“Sedang duduk di kantor Imigrasi Malaysia, menunggu untuk dideportasi (skenario terbaik), karena promotor tidak memberikan kami visa”. Tweet Jona Weinhofen yang dipos Sabtu (14/11) lalu itu, menjadi kabar pertama dari pengalaman buruk yang dialami para member I Killed the Prom Queen. Selanjutnya situasi malah memburuk. Weinhofen mengabarkan mereka bakal ditahan di bagian penahanan Kantor Imigrasi Malaysia selama 4-14 hari lamanya. Konyolnya, beberapa di antara mereka masih ada yang meminta tanda tangan dan salah satunya memakai kaos I Killed the Prom Queen!
Para member band metalcore asal Australia ini akhirnya dibebaskan sehari setelah mereka ditahan. Hal ini tidak bakal terjadi tanpa bantuan dari komisi tinggi Australia di Kuala Lumpur. Weinhofen mengungkapkan lewat akun Twitter, mereka ditahan karena tampil tanpa izin. Pada Minggu (15/11) malam, setelah mereka dibebaskan, Weinhofen menulis tweet, “Freedom”.
Weinhofen mengatakan, seluruh member band diperlakukan secara tidak layak saat di bagian penahanan kantor imigrasi. Padahal, sebelumnya pihak imigrasi sudah memberitahu kantor penahanan bahwa hal ini adalah kesalahan promotor. Untungnya, pimpinan kantor imigrasi Malaysia Mustafa Ibrahim melontarkan permintaan maaf pada mereka.
Pengalaman ini memang tidak menyenangkan untuk para member I Killed the Prom Queen, mereka mengatakan belum bisa kembali ke Malaysia dalam waktu dekat. “Maaf Malaysia, tapi setelah pengalaman buruk ini saya rasa kami tidak akan kembali dengan terburu-buru,” cetus Weinhofen seperti yang dilansir oleh situs berita the Guardian.
Malaysia nampaknya perlu bersabar dalam waktu yang lama untuk kembali didatangi oleh I Killed the Prom Queen.
Foto: ikilledthepromqueen.com, infectiousmagazine.com, straightedgeworldwide.com
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 17/11/2015
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :