J. Cole memang bukanlah nama yang asing di kancah hip-hop global. Sebagai musisi berbakat, karya-karyanya selalu mampu merajai tangga lagu kalanya baru dirilis. Namun, banyak yang belum mengenal proyeknya di luar menciptakan musik—meski masih dalam industri serupa.
Selain mahir menulis lirik dan merancang beats, J. Cole—bersama teman kuliahnya, Ibrahim Hamad—mendirikan Dreamville Records, sebuah label rekaman yang resmi lahir di tahun 2007. Namun, nama Dreamville Records sendiri baru melesat dan berfungsi secara utuh ketika menapak masuk ke tahun 2014.
Saat itu, keduanya resmi meluncurkan label mereka. Ditambah pula dengan kontrak distribusi dari pihak Interscope, maka Dreamville Records berhasil berjalan sebagaimana diharapkannya.
Usai mendaratkan kontrak distribusi yang krusial, Dreamville langsung menelurkan Revenge of the Dreamers I (ROTD I), sebuah album kolaborasi kolektif dari para musisi yang tergabung sebagai roster awalnya.
Hanya berkisar beberapa bulan dari perilisan tersebut, mereka pun langsung menelurkan ROTD II. Hal ini dikarenakan bertambahnya jumlah roster mereka, mengingat nama mereka yang sudah mulai melesat.
Sekarang, Dreamville Records turut serta menaungi delapan nama dalam rosternya; yakni Omen—yang sudah bersama mereka semenjak awal, Bas (2013), Cozz (2014), Lute (2015), Ari Lennox (2015), J.I.D (2017), dan EarthGang (2017).
Merekalah yang menjadi tulang punggung label rekaman yang sekarang sudah dikepalai oleh Ibrahim Hamad, sang co-founder.
Membahas ulang dan memperkenalkan kembali Dreamville Records terasa relevan. Mungkin karena rilisan ROTD III dari mereka yang baru resmi mengudara pada pertengahan tahun 2019 ini.
Edisi ketiga dari serial kolaboratif ini seraya menjadi perkenalan pertama kepada dunia modern terkait siapa itu Dreamville Records.
Sebelum album ini resmi dirilis, dunia internet menggila karena mendengar kabar tentang sesi rekamannya yang berlangsung secara intens selama sepuluh hari di Tree Sound Studios.
Banyak dari musisi yang ikut hadir dalam sesi rekaman itu menyatakan bahwa sesi tersebut cukup “life-changing” dan benar-benar sebuah pengalaman yang unik. Bisa dilihat dalam film dokumenter yang menangkap proses rekamannya (REVENGE, 2019), para musisi berhamburan dari satu ruangan ke ruangan yang lain sembari memutar otak guna merancang sebuah verse, memproduksi beats, atau untuk berkolaborasi dengan siapapun yang sedang ada di sana. Menyimpulkannya, sesi tersebut intens, sangat high-energy, dan sangat-sangat hidup.
Terlepas dari itu, peran J. Cole sebagai founder dan eksekutif dalam Dreamville Records juga sangat penting dalam kesuksesannya. Sebagai seorang musisi, ia mencoba formula yang pas untuk merawat idealisme para musisi lainya yang tergabung dalam rosternya. Mendorong mereka untuk mampu bebas berkarya dan berkembang.
Kini, 5 tahun setelah peluncuran mereka di tahun 2014, terbukti sudah bahwa Dreamville Records bukanlah sebuah label rekaman yang patut diremehkan. Berhasil menjaring segudang talenta penuh bakat dalam beberapa tahun ini; roster-nya segar dan dipenuhi dengan kreativitas yang sehat. Tak jarang, kolaborasi apik juga lahir dari mereka. Semua itu karena energi berkarya yang intens. Maka dari itu, selalu waspada dengan apa yang ditelurkan oleh label ini! Pantau terus, Superfriends!
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 23/10/2019
11 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
adji Noor
11/12/2024 at 10:58 AM
AKHMAT KHUDDORI
08/04/2025 at 17:45 PM
Yanti A
14/04/2025 at 09:51 AM
Aw J
01/05/2025 at 20:32 PM
Ald /
02/05/2025 at 10:34 AM
zakief Nazmudin
03/06/2025 at 06:57 AM
SARI ASTUTI
15/06/2025 at 10:06 AM
Yohanes Hariono
01/08/2025 at 04:26 AM
Budi Nurcahyo
29/09/2025 at 10:09 AM
Alriz .
02/10/2025 at 19:59 PM
Cands
08/11/2025 at 20:19 PM