Unit doom metal asal Tangerang, Kultus, mempersembahkan karya rekaman terbaru yang tak sebatas itu. Karya mereka kali ini juga bertindak sebagai manuskrip runtuhnya dunia modern yang ditandai dengan kehancuran dunia di akhir zaman. Kultus mempersembahkan sebuah tema besar dalam album perdana mereka yang diberi titel To You My Lord, Hell Awaits….
Lewat narasi yang mereka kerjakan, Kultus membangun sebuah semesta. Kisahnya adalah tentang kondisi manusia pasca apokalips yang ke,bali ke titik nol. Mereka mengisahkan dalam semesta itu bahwa tak ada lagi yang dapat kecuali api.
Api adalah menjadi simbol dimulainya kembali peradaban manusia. Api juga menjadi poros kehidupan manusia dalam melakukan segala hal.
Kultus merangkai elegi tentang sisi filosofis api sebagai sumber kehidupan maupun kematian. Semua ini mereka representasikan dalam ragam bentuk, mengenai kekuasaan dewa-dewi, paganisme, ritus penyembahan, seorang juru selamat, pilihan hidup, hingga titik akhir. Semua ini menjelaskan bahwa apa yang diawali dengan api, akan kembali lagi pada api.
Album debut bertitel To You My Lord, Hell Awaits… ini bermuatan delapan trek cadas yang memiliki durasi putar total 45 menit. Inilah tema besar yang dibangun oleh kuartet dengan member vokalis Dimas Anggara, bassist Audinanto Alif, drummer Nalendra Samudro, dan gitaris Ganis Ilman.
Eksekusi untuk album ini melibatkan banyak pihak di luar Kultus. Komposisi untuk beberapa trek seperti Maledicendum dan Path melibatkan Gema Laksmi yang menyumbangkan lirik dan vokal. Sementara vokalis Dimas Anggara untuk Witch Religion. Daniel Mardhany—dari BongaBonga dan Darksovls—pun terlibat dalam lagu Erebus. Untuk isian instrumental, Kultus menggandeng David Hutajulu dan Bagus Setya. Masing-masing memainkan brass, keyboard, gitar dan perkusi untuk trek Maledicendum.
Di balik itu, materi-materi dalam album perdana ini masih tetap berbalur sound doom metal dengan ambience yang gelap dan garang. Akan tetapi, Kultus sendiri mengakui bahwa representasi musikal yang mereka terapkan untuk album To You My Lord, Hell Awaits… ini terbilang melenceng dari yang biasa ditawarkan oleh unit doom metal pada umumnya. Mengapa begitu?
Mengenai latar konsep untuk album ini, Kultus mengatakan, “Lagu-lagu kami diracik dengan riff dan dinamika melodis dari berbagai macam genre seperti progressive rock, grunge-doom metal, old school death metal, hingga black metal.”
Sementara, ketika bicara soal referensi, masing-masing personel Kultus sebenarnya memiliki jagoan tersendiri. Referensi mereka bukan hanya datang dari rumpun metal saja, tetapi juga dari luar musik cadas. Semua itu mereka leburkan dan diramu sedemikian rupa untuk membentuk komposisi musik Kultus saat ini.
Kultus mengakui pula bahwa musik metal yang mereka jadikan referensi diambil dari Bolt Thrower, Tool, Satyricon, Winter, dan Entombed. Kultus juga mengatakan bahwa referensi metal itu nggak ada yang benar-benar doom.
Dalam proses kreatifnya, proses rekaman dilakukan di Noise Lab Studio Jakarta. Teknis keseluruhannya dilakukan oleh Kultus dibantu oleh Auliya Akbar (Amerta) sebagai sound engineer.
Lewat proses kreatif tersebut, Kultus menggarisbawahi beberapa lagu yang cukup memberikan tantangan dalam prosesnya. Para personel menemukan pola yang sangat dinamis setidaknya untuk dua trek, yaitu Red Shadow dan Paradise Lost.
“Butuh waktu cukup panjang untuk benar-benar menentukan gebukan drum dan gitar di lagu ini. Belum lagi fill-in yang dibutuhkan untuk menyempurnakan lagu berdurasi cukup panjang tersebut,” ungkap Kultus.
Lagu berjudul Mantra misalnya, memiliki cerita unik di balik proses rekamannya. Lagu ini hampir saja mereka “buang” dari tracklist karena sebenarnya masih jauh dari ekspektasi mereka. Bermodalkan eksplorasi lebih dalam, akhirnya lagu tersebut menemukan bentuk finalnya dan menjadi lagu andalan di album ini.
Album To You My Lord, Hell Awaits… dipersiapkan kurang lebih selama setahun sebelum masuk dapur rekaman. Album ini sudah tersedia dalam format CD yang diedarkan secara resmi oleh Lawless Jakarta records mulai 8 September 2022 lalu.
Kultus—yang memulai agresinya pada 2018 lalu—telahh merilis single perdana berjudul Erebus. Single debut mereka ini dirilis pada 25 Juni 2021 lalu dan dapat dinikmati lewat platform streaming kesayang kalian, Superfriends.
Single Erebus berkisah tentang kehancuran dunia yang terjadi akibat kelalaian para dewa dalam menjalankan tugas pentingnya. Erebus sendiri dikisahkan sebagai Dewa Kegelapan dalam mitologi Yunani. Ia mengambil alih kekuasaan tersebut dan membuaat dunia kian porak-poranda.
Erebus menjadi single perdana yang ditulis oleh Ganis Ilman dan menampilkan Daniel Mardhany sebagai vokalis tamu dalam lagu tersebut. Selain menggandeng Daniel Mardhany sebagai kolaborator, Kultus juga menggandeng Rahmad Sumantri (taRRkam) yan dipercaya untuk penggarapan artwork single ini.
Single Erebus dari Kultus ini juga dilepas dalam format video musik. Mengambil jeda setahun setelah single-nya resmi dirilis, format video musik untuk Erebus resmi dirilis pada 15 Juli 2022 lalu dan disutradarai olehhh Rahmad Sumantri. Simak video musik Erebus berikut, Superfriends.
Lewat single Erebus ini, Kultus siap memberikan seruan-seruan bertema apokaliptik, kegelapan dan akhir zaman yang dirangkum dalam lagu-lagu mereka kelak. Single tersebut menjadi gerbang pembuka Kultus dalam perjalanan mereka menuju perilisan album perdana mereka.
Image source: https://www.instagram.com/kultus.official/
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 19/12/2022
14 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
MArsin
11/02/2025 at 14:20 PM
Rusdin
12/02/2025 at 13:40 PM
Muhamad Saifudin
27/03/2025 at 21:41 PM
Yusri
17/04/2025 at 16:43 PM
SAKIYONO IYOK
10/05/2025 at 14:13 PM
RIYAN MUTAQIN
12/05/2025 at 13:48 PM
NURHANDANY DANY
04/06/2025 at 23:02 PM
Yohanes Hariono
15/10/2025 at 08:16 AM
Muhammad Jodi Indra
03/11/2025 at 09:49 AM
Muhammad hanif
03/12/2025 at 16:58 PM
Muhammad hanif
03/12/2025 at 16:58 PM
EMIR MUHAMMAD
10/01/2026 at 13:55 PM
RENI HENDRAYANI
10/01/2026 at 16:00 PM
Toetoet
24/02/2026 at 09:54 AM