Penyanyi rock asal Amerika Serikat, Iggy Pop telah membagikan single baru berjudul Frenzy pada 28 Oktober 2022 lalu. Single ini menjadi single perdana penyanyi kelahiran 1947 setelah menandatangani kontrak dengan produser Andrew Watt's Gold Tooth Records.
Diumumkan pada 19 Oktober bahwa ikon punk rock Iggy Pop telah menandatangani kesepakatan dengan produser Andrew Watt's Gold Tooth Records di bawah naungan Atlantic Records. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, muncul kabar bahwa sang rocker akan merilis album baru yang saat ini belum diberi judul.
Menampilkan Watt sendiri pada gitar dan vokal latar, single ini juga berkolaborasi dengan legenda Duff McKagan (Guns N’ Roses‘) pada bass dan Chad Smith (Red Hot Chili Peppers‘ ) pada drum.
“Dikuntit oleh seorang sosio adalah cara yang bagus untuk menyalakan darah. Andrew dan Gold Tooth mendapatkan itu dan kami membuat rekaman bersama dengan cara kuno. Para pemainnya adalah orang-orang yang saya kenal sejak mereka masih kecil dan musiknya akan mengalahkan kalian. Semoga hari mu menyenangkan."
Frenzy menandai kembalinya penyanyi yang mendapat julukan Godfather of Punk. Single ini hadir bersamaan dengan video animasi yang menarik, di mana versi gambar pensil dari Iggy
berulang kali menghancurkan gitarnya dan meledak menjadi api. Simak official audio musiknya berikut.
Ini bukan pertama kalinya Iggy Pop berkolaborasi dengan artis-artis ternama. Pada tahun 2016, ia merilis Post Pop Depression yang menyertakan Josh Homme dan Dean Fertita dari Queens of the Stone Age serta Matt Helders dari Arctic Monkeys.
Album terakhir Iggy Pop bertajuk Free yang dirilis pada 2019 juga menampilkan beberapa musisi berbintang lainnya sebagai teman kolaborasinya.Di dalamnya ada pembacaan puisi Dylan Thomas Do Not Go Gently Into That Good Night yang diatur ke soundscape improvisasi yang disusun oleh Noveller.
Baru-baru ini, ikon punk yang terkenal karena gaya hidup rock n rollnya ini berkolaborasi dengan komposer Danny Elfman pada lagu berjudul Kick Me dan membagikan cover lagu You Want It Darker milik Leonard Cohen.
Cover lagu yang dilakukan oleh Iggy Pop ini merupakan tribut untuk menghormati mendiang sang legenda Leonard Cohen.
“Setelah dia meninggal, saya mendapati diri saya sering mengcover lagu-lagunya dengan artis lain yang bekerja dengan saya, Salah satu alasannya, tentu saja, adalah karena lagu-lagunya sangat bagus, tetapi alasan lainnya adalah karena lagu itu membantunya tetap berada di sekitarku.” kata Pop tentang Leonard Cohen.
Iggy Pop juga menambahkan, “Ini adalah pengalaman yang sangat memuaskan untuk mengkontekstualisasikan kembali puisi-puisi ini dan menyinarinya dengan cahaya yang berbeda. Saya berharap bahasa musik yang kami kembangkan bersama, konteks di mana kami menempatkan hal-hal ini, membuat lagu-lagu itu terhubung dengan orang-orang dengan cara yang baru.”
Pada tahun lalu, Iggy Pop bahkan telah mencoba terjun ke dunia musik klasik, dengan EP kolaboratif The Dictator. Dalam kolaborasinya dengan komposer Belgia dan multi-instrumentalis, Catherine Graindorge, duo ini merilis proyek empat lagu string, synths, dan suara semuanya dibawakan oleh suara bariton kasar Iggy Pop.
Rocker itu akan segera menjadi headline festival punk rock perdana, Destination Chaos yang berlangsung pada akhir Januari 2023 di pantai utara Republik Dominika. Semoga Iggy Pop lebih banyak merilis musik baru sebelum festival itu tiba ya, Superfriends.
Image source: https://www.instagram.com/iggypopofficial/
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 16/11/2022
1 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Muhamad Saifudin
20/04/2025 at 22:15 PM