Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Iggy Pop

Penyanyi kawakan asal Amerika Serikat, Iggy Pop, memberi 'ápresiasi' kepada virus COVID-19. Iggy Pop yang kini berusia 73 tahun tersebut membuat lagu khusus bertemakan tentang virus yang juga dikenal dengan severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) itu.

Iggy Pop memberi lagu itu dengan judul Dirty Little Virus yang sudah tersedia di berbagai layanan streaming, termasuk YouTube, sejak Senin (21/12/2020).

Dalam lagu ini, Iggy Pop bercerita tentang COVID-19 yang dalam satu tahun ke belakang masuk ke dalam topik perbincangan dunia. Iggy Pop juga membahas tentang virus corona yang menginfeksi tubuh dengan gaya blak-blakan.

Melalui video yang diunggah di akun YouTube resminya, Iggy Pop menjelaskan bahwa lirik lagu ini memang dibuat tidak bertele-tele. Alih-alih mendramatisasi pandemi yang bikin kehidupan sangat terpengaruh, Iggy Pop menulis lirik dengan kejujuran selama terjadinya pandemi.

Saya tergerak untuk membuat lirik yang langsung, bukan sesuatu yang terlalu emosional atau dalam, tapi lebih seperti jurnalisme," ujar Iggy Pop dalam video itu.

Ïggy Pop juga menjelaskan bahwa di lagu ini ia hanya mencakup empat unsur dasar jurnalisme, yaitu siapa, apa, kapan, dan di mana. "Saya tak membahas unsur 'mengapa' karena akan menjadi terlalu kompleks, tapi saya memasukkan apa yang saya rasakan tentang itu," katanya.

Iggy Pop lantas menegaskan bahwa virus corona menjadi hal besar dalam hidupnya dan juga orang-orang lain selama hampir setahun belakangan. Seperti yang diketahui, pandemi telah bikin berbagai sektor terdampak juga termasuk dunia musik di mana banyak konser yang terpaksa dibatalkan.

Atas segala hal yang telah diberikan oleh pandemi sejauh ini, Iggy Pop dengan tegas menyematkan julukan man of the year kepada COVID-19. Selain tentu saja dengan 'apresiasi' melalui karya musik di lagu Dirty Little Virus.

Iggy Pop sendiri termasuk sebagai salah satu musisi yang produktif di masa pandemi. Pada April lalu, ia dan pentolan Queens of the Stone Age, Josh Homme, merilis film dokumenter mereka di internet untuk menemani penggemar selagi isolasi mandiri.

Bertajuk American Valhalla, film dokumenter yang merekam proses kolaborasi kedua musisi tersebut bisa dinikmati melalui kanal YouTube. Film ini juga dimaksudkan Iggy Pop dan Josh guna mendukung kampanye #stayathome atau #dirumahaja. Peluncuran film ini didasari krisis pandemi, dan bertujuan untuk mengajak pendengarnya untuk berdiam diri di rumah.

American Valhalla bercerita tentang kolaborasi antara dua sosok besar dalam pergerakan musik rock/punk Amerika, yakni Iggy Pop dan Homme. Bersama dengan Dean Fertita (Queens of the Stone Age) dan drummer Matt Helders (Arctic Monkeys), kolaborasi ini menghasilkan album ke-17 milik Iggy sang living legend Iggy Pop, yang adalah Post Pop Depression yang mendarat di tahun 2016 silam.

Melalui unggahan Instagram, Iggy berkata: "Kita sangat berdedikasi untuk memstikan kalian betah di rumah. Maka, kita punya hadiah di hari Senin (30/3). Kita akan menggelar screening daring untuk film American Valhalla."

Iggy juga menambahkan, "Kita sangat senang bahwa Eagle Rock (produser/distributor) memutuskan untuk membagikan harta karun ini sehingga kita semua dapat kesempatan untuk menghidupa ulang #PostPopDepression."

Deskripsi resmi dari film dokumenter itu, seperti yag tercantum dalam laman resminya, bertuliskan, "(Film ini) membawa kalian menyusuri perjalanan dari awal kolaborasi ini dikonsepkan, hingga demo pertamanya yang direkam di padang pasir California. Yang kala itu dikerjakan oleh band yang kemudian di namakan Post Pop Depression band, berisikan Deat Fertita (QOTSA) dan drummer Matt Helder (AM). Ia juga lanjut menceritakan hingga perilisan albumnya, serta kala menggarap tur sold-out di Amerika dan Eropa, yang di dalamnya juga mengemas aksi apik di Ryal Albert Hall di London."

"American Valhall adalah proyek sekali seumur hidup yang sangat berharga. Menampilkan di dalamnya sinematografi keren dan wawancara informatif, serta akses cuplikan yang eksklusif. Film ini mampu menjelaskan bahwa jika kalian tidak mau ambil resiko, maka kalian tidak akan dapat apa-apa, tak peduli siapa diri kalian."

Adapun, sebelum pandemi melanda Iggy Pop sudah berhasil lebih dulu merilis album studio ke-18 sebagai penyanyi solo. Album ini bertajuk Free yang dirilis pada September 2019.

Melalui siaran pers yang beredar, Iggy Pop menjelaskan bahwa Free adalah materi album yang bersifat “kontemplatif dan murung”. Terdapat juga kontribusi dari beberapa musisi tamu seperti Noveller dan Leron Thomas.

“(Free) merupakan sebuah album yang memungkinkan musisi lain berbicara kepada saya, tapi saya juga turut memberikan suara sendiri,” ungkap Iggy Pop.

“Tiba di akhir tur album Post Pop Depression, saya merasa yakin bahwa saya harus menyikapi permasalahan kegelisahan yang sudah lama hinggap dalam kehidupan pribadi dan karir saya. Saya juga merasa lelah dan terkuras. Saya ingin kebebasan. Saya tahu itu hanya ilusi, dan bahwa ‘kebebasan’ itu hanyalah merupakan sesuatu yang kamu sendiri rasakan—tapi saya sudah menjalani hidup saja sejauh ini, dengan percaya bahwa apapun itu yang kita inginkan patut dikejar; bahwa yang sesungguhnya dibutuhkan bukanlah kesenangan atau cinta, tapi perasaan merasa bebas itu sendiri," ujar Iggy Pop.

"Intinya, album ini seperti datang tiba-tiba kepada saya, dan saya pun membiarkannya hinggap,” jelas Iggy Pop.

ARTICLE TERKINI

Tags:

#IGGY POP # pop # punk # punk rock # rock # pop rock # alt-rock # covid-19 # corona # pandemi # lagu pandemi

Article Category : Super Buzz

Article Date : 29/01/2021

Supermusic
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

19 Comments

Comment
O Heni

O Heni

23/11/2024 at 20:37 PM

American Valhall adalah proyek sekali seumur hidup yang sangat berharga
SAWI TRI

SAWI TRI

17/02/2025 at 15:38 PM

Iggy Pop Ciptakan Lagu Tentang Pandemi COVID-19: Dirty Little Virus
KARTIKA SAPUTRA

KARTIKA SAPUTRA

16/04/2025 at 12:41 PM

Iggy Pop Ciptakan Lagu Tentang Pandemi COVID-19: Dirty Little Virus
GUGUS INDRA WICAKSONO

GUGUS INDRA WICAKSONO

17/06/2025 at 11:30 AM

Iggy Pop Ciptakan Lagu Tentang Pandemi COVID-19: Dirty Little Virus
Yogi Putra Pratama

Yogi Putra Pratama

19/06/2025 at 16:13 PM

keren
Ricka Dwi Ayu Ningtyas

Ricka Dwi Ayu Ningtyas

29/07/2025 at 17:50 PM

Superlive
Zahra Zahra

Zahra Zahra

25/08/2025 at 18:02 PM

Belajarlah dari hari hari kemarin dan hiduplah untuk hari ini, lalu berharaplah untuk hari esok
promotorrai promotorrai

promotorrai promotorrai

25/08/2025 at 18:04 PM

Belajarlah dari hari hari kemarin dan hiduplah untuk hari ini, lalu berharaplah untuk hari esok
rajadongen rajadongen

rajadongen rajadongen

25/08/2025 at 18:04 PM

Belajarlah dari hari hari kemarin dan hiduplah untuk hari ini, lalu berharaplah untuk hari esok
nurhayat nurhayat

nurhayat nurhayat

25/08/2025 at 18:04 PM

Belajarlah dari hari hari kemarin dan hiduplah untuk hari ini, lalu berharaplah untuk hari esok
myiphone507 myiphone507

myiphone507 myiphone507

25/08/2025 at 18:22 PM

Belajarlah dari hari hari kemarin dan hiduplah untuk hari ini, lalu berharaplah untuk hari esok
landadaratu Wulandari

landadaratu Wulandari

25/08/2025 at 18:22 PM

Belajarlah dari hari hari kemarin dan hiduplah untuk hari ini, lalu berharaplah untuk hari esok
ayurahani ayurahani

ayurahani ayurahani

25/08/2025 at 18:22 PM

Belajarlah dari hari hari kemarin dan hiduplah untuk hari ini, lalu berharaplah untuk hari esok
RAJIN SILALAHI

RAJIN SILALAHI

30/08/2025 at 08:23 AM

Nice
nani maryani

nani maryani

09/09/2025 at 08:03 AM

American Valhall adalah proyek sekali seumur hidup yang sangat berharga
Agus Samanto

Agus Samanto

21/09/2025 at 13:58 PM

menyimak artikelnya
Cands

Cands

28/10/2025 at 12:55 PM

Kelaz
LUKMAN RAMADHAN

LUKMAN RAMADHAN

16/01/2026 at 17:33 PM

Iggy Pop Ciptakan Lagu Tentang Pandemi COVID-19: Dirty Little Virus
Toetoet

Toetoet

29/01/2026 at 10:36 AM

Iggy Pop
Other Related Article
image article
Super Buzz

The Dare Lepas Single Terbaru yang Berjudul Strangestreetfellows

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Tampil di Jepang, Isyana Sarasvati Akan Kolaborasi Bareng Mantan Gitaris Megadeth

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Milledenials Luncurkan Musik Video untuk Single Precious Me dan Feel Any Pain

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Break Out Day Fest Cirebon Berlangsung Super Seru!

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive