebut, mereka bisa kembali menghadirkan emosi yang terasa hilang akibat bantuan teknologi.
Apa yang Meshuggah lakukan untuk album The Violent Sleep Of Reason ternyata berhasil kembali membuat nama Meshuggah meroket. Karya-karya di dalamnya berhasil masuk ke dalam nominasi penghargaan internasional, salah satunya adalah Grammy Awards di tahun 2018 untuk kategori Best Metal Performance yang diwakili oleh lagu mereka berjudul Clockworks.
Image courtesy of Meshuggah
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 21/02/2022
7 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Ald /
05/11/2024 at 16:10 PM
GRACE JELIA PUTRI TADETE
13/02/2025 at 05:57 AM
Imam Ciptarjo
24/04/2025 at 08:40 AM
Ericka Adelia
15/06/2025 at 13:37 PM
zakief Nazmudin
17/06/2025 at 07:02 AM
Ricko Pratama Putra
23/08/2025 at 22:54 PM
Muhamad Saifudin
30/11/2025 at 22:35 PM