Band indie rock yang terbentuk di tahun 2003, The Wombats, tampaknya masih belum menemukan kebosanan dalam bermusik. Hampir setiap tahun The Wombats secara konsisten merilis karya-karya baru dalam bentuk single maupun album. Di tahun 2021 ini, The Wombats pun kembali dengan single berjudul Method To The Madness. The Wombats pun seakan tidak mau melewatkan momentum perilisannya, band asal Inggris ini sekaligus merilis video klip Method To The Madness saat mengumumkan kabar terbarunya.
Dalam lagu Method To The Madness, The Wombats sedikit melakukan eksplorasi musik yang terbilang unik. Memiliki basis sebagai kelompok musik indie rock, untuk lagu terbarunya The Wombats mencoba untuk memasukkan unsur R&B yang menghadirkan kesan dinamis ke dalam komposisi lagu Method To The Madness. Single yang rilis pada bulan Mei lalu ini merupakan karya pertama yang kembali dirilis oleh The Wombats setelah band asal Liverpool ini berhasil menelurkan album keempat mereka di tahun 2018. Kurang lebih sudah 4 tahun lalu The Wombats terakhir menelurkan karya orisinil terbarunya. Matthew Murphy selaku frontman dari The Wombats menjelaskan bahwa inti dari lagu Method To The Madness adalah sebuah proses pemahaman tentang kacaunya dunia dan pembelajaran untuk dapat menerima kehidupan sebagaimana mestinya.
Matthew Murphy menjelaskan bahwa lirik yang ditulisnya untuk Method To The Madness banyak diambil dari pengalaman pribadinya. Salah satu pengalaman yang cukup kontras menjadi pondasi penulisan lirik lagu baru The Wombats ini adalah cerita tentang liburan bulan madu ke kota-kota besar di benua Eropa. Pengalaman tersebut merupakan salah satu pengalaman yang cukup membekas diakui oleh frontman The Wombats. Pasalnya, Matthew Murphy mengetahui bahwa dirinya adalah seorang turis dan dikelilingi dengan turis lainnya yang sama-sama tidak mengetahui cara main atau pola hidup keseharian yang ada di negara yang dikunjunginya. Namun di waktu yang sama, frontman dari The Wombats tersebut juga tidak merasa asing dengan lingkungan barunya, karena dirinya masih menemukan aspek kehidupan manusia yang dirinya selalu temui semasa hidupnya. Salah satu anggota The Wombats tersebut menjelaskan bahwa lagu berjudul Method To The Madness ini bersifat introspektif dan masih memiliki relevansi bagi beberapa orang di luar sana.
Saat mengumumkan perilisan single terbarunya, The Wombats juga menjelaskan bahwa mereka tetap mencoba untuk bekerja sama dalam bermusik meskipun mendapatkan kendala akibat pandemi Covid-19. Salah satu kendala yang cukup besar adalah keterbatasan komunikasi secara langsung. Namun, diakui oleh para personel The Wombats bahwa mereka satu sama lain mengerti apa yang terjadi dan mencoba untuk mencari solusi bersama dalam mengembangkan gaya bermusik yang mereka usung sejak tahun 2003. The Wombats pun mengungkapkan bahwa tidak jarang bagi mereka untuk membicarakan masa depan band ini. Namun, hadirnya single Method To The Madness jadi sebuah pembuktian seluruh anggota The Wombats masih memiliki visi dan misi yang sama dalam bermusik.
Meskipun begitu, The Wombats tidak berani mengumbar janji kepada penggemar bahwa mereka akan segera mempersiapkan album kelima mereka. The Wombats hanya memberi kepastian bahwa melalui lagu baru yang dirilis oleh mereka jadi awal baru dari perjalanan musik yang lebih eksploratif ke depannya. Salah satu rencana yang sudah diungkapkan oleh The Wombats adalah partisipasi band asal Liverpool tersebut untuk siap tampil di atas panggung Reading & Leeds festivals dan Neighbourhood Weekender 2021.
The Wombats merupakan sebuah band yang dibentuk atas dasar persahabatan di masa kuliah. Matthew Murphy, Tord Øverland Knudsen, serta Dan Haggis menjalin hubungan pertemanan mereka saat ketiga pendiri The Wombats tersebut menimba ilmu di Liverpool Institute for Performing Arts. Dan Haggis dan Matthew Murphy merupakan warga asli Liverpool sedangkan Tord Øverland Knudsen adalah mahasiswa internasional asal Norwegia kala itu. Satu tahun semenjak terbentuknya The Wombats, ketiga personel band indie rock tersebut menunjukkan produktivitas mereka dengan merilis beberapa EP. Budaya perilisan mini album tersebut dilakukan oleh The Wombats sejak tahun 2004 hingga tahun 2005. Di tahun 2006 sebagai band pendatang baru, The Wombats memutuskan untuk merilis album pertama mereka dengan cara yang cukup berani. Album perdana mereka yang berjudul Girls, Boys and Marsupials secara resmi dirilis dan hanya tersedia di pasar musik Jepang saja.
Popularitas dalam negeri The Wombats ternyata baru bisa mereka capai ketika band indie rock tersebut berhasil merilis single ketiga ketika mereka bergabung dengan KIDS Records, Backfire at the Disco. Single tersebut berhasil masuk ke dalam chart musik di Inggris dengan menduduki posisi ke-35. Potensi yang dimiliki oleh The Wombats pun akhirnya mendapatkan perhatian dari label rekaman independen yang lebih besar, yaitu 14th Floor Records. Bergabungnya The Wombats dengan label rekaman tersebut disambut dengan rilisnya single berjudul Kill The Director di tahun 2007. Pada bulan Juli di tahun yang sama, akhirnya The Wombats pun merilis album pertama mereka secara global di bawah naungan 14th Floor Records yang berjudul A Guide to Love, Loss & Desperation. Popularitas The Wombats pun semakin meroket berkat rilisnya lagu Let's Dance to Joy Division pada bulan Oktober 2007. Lagu tersebut hingga saat ini masih dianggap sebagai salah satu lagu khas dari The Wombats dan selalu dinanti untuk dibawakan di atas panggung oleh para penggemarnya.
Image courtesy of yakub88/Shutterstock
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 29/06/2021
5 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Brawijaya Hutabarat
19/04/2025 at 22:19 PM
Imam Ciptarjo
23/04/2025 at 09:37 AM
AyuRL Ningtyas
24/04/2025 at 20:03 PM
Agus Samanto
30/06/2025 at 20:07 PM
asep syaripudin
30/09/2025 at 07:26 AM