Tampaknya, keseriusan Damon Albarn untuk tetap menghidupkan Gorillaz di masa pandemi ini patut diapresiasi. Meskipun beberapa kali pendiri Gorillaz tersebut berkomentar dan melempar kritik terhadap kurangnya keadilan dan kesetaraan yang dirasakan oleh para seniman akibat kebijakan penanganan pandemi. Damon Albarn tetap menyisakan energi dan ruang kreatif di dalam kepalanya untuk menjalankan proyek musik untuk Gorillaz.
Di akhir Agustus lalu, keseriusan tersebut dibuktikan oleh rilisnya sebuah EP berjudul Meanwhile dari Gorillaz. EP terbaru dari band virtual garapan Damon Albarn dan Jamie Hewlett tersebut datang secara mengejutkan di benak para penikmat musiknya. EP Meanwhile dari Gorillaz ini dirilis sebagai bentuk perayaan Notting Hill Carnival di London yang harus batal terselenggara secara offline akibat pandemi di tahun 2021 ini.
Meskipun batal terselenggara, Gorillaz mencoba untuk menyisipkan semangat dan kemeriahan dari karnaval tahunan tersebut. Notting Hill Carnival merupakan sebuah karnaval yang digelar untuk merayakan kesetaraan, terutama bagi para warga Inggris keturunan Karibia. Untuk itu, Gorillaz juga mengundang nama-nama musisi dari berbagai latar belakang budaya untuk hadir berkolaborasi dalam karya-karya yang tersaji di EP Meanwhile berikut.
Terdapat 3 buah lagu yang telah disiapkan oleh Gorillaz dalam EP Meanwhile ini untuk menghadirkan nuansa semarak dari Notting Hill Carnival. Nama-nama musisi yang ikut serta dalam proyek EP dadakan ini di antara lainnya adalah AJ Tracey, Jelani Blackman, serta Alicaì Harley. Nama judul EP-nya sendiri juga punya kesan sentimen bagi Gorillaz sendiri. Judul Meanwhile diambil dari sebuah nama tempat, Meanwhile Gardens yang merupakan panggung pertama Gorillaz di tahun 2000 silam. Di panggung festival musik perdananya tersebut, Gorillaz tampil membawakan lagu berjudul Clint Eastwood.
Terkait penggarapan mini album dadakan ini, Damon Albarn menjelaskan bahwa dirinya sudah memulai proses rekaman Gorillaz sejak bulan Februari lalu. Untuk detailnya sendiri, Damon Albarn hanya mengungkapkan bahwa untuk album Gorillaz terbaru, dirinya berusaha untuk menghadirkan tema karnival demi memberikan kesan menyenangkan kepada penggemarnya. Selain itu, untuk album terbaru Gorillaz, Damon Albarn juga menginformasikan bahwa proses penggarapannya melibatkan banyak musisi dan seniman dari London Barat. Hal tersebut diakui oleh Damon Albarn sebagai bentuk retrospektif karier Gorillaz yang dimulai dengan banyak kolaborasi di tahun 2001. Meskipun begitu, diketahui juga untuk proyek terakhir Gorillaz yang berjudul Song Machine, Damon Albarn juga melakukan kolaborasi dengan musisi-musisi papan atas.
Damon Albarn dengan positif memberikan kabar bahwa proses rekaman yang dilakukannya untuk Gorillaz menjadi salah satu proses musik yang cukup menyenangkan dan dirinya tidak merasa beban sama sekali menjalankannya. Terkait cerita dari albumnya, tahun lalu sempat ada rumor bahwa album baru Gorillaz ini nantinya akan jadi episode lanjutan dari album ketiga mereka berjudul Plastic Beach. Sebagaimana yang telah diketahui bahwa Plastic Beach bercerita tentang sebuah tempat yang hadir dari imajinasi di dalam kepala sosok karakter bernama Noodle yang berperan sebagai gitaris Gorillaz untuk mencari kebebasan dalam berkarya. Namun, setelah hadirnya EP Meanwhile, tampaknya rencana membuat lanjutan dari Plastic Beach masih belum bisa terungkap hingga saat ini.
Selain jadi sebuah penghormatan dan perayaan dari Notting Hill Carnival, EP terbaru dari Gorillaz ini juga masuk sebagai salah satu inisiasi band virtual tersebut dalam menyambut 20 tahun perjalanan musiknya. Sebelumnya, Gorillaz sudah lebih dulu memulai perayaan tersebut ketika mereka merilis ulang album perdana mereka pada awal Maret 2021. Nantinya, pergerakan ini juga akan dilengkapi dengan proyek reissue atau rilisan ulang album Gorillaz lainnya.
Menurut Murdoc Niccals, untuk merilis kembali album-album lawas Gorillaz, dirinya dan seluruh anggota band harus mulai melakukan pencairan di seluruh studionya. Menurut sang pemain bass, di dalam Kong Studio banyak sekali ide-ide terkait karya-karya di masa lalu yang sempat hilang maupun ditinggalkan begitu saja. Masih banyak proses yang harus dilakukan oleh Gorillaz untuk kembali merilis album di seluruh diskografinya. Menurutnya, selain hadir dalam format album, para penikmat musik Gorillaz pun berkesempatan untuk mendapatkan memorabilia Gorillaz dalam proyek reissue ini
Murdoc Niccals, selaku pemain bass dari band virtual asal Inggris ini mengakui bahwa 20 tahun merupakan waktu yang lama dan proses menjalankan band selama itu merupakan aktivitas yang melelahkan, untuk tenaga dan juga pikiran. Meskipun begitu, Murdoc Niccals juga menambahkan bahwa hal tersebut perlu dilakukan demi menjaga kualitas bermusik Gorillaz untuk terus dapat relevan mengikuti zaman dan generasi.
Selain itu, Gorillaz juga akan segera merilis beberapa desain baru untuk merchandise mereka yang akan diproduksi di bawah nama G Foot. G Foot merupakan lini merchandise dan clothing yang akan resmi diperkenalkan kepada publik dan penggemarnya dalam waktu dekat. Selain pakaian, Gorillaz juga akan meluncurkan lini vinyl toys di bawah brand G Foot. Gorillaz juga berencana untuk menghadirkan kolaborasi untuk ranah art collectibles.
Mengikuti tren NFT yang sedang berkembang, Gorillaz mengambil kesempatan tersebut untuk berkolaborasi bersama Superplastic untuk memperkenalkan lini art collectibles terbaru mereka. Merchandise dan memorabilia yang diluncurkan Gorillaz ini nantinya akan hadir dengan konsep anniversary terlebih dahulu sebelum akhirnya akan dijual secara reguler.
Image courtesy of Gorillaz
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 29/09/2021
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :