KOTAK adalah band rock top Indonesia yang kini sudah berusia 18 tahun. Ini adalah usia yang cukup matang bagi sebuah band untuk eksis dan tetap aktif. 18 tahun adalah perjalanan panjang untuk sebuah band yang eksistensinya dimulai dari acara pencarian bakat. Pasang surut, kedewasaan musik dan komitmen untuk menjaga KOTAK di industri musik cukuplah besar dan berarti bagi mereka.
KOTAK beranggotakan Syalindri Ichlasari (Tantri) pada vokal, Swasti Sabdastantri (Chua) pada bass dan Mario Marcella Handika Putra (Cella) pada gitar. Dibentuk 18 tahun yang lalu pada tahun 2004, KOTAK merilis album pertama mereka "KOTAK" pada tahun 2005 dan "KOTAK Kedua" pada tahun 2008, sekaligus memantapkan diri mereka sebagai salah satu grup rock top Indonesia.
KOTAK memiliki banyak hits seperti "Beraksi", "Masih Cinta", "Haters" dan "Pelan-Pelan Saja. KOTAK juga pernah meraih penghargaan AMI Awards Best Duo/Group Rock 2015, 2019 dan 2020; Best Rock Album 2015 dan 2019; Best Pop Duo/Group 2016, serta 9 Platinum tahun 2011.
Kehadiran KOTAK di kanal musik alir digital juga luar biasa, dari awalnya hanya muncul dengan format kaset hingga sekarang. Ratusan juta total streaming dicapai di semua kanal musik. Kanal YouTube KOTAK memiliki 113,8 juta views dan 322.000 subscribers. Salah satu lagu KOTAK berjudul "Haters" yang dirilis pada tahun 2019 menjadi viral di TikTok pada tahun 2021.
KOTAK memiliki fanbase setia dan militan yang disebut "Kerabat KOTAK" yang tersebar di banyak kota dan pulau di Indonesia. Mereka selalu hadir untuk melihat semua pertunjukan KOTAK , termasuk festival musik, konser, dan acara nasional. KOTAK masih aktif di panggung dan di studio rekaman.
Menginjak usia 18 tahun, KOTAK kembali dengan mini album (EP) bertajuk 18+. Mini album ini berisi 5 lagu "Hantam” yang didapuk menjadi oiginal soundtrack film Satria Dewa Gatot Kaca, “Local Pride”, "It’s Okay Not To Be Okay", "Budak Konten", dan "Sabda Netizen" Ted Jensen, master engineer dari Sterling Sound diajak terlibat dalam pengerjaan album ini. Ted Jensen telah bekerja sama dengan artis internasional seperti Greenday, Deftones dan Dave Matthews Band.
Menurut Tantri, album tersebut pada dasarnya menceritakan seperti apa kehidupan seorang remaja berusia 18 tahun saat ini, Cerita diambil dari sudut pandang KOTAK yang sudah berusia 18 tahun, dengan topik pasca digitalisasi.
Lagu "Sabda Netizen" berkolaborasi dengan penyanyi reggae senior Ras Muhammad, Lagu tersebut menggambarkan kekuatan warganet di dunia maya yang bisa membuat isu menjadi viral dengan menyuarakannya. "Sabda Netizen" dibuat oleh KOTAK dan Ras Muhammad, serta diproduksi oleh Tantri, Chua dan Cella.
"Sabda Netizen" menyoroti sisi positif netizen yang bisa membuat segala hal menjadi viral, hal-hal yang bisa mereka kemukakan secara sembarangan. Selain itu, di lagu ini, KOTAK merasa sangat beruntung bisa berkolaborasi dengan Ras Muhamad, sosok ikonik di luar genre KOTAK.
Lagu-lagu di album 18+ mengangkat masalah sosial lainnya juga. Seperti “Budak Konten” yang menyindir orang yang terpaksa membuat konten di media sosial setiap kali mereka beraktifitas. Hal yang sama berlaku untuk “Local Pride”, bahwa gaya tidak terbatas pada barang-barang mewah dan barang-barang bermerek saja.
Vokalis KOTAK, Tantri juga menceritakan kisah pribadinya dengan personel KOTAK lainnya. “Official masuk di KOTAK selama 15 tahun. Bukan urusan yang mudah untuk bisa mempertahankan bendera KOTAK. Tapi, yang gue paling bisa banggain dari band ini, bukan sekedar cari popularitas, cari duit aja api band ini KELUARGA! Karena disaat ada personil perempuan yang sudah menikah bahkan punya anak 2 mereka masih setia menunggu dan tetap berjalan bersama sampai detik ini sampai menua.”
Chua berkata, "Ketika kita berbicara tentang KOTAK, yang kita maksudkan bukan hanya Tantri, Cella dan Chua, tetapi juga tim di belakang kita yang membuat penampilan di panggung sangat menyenangkan. Terima kasih semuanya."
Ucapan terima kasih juga terlontar dari Cella kepada semua pihak yang telah mendukung KOTAK. “Bulan ini tepat 18 tahun usia KOTAK, kami memberanikan diri menggelar konser tunggal 8 titik. Pertunjukan kali ini tentu menyajikan konsep khusus dan berbeda dimana kami akan membawakan 20 lagu lebih dan menyajikan dengan tata cahaya dan tata suara khusus".
Dalam rangka merayakan ulang tahun ke-18 mereka, dihelatlah tur 8 kota yang diselenggarakan oleh Quantum Live, divisi terbaru dari QuantumConvex International.
8 kota yang akan disambangi antara lain:
Banyuwangi, 28 Oktober 2022 di Gesibu Blambangan
Makassar, 05 November 2022 di Parkir Utara Pipo Mall
Pekanbaru, 10 November 2022 di Ska-Co Ex
Banjarmasin, 26 November 2022 di Brimob Polda Kalimantan Selatan
Tangerang, 03 Desember 2022 di Batalyon Kavaleri 9
Bandung, 11 Desember 2022 di Sabilulungan Dome
Solo, 16 Desember 2022 di Museum Detjolomadoe
Bali, 18 Desember 2022 di Lapangan Timur Puputan Renon
Di 8 kota ini, konser akan dikemas secara unik, spesial, serta penuh kejutan. Tur ini akan menguak sisi lain dari band legendaris ini. Harga tiket yang dijual beragam, dibanderol mulai dari Rp 200.000 (regular festival) hingga Rp 500.000 (regular VIP). Terkait detail informasi KONSER HANTAM 18TH KOTAK, Superfriends bisa follow akun media sosial Instagram @hantam18thKOTAK dan @quantumlive.id.
Image source: https://www.instagram.com/kotakband_/
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 19/10/2022
3 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Agus Sungkawa
05/11/2024 at 23:38 PM
Muhamad Saifudin
10/05/2025 at 22:01 PM
HENDRI PRATAMA
06/06/2025 at 17:10 PM