Superfriends, banyak dari kita tentu familier dengan Max Cavalera, yang memiliki nama lengkap Massimiliano Antonio Cavalera pria kelahiran Brasil, 4 Agustus 1969 ini adalah seorang penyanyi, gitaris sekaligus penulis lagu yang tergabung bersama Soulfly, Cavalera Conspiracy dan super grup Killer Be Killed. Sebelumnya, Max Cavalera bersama adiknya Igor Cavalera juga mengubah peta musik metal dunia dengan unit groove metal legendaris, Sepultura yang berdiri pada 1984 silam.
Ketertarikannya pada musik berawal dari pengalamannya menonton pertunjukkan langsung Queen di Stadion Morumbi, São Paulo tahun 1981. Kemudian, ia beralih mendengarkan genre musik yang lebih keras, mulai dari Motörhead, Slayer hingga membuatnya berkeinginan untuk membuat band dan memainkan musik sendiri.
Pada tahun 80-an, Max dan Igor mulai bikin band dengan peralatan seadanya karena keterbatasan biaya. Mereka mulai mengikuti festival-festival musik dan berharap orang-orang mendengar musik yang mereka mainkan. Sebelum era Sepultura, ada beberapa band yang dibentuk Max. Di antaranya Guerrilha dan Tropa de Shock yang beraliran thrash metal, tapi Max juga memainkan lagu-lagu dari Sex Pistols.
Pada akhirnya, Max membentuk Sepultura dan merilis album perdananya yang bertajuk 'Morbid Visions' tahun 1986. Setahun berselang , Max bersama Sepultura menelurkan 'Schizophrenia' yang sukses membawanya ke Amerika menuju puncak kariernya dan mengubah peta musik metal dunia dengan keunikan Sepultura. Sayangnya, pada bulan Desember 1996, Max memutuskan mundur Sepultura ketika putranya Dana Wells tewas karena kecelakaan. Max Cavalera bersama Sepultura telah menghasilkan enam buah album studio Morbid Visions, Schizophrenia, Beneath the Remains, Arise, Chaos A.D, dan Roots
Beberapa waktu lalu, dalam sebuah wawancara mantan vokalis Sepultura dan vokalis SOULFLY saat ini Max Cavalera berbicara tentang pentingnya mendobrak landasan musik baru di setiap album yang dia geluti.
"Saya pikir itu adalah sesuatu yang saya suka itu sendiri. Dan itulah yang saya suka tentang pekerjaan ini (bermusik," ujarnya dikutip dari Blabermouth.com
Ia mencontohkan, seperti saat di Sepultura, eksplorasi musiknya dari album ke album tidak pernah mereka ulangi. Dari mulai 'Beneath The Remains' hingga 'Arise', itu berbeda. 'Chaos A.D.' berbeda dan 'Roots' juga berbeda. Begitu juga dengan Soulfly yang di awal lebih kental nuansa tribal, dan kemudian berubah menjadi unsur thrash metal. Kemudian pada album 'Soulfly 3' dan 'Prophecy' lebih banyak unsur thrash metal, bahkan di 'Enslaved' Max banyak menghadirkan death metal dan pada materi 'Archangel' terdengar banyak pengaruh black metal.
"Saya suka itu, tidak ada aturan. Kita yang membuat pakem sendiri dan bagi saya sebagai orang yang kreatif, pertanyaannya, 'Apa yang bisa saya buat selanjutnya yang belum pernah saya lakukan sebelumnya? Apa sesuatu yang baru bisa saya buat?' Dan hal-hal baru, terkadang hanya kembali ke masa lalu. Jadi jika saya kembali dan membuat album yang sangat mirip dengan black metal, yang menurut saya mungkin hal yang keren untuk dilakukan, lakukan saja. Bagi saya, tidak ada aturan dalam metal, Anda dapat membuat aturan sendiri. Dan saya pikir begitulah caranya. Saya menjalani hidup saya sendiri. Anda membuat ide anda sendiri; Anda membuat sendiri apa yang ingin anda buat dengannya terserah Anda dan Anda mengubah konsepsi," jelasnya.
