Band emo asal Bandung, for Revenge atau fR, baru aja merilis single berjudul Jeda. Single ini dirilis pada 12 Februari 2022. Single ini adalah lagu baru for Revenge pasca ditinggal dua gitaris: Prass Goldinantara dan Cikhal Nurzaman. Single ini sekaligus juga menjadi single perdana for Revenge yang dirilis di bawah bendera Didi Music.
“Akhir tahun 2021 adalah tahun yang berat untuk fR. Terlalu banyak kehilangan yang kami alami, semuanya kami tuangkan ke single Jeda ini,” jelas vokalis, Boniex Noer.
For Revenge kembali menyuguhkan tema patah hati dalam single terbarunya ini. Hal ini sejalan dengan benang merah yang selalu fR pertahankan sejak awal karier mereka.
“Jeda adalah tentang sebuah akhir hubungan yang sangat kompleks. Sebuah hubungan yang dimulai dengan salah, akan berakhir dengan salah pula. Kenapa Jeda? Karena sesuatu yang sangat berat dilewati, ada kalanya membutuhkan jeda. Sejenak merefleksikan diri, untuk kemudian melewatinya,” jelas Boniex tentang makna lagu ini.
Kembalinya Arief sebagai gitaris juga memperkuat lagu ini. Arief sendiri sempat meninggalkan band ini pada 2020. Sekembalinya ke formasi for Revenge, Arief diakui mengembalikan DNA for Revenge.
“Riff-riff gitar sederhana menjadi lebih megah ketika diisi choir dan orchestra yang membuat pesan di lagu ini menjadi lebih dalam, seperti yang saya lakukan di Serana (2020) dan Pulang (2013). Apalagi, Jeda juga dirilis dalam format Dolby Atmos, lagu ini menjadi terlalu menyakitkan untuk didengar,” kata Arief.
Boniex juga mengatakan bahwa pesan dalam lagu ini akan lebih eksplisit tergambarkan di video musiknya nanti. Sementara saat ini, for Revenge sedang disibukkan dengan penggarapan video musik dari single ini, yang akan dirilis dalam waktu dekat. Jeda kemudian menjadi single yang akan menjadi jembatan menuju album keempat mereka.
Album keempat ini akan dirilis for Revenge bersama Didi Music. Kuartet Boniex (vocal), Chimot (drum), Izha (bass) dan Arief (gitar) akan merilis album tersebut pada pertengahan tahun ini.
For Revenge sendiri sempat mengumumkan anggota baru band mereka pada tahun 2020 lalu. Tahun itu menjadi tahun yang sibuk bagi band emo asal Bandung tersebut lantaran mereka baru saja mengumumkan anggota barunya untuk mengisi kekosongan pada posisi gitar yaitu Pras. Saat itu, Pras didapuk sebagai pengganti Arief Ismail yang memutuskan hengkang pada Juni 2020.
Pras sebelumnya bergabung dengan band post-hardcore asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Slap It Out (SIO). Namun, karena SIO tengah hiatus, Pras menerima tawaran untuk menjadi gitaris for Revenge kala itu. Pras mengaku tidak menyangka mendapat kesempatan besar tampil bersama band yang namanya sudah besar sejak medio 2000-an tersebut.
"Awalnya kaget karena For Revenge salah satu band idola masa sekolah yang lagunya sering dimainkan di tongkrongan. Kebetulan sudah kenal lama dengan Chimot (drummer) dan diajak langsung, rasanya nggak ada alasan buat menolak,” kata Pras saat menjelaskan alasannya bergabung dengan for Revenge.
"SIO mungkin sedang hiatus sampai waktu yang belum ditentukan dan kebetulan saya pribadi orangnya nggak bisa diam, menunggu dan stuck. Selama masih ada kesempatan buat bermusik dan terus berkembang, kenapa enggak terus maju? Life must go on,” tuturnya menambahkan.
Di samping itu, kehilangan personel seperti Arief menjadi pukulan telak saat for Revenge sedang tancap gas. Namun posisi gitar nggak bisa dibiarkan kosong. Chimot, sang drummer for Revenge, mengatakan karakter musik Pras memang paling tepat untuk mengisi kekosongan tersebut.
Pergantian personel band bukan kali pertama terjadi dalam formasi for Revenge. Di pengujung tahun 2019, for Revenge kembali diperkuat oleh mantan vokalis di era awal band ini berdiri, Boniex Noer. Kembalinya Boniex untuk mengisi posisi Simon Simorangkir yang sebelumnya menggantikannya saat keluar dari for Revenge pada 2015.
Boniex tetap eksis di dunia musik saat keluar dari for Revenge. Kala itu, Boniex membentuk grup bernama Eirene bersama Salt dan Rian. Band yang mengusung musik emo ini pun sudah merilis album self-titled pada 2018. Namun, jalan hidup kembali membawa Boniex pulang ke for Revenge yang telah membesarkan namanya.
"Mungkin banyak yang orang lain enggak tahu, saya dan Chimot punya hubungan batin yang kuat walau sudah enggak satu band lagi. Ya, enggak bisa menolak waktu dia mengajak untuk bergabung lagi di For Revenge,” ungkap Boniex saat itu tentang alasan utamanya kembali ke for Revenge.
Setelah Boniex kembali bergabung, disusul bergabungnya Pras ke for Revenge, band ini kembali menjadi kuintet dengan formasi Boniex (vocal), Chimot (drum), Chikal (gitar), Izha (bass) dan Pras (gitar).
Sebelum Pras bergabung, for Revenge dan Boniex sendiri sudah menggarap proyek yang membuahkan dua single baru yaitu Derana dan Serana pada awal tahun 2020. Video musik dari kedua lagu itu pun sudah rilis di channel YouTube for Revenge.
Dua lagu ini sama-sama mengangkat tema tentang mental illness. Derana dan Serana adalah dua lagu yang digambarkan sebagai pasangan muda yang baru menikah, namun harus terpisah karena isu mental illness. Penggarapan video musiknya diarahkan oleh sutradara muda, Quppa.
Image source: https://www.instagram.com/forrevengeofficial/
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 22/02/2022
2 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Ald /
11/10/2024 at 11:19 AM
Muhamad Saifudin
28/11/2025 at 23:13 PM