Interpol, band bergenre alternative rock/post-punk revival asal New York, Amerika Serikat, kembali dengan kabar terbaru. Mereka akan garap album barunya setelah puasa selama kurang lebih tiga tahun terakhir. Seperti diketahui, album terakhir Interpol yang diberi judul Marauder dirilis tahun 2018 lalu. Album itu menjadi album keenamnya setelah berdiri pada tahun 1997 silam.
Grup band alternative rock yang beranggotakan tiga orang personel ini telah mengonfirmasi kabar ini. Mereka menyebut album baru tersebut sedang dalam proses penggarapan. Menariknya, Interpol menggandeng dua nama produser/audio engineer kenamaan asal Inggris, Flood dan Alan Moulder dalam proses produksi album barunya. Keduanya pun dikenal sebagai spesialis dalam band alternative rock dan post-punk.
Flood, yang bernama asli Mark Ellis, adalah sosok yang sering terlibat bersama band-band besar seperti Depeche Mode, The Killers, New Order, hingga U2. Beberapa band itu pun hanya sebagian kecil dari sejumlah nama band yang pernah mendapatkan sentuhan Flood untuk menghasilkan lagu-lagu yang epik.
Sementara Alan Moulder punya pengalaman mengasah pendengarannya yang dingin untuk menggarap album The Jesus & Mary Chain. Alan Moulder sendiri juga lebih dikenal sebagai tangan kanan Flood. Pengalamannya ini membuat Alan Moulder dipercaya untuk mengeksekusi sejumlah album yang sukses seperti “Going Blank Again” milik Ride tahun 1992 dan “With Teeths” milik NIN tahun 2005.
Eksekusi yang mantap dan portofolio yang menakjubkan dari duo produser kawakan Inggris ini membuat album terbaru Interpol layak ditunggu. Sementara Interpol juga telah mengabarkan bahwa saat ini mereka sedang berada di London untuk fokus mengerjakan album baru demi memaksimalkan peluang ini.
Dilansir NME, sambil membagikan foto proses penggarapan album baru di studio, Daniel Kessler selaku gitaris band alternative rock dan post-punk revival Interpol ini mengungkapkan kebahagiaannya bisa mengumumkan penggarapan album terbarunya bersama duo produser Inggris tersebut. “Kami sangat senang mengumumkan Flood & Moulder akan memproduksi dan mencampur rekaman Interpol berikutnya.”
“Kami adalah pengagum berat dari pekerjaan dua produser ini dan sangat senang berada di studio bersama mereka,” lanjut Kessler.
Album baru Interpol ini akan dirilis tahun depan lewat Matador Records.
Garap Musik Jarak Jauh
Sebelumnya, Interpol mengungkapkan bahwa mereka telah menggarap musik baru selama setahun terakhir dari jarak jauh akibat pandemi COVID-19. Sedangkan proses pengembangan musiknya dikerjakan baru-baru ini.
Dalam sebuah postingan di Instagram, band alternative rock dan post-punk revival ini mengatakan bahwa Interpol harus menggunakan internet untuk menyebarkan ide dan berkolaborasi dari jarak jauh. Semua ini dilakukan memang karena pandemi, namun hal Ini menjadi pengalaman baru bagi Interpol.
“Interpol telah mengerjakan musik baru sejak musim panas lalu. Karena pandemi, kami harus menggunakan internet untuk menyebarkan ide dan berkolaborasi dari jarak jauh. Ini adalah pengalaman baru bagi kami. Untungnya, dalam beberapa bulan terakhir, kami memiliki kesempatan untuk berkumpul secara langsung dan terus mengembangkan ide-ide itu dengan cara kuno: keras dan langsung,” tulis Interpol dalam keterangan fotonya di Instagram.
“Kami baru saja menyelesaikan putaran kedua penulisan tatap muka, kali ini di sebuah rumah di Catskills. Kendala yang tidak menguntungkan selama 15 bulan terakhir telah menginformasikan musik kami secara positif, kami merasakannya. Kami mengambilnya sebagai kesempatan untuk tumbuh dan memanfaatkannya sebaik mungkin,” lanjut keterangan Interpol.
Grup musik post punk revival ini berharap semoga karya mereka ini bisa menunjukkan bahwa ketika seseorang dipaksa untuk menemukan cara-cara baru untuk menghadapi tantangan-tantangan yang sudah dikenal, hasilnya dapat menjadi tak terduga dan indah.
“Mungkin masih sebentar lagi, tetapi ketika waktunya tepat, kami tidak sabar untuk membagikan musik baru ini kepada Anda. Kami tahu ini akan menjadi ajaib untuk bermain langsung dan bersama dengan penggemar kami lagi! Sepenuhnya epik.
Cinta untuk semua dan terima kasih!”
Sekilas Mengenai Interpol
Interpol merupakan grup musik indie rock asal New York, Amerika Serikat, yang dibentuk tahun 1998. Interpol sendiri beranggotakan Paul Banks pada vokal dan gitar; Daniel Kessler sebagai gitaris utama dan backing vokal; Carlos Dengler untuk bass; dan Sam Fogarino duduk sebagai drummer. Kini, personel Interpol hanya terdiri dari Paul Banks, Daniel Kessler, dan Sam Fogarino. Sedangkan Carlos Dengler meninggalkan grup tahun 2010 sejak bergabung tahun 1997,
Interpol mengusung genre alternative rock dan post-punk revival yang menelurkan album perdana berjudul “Turn on the Bright Lights” yang disambut dengan pujian dari para kritikus. Demikian dengan album keduanya, “Antics” yang sukses secara komersial dan diakui oleh para kritikus. Hingga kini, Interpol telah membuat sekurang-kurangnya enam album, di antaranya:
- Turn on the Bright Light (2002)
- Antics (2004)
- Our Love to Admire (2007)
- Interpol (2010)
- El Pintor (2014)
- Marauder (2018)
Musik racikan Interpol bernuansa kelam dengan iringan gitar yang tajam, dentuman bass, serta vokal yang monoton. Kemunculan Interpol bisa diperbandingkan dengan beberapa band post-punk macam Joy Division, The Chameleons, dan Kitchens of Distinction.
Selain menggarap enam album dan satu album terbaru, Interpol juga terlibat dalam sejumlah side project. Proyek sampingan mereka yang terakhir pada tahun 2020 lalu ketika Paul Banks mengumumkan proyek sampingan baru dengan nama Muzz. Band ini terdiri dari Josh Kaufman dan Matt Barrick. Muzz dirilis pada 5 Juni 2020 melalui Matador Records.
Image source: Instagram/Interpol
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 28/10/2021
2 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
AKHMAT KHUDDORI
15/05/2025 at 16:29 PM
Vivi
28/07/2025 at 00:04 AM