Musisi Jason Ranti belum lama ini merilis album folk studio terbarunya yang diberi judul Jalan Ninja. Album berisi 13 lagu itu menjadi album ketiga dari lelaki kelahiran Jakarta, 22 Oktober 1984 itu. Album tersebut dilepas menyusul dua karya album sebelumnya yaitu Akibat Pergaulan Blues (2017) dan Sekilas Info (2019).
Sang musisi pun membocorkan soal cerita di balik pembuatan album tersebut yang menurutnya diawali dari rasa bosan dalam rutinitasnya. Boleh dibilang, perjalanan Jason Ranti membuat album Jalan Ninja diprosesnya dengan sekelumit petualangan yang mengalir sampai akhirnya membawa musiknya itu keliling menuju 20 kota di Indonesia.
Dari petualangan itulah musisi yang akrab disapa Jeje ini mengawali prosesnya dengan “kabur” sejenak dari rumahnya untuk pergi ke sebuah tempat di Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta, dan menemui seorang teman.
“Suatu hari saya kabur dari rumah, orang bilang itu kabur. Tapi saya cuman menepi, saya pergi ke Wonosari. Ke rumah seseorang di sana,” kata Jeje dalam video rilisnya.
Saat itu, Jeje mengatakan dia belum merencanakan atau menemukan ide membuat album Jalan Ninja. Hingga kemudian di perjalanannya, Jason Ranti bertemu dengan banyak orang, di antaranya Bapak Astopikaso, Farid Stevy, dan Bagus Dwi Danto. Lalu Mas Iksan Skuter, Muhammad Iksan. Meski tanpa persiapan yang jelas, Jason Rnti yang hanya membawa badan itu kemudian berlanjut ke kota lainnya.
"Saya tidak merencanakan buat album, saya hanya merencanakan untuk kabur aja dari keseharian saya. Akhirnya terjadi album gitu tanpa saya rencanakan," paparnya.
Jeje melakukan perjalanan ke Surabaya, Kediri, Gresik, Jember, Pekalongan, Sukabumi, dan perbatasan Jawa-Bali yang bahkan dia sendiri tak tahu apa namanya. Perjalanannya pun berlanjut hingga ke Lombok, dan mengakhiri perjalanan “ninja” ini di Canggu, Bali. Lalu dirinya bertemu teman bernama Dadang Pranoto dan muncul lah ide untuk menggarap album Jalan Ninja ini.
"Saya lupa apa yang terjadi tapi, ada pembicaraan di suatu tempat, dia bilang ‘kita buat album aja’ yaudah kita buat album gitu," akunya, simpel.
Dengan bantuan beberapa musisi lain, album Jalan Ninja pun jadi dan telah dirilis pada akhir Maret lalu. Jason Ranti mengungkapkan, "Dibantu oleh teman-teman, ada Dadang Pranoto, ada Vandelis, ada Lita, ada Mas Gun, ada Farel, ada Farid Stevy, ada Bagus Dwi Danto, ada Endah n Rhesa, sama Dado Darmawan."
Untuk penggarapan album barunya, Jalan Ninja, Jason Ranti menggunakan gitar dengan merk Cetta. Jeje menambahkan, "Saya dikasih gitar, ini gitarnya, Cetta Gitar namanya, seperti ini dia senarnya. Lantas jadi album tanpa saya rencanakan gitu ya, jadi seperti sebuah, sebuah jalan, saya bilang Jalan Ninja gitu."
"Dalam rangka menyederhanakan hal-hal, saya juga harus berubah … maka mulai hari ini karya-karya saya, khususnya album ketiga saya, Jalan Ninja, sudah bisa didengarkan di Sepotipai dkk. Semoga karya saya bisa membuat hidup anda-anda sekalian lebih ringan, #fun dan woyoo selalu di hati alias #barokahalways,” tulis Jason Ranti melalui salah satu unggahan di akun Instagram-nya.
Di balik itu, ada kabar yang menggegerkan. Jason Ranti mengaku, Jalan Ninja mungkin akan menjadi album terakhirnya. Ia mengatakan, "Ya mungkin ini album terakhir saya, saya nggak tau kenapa, mungkin besok-besok saya akan buat hal yang lain lagi."
Ketika ditanya apa rencananya selanjutnya, Jason Ranti mengatakan, "Seperti apa ya? Seperti Giring Nidji mungkin masuk ke politik atau apa saya nggak tau. Tapi pada intinya ini aja, semoga barokah."
Untuk merayakan dirilisnya Jalan Ninja, lelaki berusia 37 tahun itu melakukan rangkaian tur ke 20 kota dengan menamakan tur-nya Jalan Ninja Akupunktur. Seperti namanya, tur ini seperti program healing yang bakal menyembuhkan kota-kota yang mendengarkan karya musiknya.
Selama rentang waktu bulan Maret hingga April 2022, Jason Ranti bakalan jalan-jalan dan mampir ke Tangerang, Cikampek, Cirebon, Kuningan, Pekalongan, Semarang, Salatiga, Surabaya, Bangkalan, Gresik, Sidoarjo, Malang, Kediri, Solo, Yogyakarta, Purwokerto, Tasikmalaya, Bandung, Sukabumi dan Bogor. Kota kalian dikunjungin nggak, Superfriends?
Jason Ranti bernama lengkap Patrick Jason Ranti. Ia lahir pada 22 Oktober 1984. Ia adalah seorang penyanyi dan penulis lagu asal Indonesia. Ia mulai dikenal atas album debut folk-nya, Akibat Pergaulan Blues (2017). Ia juga dikenal luas atas lagu Lagunya Begini Nadanya Begitu yang ia ciptakan untuk penyair Sapardi Djoko Damono.
Album perdana Jason Ranti dirilis pada tahun 2017 oleh Demajors dan terdiri atas sebelas lagu; yang paling populer antara lain Variasi Pink, Bahaya Komunis, dan Do'a Sejuta Umat. Jason mengakui bahwa album pertamanya itu merupakan respons pribadinya atas realita kehidupan masyarakat. Topik yang diangkatnya beragam, mulai dari agama, politik, pemuda, hingga komunisme. Meskipun banyak pengamat menyebutnya sebagai sebuah album folk, namun Jason sendiri menolak untuk melabeli musiknya ke dalam kategori tersebut.
Sebuah singel berjudul Lagunya Begini Nadanya Begitu diciptakan Jason untuk penyair Sapardi Djoko Damono dan ia bawakan bersama Iwan Fals pada April 2019 dan Februari 2020 lalu.
Jason menyebut Prof. Bambang Sugiharto, guru besar ilmu filsafat di Universitas Parahyangan, sebagai salah satu inspirasinya. Dalam bermusik, inspirasinya datang dari berbagai macam hal, mulai dari ceramah agama Emha Ainun Nadjib sampai pertandingan sepak bola. Jason menyitir Nyanyian Angsa karya W.S. Rendra, Hey Joe karya Jimi Hendrix, dan Noel Gallagher dari Oasis sebagai inspirasinya yang lain.
Image source: Hai
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 01/05/2022
8 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Aw J
07/02/2025 at 19:35 PM
Bur Zhan
20/02/2025 at 13:26 PM
Rusdin
20/02/2025 at 14:30 PM
Mursalim m
20/02/2025 at 14:40 PM
Siti
20/02/2025 at 14:48 PM
EDI SASONO
20/02/2025 at 17:00 PM
SARI ASTUTI
23/02/2025 at 22:23 PM
Muhamad Saifudin
12/10/2025 at 21:35 PM