Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Menyusuri Pengaruh Musik dalam Revolusi Kebebasan

Musik laksana sebuah senjata. Jika perlawanan fisik tak urung mempan, maka sebuah alunan nada-nada dinamis pun nyatanya mampu menjadi media penengah yang ampuh di medan perang. Tak sekadar berupa sajian raungan bernada melodius, entitas musik pun turut diselipi dengan sederet lirik provokatif yang mampu mengubah pandangan seseorang akan sesuatu hal.

Sebagian orang beranggapan bahwa musik merupakan bahasa universal serta paling mudah dimengerti oleh setiap awam. Hal itu mungkin benar adanya. Di dalam musik pun tak luput terkandung suatu pesan khusus oleh para penciptanya. Seolah sang seniman sengaja menyelipkan ide gagasan maupun perspektifnya di karya seninya tersebut, berharap pada akhirnya si pendengar ikut meresapi makna kuat yang terkandung di balik rentetan karya.

[bacajuga]

Seiring perkembangannya, kini musik selayaknya sebuah kebutuhan primer bagi mayoritas penikmatnya. Musik telah jadi medium yang selalu hadir setia menemani hari-hari sang pendengar. Namun lebih dari itu, musik memiliki makna yang terlampau luas. Perlahan musik mulai berevolusi menjadi alat penyalur aspirasi bagi para pelakunya. Musik pun telah menjadi sarana kritik sosial bagi para pegiatnya.

Dampak yang ditimbulkan oleh musik tak main-main, entitas ini mampu memantik bara api patriotisme yang berkecamuk dari dalam diri seseorang. Segelintir tokoh-tokoh revolusioner bahkan menjadikan musik sebagai inspirasi selagi menebar gerakan bawah tanah dalam memperjuangkan hak-hak manusia sederajat dan sebangsa.

Namun, siapa sangka musik juga ternyata berpotensi memberikan efek yang sebegitu vital bagi kehidupan politik sebuah negara? Musik menjadi pelecut semangat sebuah kelompok maupun gerakan untuk menjalankan revolusi demi mengubah masa depan suatu negara. Di beberapa negara, terdapat figur-figur unik berpengaruh yang berkecimpung di jagat politik. Tak serta-merta memikirkan perihal revolusi, mereka pun selayaknya manusia pada umumnya. Sebagian dari revolusioner itu juga menyenangi seni. Musik pun jadi pemantik utama mereka untuk memperjuangkan sebuah revolusi dalam skala besar.

Di Republik Ceko, nama Vaclav Havel tak ubahnya seorang pahlawan. Sebelum merdeka, Cekoslovakia merupakan daerah jajahan Uni Soviet. Di penghujung 80-an, sekian banyak revolusi meletus dan mulai menampakkan diri. Salah satu gerakan sohor itu pun dinamai Revolusi Velvet/Beludru yang diinisiasi oleh aktivis sekaligus seorang penggila rock n roll.

Havel begitu terkagum-kagum pada deretan ikon rock sekaliber Lou Reed, frontman unit rock primitif Velvet Underground hingga Frank Zappa. Ia pun tak segan menamakan gerakan revolusinya itu dengan nama band favoritnya untuk menumbangkan rezim komunis. Sebagai info tambahan, Havel juga pernah meminta secara hormat kepada Frank Zappa untuk menduduki jabatan Menteri di bidang kesenian di jajaran elit pemerintahan Republik Ceko. Selain itu, ketika dirinya sempat menjabat sebagai presiden, suatu waktu saat dalam kunjungan ke New York, ia pun menyempatkan diri mengunjungi bar legendaris CBGB.

Tanpa disadari, musik turut berperan vital dalam menyatukan para aktivis-aktivis gerakan pembaharuan di Cekoslovakia, hingga pada akhirnya mereka mewujudkan revolusi damai yang berhasil menumbangkan pemerintahan komunis yang telah lama mengakar kuat. Musik modern barat jadi biang kerok yang turut mempengaruhi sikap kumpulan anak-anak muda di Ceko kala itu. Musik bernuansa radikal dengan menyuguhkan tema protes anti pemerintahan, jadi ‘cuci otak’ terutama bagi kalangan pemuda.

Tak jauh dari zona Republik Ceko, Revolusi Bernyanyi (Singing Revolution) pun turut memberikan dampak yang luar biasa kepada negara-negara pecahan Uni Soviet lainnya. Tiga negara meliputi Estonia, Latvia dan Lituania berhasil memperoleh kembali kemerdekaan yang diperjuangkan, serta melepaskan dari jerat Soviet berkat musik. Pada tahun 1988, lebih dari 100 ribu warga Estonia berkumpul bersama selama lima malam untuk memprotes negeri adidaya Soviet.

Khusus bagi penduduk Estonia, musik sudah menjadi salah satu alat untuk melestarikan budaya, mempertahankan harga diri dan tentunya melakukan perlawanan tanpa adanya tindak kekerasan. Mereka semua menyerbu seisi Lapangan Tallinn untuk mengumandangkan lagu nasional dan himne yang dilarang tanpa henti, dan tentunya musik rock di tengah venue.

Di lain dataran, tepatnya di tanah Benua Afrika, terdapat nama Fela Kuti. Ia kerap kali dijuluki ‘The Black President’ di Nigeria, tempat kelahirannya. Kuti merupakan musisi sekaligus aktivis penggerak massa yang ulung. Di negerinya, Kuti sungguh dipuja dan dihormati. Kuti juga dikenal sebagai musisi yang cukup produktif dalam menelurkan karya musik, walau sebenarnya ia sendiri cukup frontal dalam mengkritisi penguasa di negara tempat ia berasal. Klub malam The Shrine diubahnya menjadi tempat untuk melakukan segala kegiatan politik secara sembunyi.

Kuti sempat difitnah dan dipenjara atas perbuatan yang tak pernah ia lakukan. Ia pun akhirnya mendekam di penjara selama hampir duar tahun lamanya. Hal ini ditengarai akibat salah satu karya musiknya berjudul “International Thief Thief” menyebar luas, hingga membuat berang sang penguasa, sampai akhirnya kemudian kumpulan militer Nigeria menyerbu rumahnya.

Terhitung lebih dari 1000 tentara menyerang dan membakar rumahnya hingga dilahap habis oleh si jago merah. Dan dengan bengisnya para kawanan tentara itu pun melempar ibu dan saudaranya hingga tewas. Ketika ibunya meninggal, Fela pun memajang peti matinya di depan markas militer saat itu. Sosok Fela Kuti juga dikenal sebagai pionir musik afrobeat. Vokalis Blur, Damon Albarn pernah menyebutkan kalau Kuti adalah salah satu alasan kenapa ia tertarik dengan ragam dan musik asal Benua Hitam tersebut.

Di Kuba, meski revolusi telah terjadi di tahun 1959, namun baru di tahun 1967 musik-musik Kuba muncul dengan menuangkan berupa ide-ide politik baru dan segar. Pergerakan ini, juga dikenal dengan nama Nueva Trova, dipengaruhi oleh rentetan lagu-lagu rakyat tradisional yang memiliki pesan mendukung revolusi dan anti Amerika. Musisi-musisi yang tergabung di Nueva Trova mendukung cita-cita Fidel Castro tentang akan nilai sebuah revolusi. Sebagian besar karya gerakan ini erat dengan hal berbau politik dengan lirik dan tema yang mengacu kepada gerakan revolusi Kuba.

Di Indonesia sendiri musik juga turut ambil bagian di dalam sejarah negara. Di masa Orde Baru, kelompok-kelompok seniman yang juga sebagian merangkap sebagai aktivis mulai perlahan menunjukkan taringnya melalui musik. Saat itu mereka berada di bawah kendali pengawasan tentara. Gelaran musik, piringan hitam hingga kaset sebegitu dilarang keras di masa itu.

Deretan musisi-musisi kritis menyoroti permasalahan pelik sosial, di antara lainnya Harry Roesli, Leo Kristi, Gombloh dan Iwan Fals. Mereka mencoba untuk menawarkan karya lewat musik-musik merakyat, dengan menjembatani aspirasi lewat sebuah karya seni. Penyanyi bernama Mogi Darusman, yang sudah aktif semenjak tahun 60-an sempat dijuluki sebagai ‘Bob Dylan Indonesia’, di medio tahun 70-an ia membuat murka penguasa dengan lagu kritis ciptaanya berjudul “Rayap-Rayap”. 

Namun selepas Soeharto mengundurkan diri, para aktivis dan seniman tanah air mulai mendapati keleluasaan dalam menyampaikan aspirasi milik warna negara Indonesia bersama dan mereka melakukannya dengan cara yang begitu sedemikian kreatif. Seperti halnya gerakan sosial asal Bali, Komunitas Taman 65, yang mengeluarkan CD berjudul Prison Songs dengan lagu-lagu yang diciptakan oleh para tahanan politik. Selain itu terdapat juga grup paduan suara Dialita, yang melibatkan perempuan-perempuan berumur senja, merupakan saksi dan penyintas peristiwa kelam di tahun 1965.

Kini, seiring bergulirnya waktu, musik bukan lagi berbicara tentang aspek seni melulu, tak sekadar menyanyikan nada dan memainkan instrumen lainnya. Lebih dari itu, musik bahkan mengandung pesan kuat yang mampu membangkitkan jiwa patriotisme dan perspektif para penikmatnya.

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Revolusi #Ceko #Vaclav Havel #Uni Soviet #Lou Reed #Velvet Revolution #Singing Revolution #Estonia #Fela Kuti #Nueva Trova #Fidel Castro #Harry Roesli #Leo Kristi #Gombloh #Mogi Darusman #Dialita

Article Category : Super Buzz

Article Date : 16/08/2017

Supermusic
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

1 Comments

Comment
vika hermawan

vika hermawan

12/05/2025 at 13:29 PM

Menyusuri Pengaruh Musik dalam Revolusi Kebebasan
Other Related Article
image article
Super Buzz

The Dare Lepas Single Terbaru yang Berjudul Strangestreetfellows

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Tampil di Jepang, Isyana Sarasvati Akan Kolaborasi Bareng Mantan Gitaris Megadeth

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Milledenials Luncurkan Musik Video untuk Single Precious Me dan Feel Any Pain

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Break Out Day Fest Cirebon Berlangsung Super Seru!

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive