Thrice merupakan salah satu nama veteran di skena post-hardcore yang masih berusaha untuk terus aktif berkontribusi di ranah musik. Tahun ini, Thrice baru saja mengumumkan bahwa mereka sudah kembali siap untuk menjalani tour di tahun 2021 untuk menyapa dan mengobati rasa rindu para penggemarnya satu tahun terakhir ini. Menjaga momentum tersebut, Thrice pun akhirnya mengumumkan kabar gembira lainnya. Kali ini, Thrice mengabarkan bahwa mereka pun akan siap merilis album baru yang dibuka dengan kehadiran single berjudul Scavengers.
Untuk lagu baru dari Thrice, band asal Amerika Serikat ini mencoba untuk menghadirkan nuansa musik yang lebih kelam dan menegangkan dari karya-karya mereka sebelumnya. Langkah tersebut dilakukan oleh Thrice melalui eksperimentasi karakteristik suara gitar. Nuansa musik yang kelam ini dipilih oleh Thrice untuk bisa mengimbangi karakteristik suara sang vokalis, Dustin Kensrue yang parau. Melalui liriknya, sang vokalis coba mengutarakan pendapatnya terhadap kebiasaan manusia yang sering memberikan informasi yang salah dan kurang lengkap.
Menurut vokalis Thrice, kebiasaan yang dilakukan oleh banyak orang itulah yang akhirnya menghadirkan rasa tidak nyaman untuk hidup bersama. Selain itu, orang yang gemar memberikan informasi yang salah dan tidak lengkap ini akhirnya membuka pintu terhadap toxic worldview yang secara tidak berhenti menginvasi kehidupan dan juga aspek kejiwaan orang-orang. Dustin Kensrue juga mencoba untuk mengungkapkan pandangannya terkait perubahan dalam aspek sosial akibat pandemi yang juga punya sisi negatif. Vokalis dari Thrice merasa hal tersebut perlu dikritisi secara konsisten agar ada perubahan secara perlahan di masa depan dalam menjalani hidup bersama.
Perihal albumnya sendiri, Thrice sudah mengumumkan bahwa album kesebelasnya nanti hadir dengan judul Horizons/East. Band post-hardcore asal Amerika Serikat ini menjelaskan bahwa proses penggarapan materi yang dibutuhkan cukup memberi tantangan tersendiri. Pasalnya, Thrice melakukan eksperimen untuk membuat pondasi lagu menggunakan chord seperempat yang identik dalam permainan musik jazz. Selain itu, Thrice juga menggunakan sequence Fibonacci ke dalam komposisi lagu mereka.
Kedua metode eksperimen musik yang dilakukan tersebut diaplikasikan ke dalam permainan gitar sebagai pusat dari agresi yang ingin disampaikan dalam lagu-lagunya. Dustin Kensrue ingin menghadirkan kesan multi tafsir dalam album baru Thrice untuk para penggemarnya. Menurut sang vokalis, album Horizons/East ini memiliki tema yang membicarakan tentang harapan, mimpi, serta rasa kekhawatiran. Tema-tema tersebut menjadi pembicaraan yang relevan untuk disiarkan di masa pandemi seperti sekarang ini.
Thrice juga menyatakan butuh waktu lebih dari satu tahun bagi mereka untuk menyempurnakan materi yang dipilih dalam album Horizons/East. Seluruh proses rekaman dan produksi dilakukan oleh Thrice secara mandiri di studio pribadi mereka yaitu New Grass Studio. Untuk bagian mixing sebagai penyempurnaan, Thrice mengundang Scott Evans untuk duduk di kursi teknisi dalam proses pengerjaan album Horizons/East. Untuk album ke-11 ini, Thrice masih tetap memutuskan untuk bernaung di bawah Epitaph Records sebagai label rekaman.
Total ada 10 lagu yang telah dipersiapkan Thrice untuk album Horizons/East. Besar kemungkinan band post-hardcore asal Amerika Serikat ini masih akan merilis beberapa lagu dalam waktu dekat sebelum akhirnya resmi merilis album ke-11 pada pertengahan September mendatang. Berikut adalah daftar lagu yang disiapkan oleh Thrice untuk album Horizons/East.
Tracklist - Horizons/East
- The Color Of The Sky
- Scavengers
- Buried In The Sun
- Northern Lights
- Summer Set Fire To The Rain
- Still Life
- The Dreamer
- Robot Soft Exorcism
- Dandelion Wine
- Unitive/East
Album Horizons/East menjadi album kedua yang dirilis oleh Thrice di bawah naungan Epitaph Records. Kerja sama antara Thrice dan Epitaph Records ini dimulai pada tahun 2018 lalu. Pada pertengahan tahun 2018, band post hardcore ini membuka lembaran baru bersama Epitaph Records dengan merilis single berjudul The Gray. Setelah berhasil merilis single pertama bersama Epitaph Records, Thrice pun langsung segera merayakannya dengan tur konser bersama The Bronx dan Teenage Wrist.
Di sela-sela tur tersebut, band post-hardcore asal Amerika Serikat ini pun membuat pernyataan bahwa The Grey merupakan single pembuka untuk album kesepuluh mereka berjudul Palms. Satu bulan setelah merilis single The Gray, Thrice pun memperkenalkan single kedua mereka untuk album Palms berjudul Only Us.
Album kesepuluh dari Thrice ini ditulis oleh para personelnya untuk merayakan pertemanan dan perjalanan mereka sebagai sebuah band sejak tahun 1999. Thrice menjelaskan bahwa setiap anggota selalu berusaha untuk berkomunikasi dengan baik sambil mendorong potensi yang dimiliki dalam bermusik secara kolektif.
Image courtesy of Matt Vogel
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 21/08/2021
7 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
SUSILO UTOMO
01/05/2025 at 18:21 PM
DEVI TRI HANDOKO
01/07/2025 at 13:00 PM
Heri Suprapto
02/07/2025 at 07:52 AM
Imam Ciptarjo
03/07/2025 at 10:18 AM
adji Noor
07/07/2025 at 09:42 AM
Budi Nurcahyo
07/07/2025 at 11:08 AM
Panji Nugraha
21/02/2026 at 02:11 AM