Max juga bercerita, ketika bersama Sepultura membuat 'Roots', labelnya tidak menyukai kata tersebut. Menurut mereka, itu terdengar seperti "kompilasi reggae". Max meyakinkan labelnya dan dengan mengatakan kepada mereka, "Jangan khawatir. Setelah 'Roots' versi Sepultura, kata 'roots' akan menjadi ke metal." Hal itu terbukti, sekarang 'Roots' lekat dengan metal.
Max juga menjelaskan, kalau dalam bermusik kita harus memiliki visi dan mampu yakin dengan sesuatu yang kita buat dapat mengubah pikiran orang. Selain itu, menurutnya yang terpenting adalah keberanian untuk melakukannya dan bersabar untuk melihat proses visi tersebut benar-benar berjalan dan terjadi.
"Saya merasa sangat bersemangat untuk membuat rekaman. Bagi saya, setiap album adalah kesempatan untuk melakukan sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya," tutupnya.
Lineup klasik Sepultura hanya bertahan hingga tahun 1996. Setelah Max keluar pada tahun 1996, sang adik, Igor Cavalera, bertahan dengan Sepultura 10 tahun sebelum meninggalkan Sepultura dan kemudian bereuni dengan Max di Cavalera Conspiracy.
Meskipun ditinggalkan oleh kedua Cavalera bersaudara, Sepultura berhasil mempertahan fanbase fanatiknya di seluruh bagian dunia sepanjang tiga setengah dekade lebih. Album era Cavalera bersaudara, 'Roots' dan 'Chaos A.D.' adalah dua album Sepultura paling sukses secara komersial, keduanya telah bersertifikat golden platinum di Amerika Serikat untuk penjualan lebih dari lima ratus ribu copy.
Igor dan Max sendiri menghabiskan dari enam tahun terakhir merayakan ulang tahun ke-20 'Roots' Sepultura dan peringatan 30 tahun album 'Beneath The Remains' dan 'Arise' lewat tur =dunia. Bulan lalu, mereka mengumumkan tur Amerika Serikat bertajuk 'Return Beneath Arise' musim gugur 2022. Turnya sendiri dimulai pada 28 September lalu di Pomona, California dan berakhir pada 29 Oktober di Santa Ana, California.
Bicara Soulfly, album kedua belas mereka bertajuk, 'Totem' yang dirilis Nuclear Blast pada 5 Agustus lalu adalah tindak lanjut dari 'Ritual' yang direkam pada 2018 lalu di Platinum Underground di Mesa, Arizona oleh John Aquilino dan Arthur Rizk (Kreator, Municipal Waste, Code Orange). Album ini menghadirkan penampilan tamu dari John Powers (Eternal Champion), Chris Ulsh (Power Trip), dan John Tardy (Obituary). Rizk juga bertanggung jawab untuk memainkan gitar utama dalam rekaman tersebut. Art work dari album ini dikerjakan oleh James Bousema.
Image Source @thesoulflytribe
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 30/10/2022
13 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Agung Prasojo
03/02/2025 at 19:30 PM
Muhamad Saifudin
02/05/2025 at 15:25 PM
GRACE JELIA PUTRI TADETE
04/05/2025 at 01:11 AM
HENDRI PRATAMA
10/06/2025 at 08:27 AM
Panji Nugraha
10/06/2025 at 20:40 PM
Charlie Hutabarat
14/06/2025 at 18:08 PM
pujanadi
19/06/2025 at 13:04 PM
Nicolas Filbert Tandun
27/06/2025 at 23:56 PM
Nicolas Filbert Tandun
29/06/2025 at 23:39 PM
Alriz .
20/07/2025 at 19:41 PM
uca aa
02/10/2025 at 23:23 PM
RAJIN SILALAHI
04/11/2025 at 16:52 PM
Heri Suprapto
14/11/2025 at 09:39 AM