Setelah mencoba untuk menjaga momentum di tahun 2021 ini, tampaknya para penggemar Bullet For My Valentine harus bisa ikhlas menerima kabar kurang menyenangkan dari band metal asal Wales tersebut. Pasalnya, setelah berhasil merilis dua buah single secara konsisten, Bullet For My Valentine memutuskan untuk mengundurkan jadwal perilisan album ketujuhnya yang sudah ditunggu-tunggu oleh para penikmat musiknya.
Namun untungnya, mundurnya perilisan album terbaru dari Bullet For My Valentine ini tidak akan berlangsung lama. Bullet For My Valentine menyatakan bahwa para penggemar mereka hanya harus bersabar menambah waktu selama 2 minggu lagi untuk bisa menikmati album ketujuh mereka yang sudah dipersiapkan dengan matang. Bullet For My Valentine secara antusias dan serius mencoba momentum yang telah mereka buat untuk bisa menampilkan karya yang representatif dalam menjalani kehidupan di tahun 2021.
Bullet For My Valentine menjelaskan bahwa molornya jadwal perilisan tersebut terjadi pada aspek manufaktur. Masih ketatnya protokol kesehatan di beberapa negara untuk memutus rantai penyebaran virus Corona jadi alasan utama mengapa proses manufaktur album ketujuh Bullet For My Valentine tersebut jadi mundur dari jadwal yang telah dipersiapkan. Sebelumnya Bullet For My Valentine mengungkapkan bahwa album ketujuhnya ini akan siap dilempar ke ranah publik pada 22 Oktober mendatang. Namun akibat keterlambatan tersebut, mereka mengubah jadwalnya jadi 7 November 2021.
Bullet For My Valentine mencoba mengungkapkan penyesalan mereka kepada para penggemar akibat rencana perilisan album yang harus diundur. Band metal asal Wales tersebut percaya bahwa karya terbaru mereka ini nantinya akan jadi karya yang cukup memberikan kesan baik kepada para penggemar maupun seluruh penikmat musik cadas di seluruh dunia. Oleh karena itu, secara pribadi Bullet For My Valentine memohon kesabaran para pembeli album untuk menunggu kurang lebih selama 2 minggu lamanya sebelum akhirnya bisa merasakan album baru mereka ini.
Album baru yang jadi album ketujuh dalam sejarah karier Bullet For My Valentine ini juga dianggap sebagai sebuah luapan semangat baru yang memuncak di masa pandemi. Sang gitaris di dalam tubuh Bullet For My Valentine, Michael Paget menyatakan bahwa dirinya sudah tidak sabar bermain di atas panggung demi mengeluarkan segala agresi, kemarahan, serta semangat yang tertuang pada materi album ketujuh Bullet For My Valentine.
Kabar mengenai album baru Bullet For My Valentine ini sebenarnya sudah sempat jadi buah bibir di lingkaran para penggemar band metal asal Wales tersebut. Pasalnya, di awal bulan Juni lalu, Bullet For My Valentine secara aktif mengunggah beberapa visual dengan caption yang menunjukkan bahwa mereka tengah bersiap membangkitkan semangat para penggemarnya akan sesuatu hal yang baru.
Rilisnya album ketujuh Bullet For My Valentine ini juga jadi penanda genapnya band metal asal Wales tersebut berkarya selama 23 tahun. Meskipun begitu, Bullet For My Valentine bukanlah nama yang pertama kali digunakan oleh seluruh anggota band metal ini saat pertama kali terbentuk. Di tahun 1998 dengan kehadiran Matthew Tuck, Michael "Padge" Paget, Nick Crandle, and Michael "Moose" Thomas sebagai motor, band metal ini dikenal dengan nama Jeff Killed John. Keempat pendiri band tersebut merupakan mahasiswa Bridgend College yang sama-sama kuliah di jurusan musik.
Pergerakan pertama dalam menyambut album baru dimulai oleh Bullet For My Valentine dengan rilisnya single Knives pada pertengahan bulan Juni lalu. Knives dianggap oleh Bullet For My Valentine merupakan representasi yang sesuai dalam menjelaskan arah baru yang sedang dituju oleh band metal tersebut. Pembaruan di dalam aspek bermusik Bullet For My Valentine ini diungkapkan oleh Matt Tuck selaku vokalis dan juga frontman. Dirinya menjelaskan bahwa Knives dan serangkaian lagu lainnya yang telah dipersiapkan oleh Bullet For My Valentine merupakan gambaran baru yang harus diterima oleh para penggemar dalam menikmati musik Bullet 2.0.
Pernyataan mengenai Bullet 2.0 tersebut mengacu pada arahan kreatif yang diusung oleh Bullet For My Valentine untuk menghadirkan musik yang lebih segar dan berbeda dari karya-karya mereka sebelumnya. Bullet For My Valentine juga menyatakan bahwa di tahun 2021 ini mereka mencoba untuk lebih menonjolkan kesan agresif terhadap musik yang mereka buat.
Perjalanan menyambut album baru tersebut juga dilanjutkan dengan kehadiran single Parasite. Warna musik dari single kedua yang ditawarkan oleh Bullet For My Valentine masih memiliki agresi yang sama. Bahkan bisa dibilang bahwa lagu terbaru Bullet For My Valentine lebih terdengar garang dari single mereka sebelumnya, Knives yang rilis pada pertengahan Juni lalu. Matt Tuck selaku vokalis dan gitaris untuk Bullet For My Valentine menjelaskan bahwa Parasite merupakan lagu dengan agresi yang langsung terasa di bagian awal lagu dan konstan hingga akhir. Menurut sang vokalis, proses pembuatan lagu ini juga menjadi salah satu lagu yang cukup mudah untuk direalisasi ke dalam album ketujuhnya nanti.
Bullet For My Valentine tidak terlalu memikirkan konsep atau tema terlalu kompleks. Menurut band metal asal Wales tersebut, mereka menginginkan lagu Parasite bisa terbentuk dan memiliki makna secara organik. Aspek organik dari sebuah lagu jadi penting bagi Bullet For My Valentine, karena mereka menginginkan agar para penikmat musiknya bisa merasakan hal yang sama dengan apa yang mereka tulis untuk lagu barunya.
Image courtesy of Milan Risky/Shutterstock
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 19/10/2021
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :