HMGNC baru saja merilis single baru mereka di bulan November yang lalu dengan tajuk Stay. Stay dirilis HMGNC bersama Demajors dan juga menjadi 'tebusan' dari mereka setelah sempat vakum selama dua tahun.
Perilisan single ini bertepatan dengan dua puluh tahun perjalanan bermusik HMGNC yang sudah melewati banyak generasi penontonnya. Dina Dellyana menyatakan jika selama dua puluh tahun ini HMGNC masih ada dan setia.
Stay adalah lagu yang menceritakan rasa syukur terhadap sosok pasangan yang senantiasa menemani di setiap hari. Dina Dellyana juga menambahkan, Stay menggambarkan perasaan kita ketika merasa cukup dan tidak ingin orang lain lagi yang ada di sisi kita karena hari dan waktu tidak pernah terasa berlalu. Ketika kita merasa cukup, tidak ada sakit dan sendu yang berlarut. Musik yang diberikan HMGNC dalam single ini juga menggambarkan warna-warni yang memang menjadi ciri khas mereka sejak awal kemunculannya.
Selain dalam format digital, Stay juga nantinya akan dirilis dalam format piringan hitam bersama single baru lainnya yang berjudul Heart to Feel.
Stay juga sempat dirilis dalam sebuah showcase sederhana di toko Demajors yang bertempat di M Bloc Jakarta. Showcase ini adalah hasil kerjasama HMGNC bersama dengan Synchronize Radio.
HMGNC juga berencana akan merayakan 20 tahun kebersamaan mereka dalam bentuk konser.
HMGNC adalah trio pop electronic asal Bandung yang terdiri dari Amandia Syachridar pada vokal, Dina Dellyana pada synth dan programming, serta Grahadea Kusuf pada synth dan programming. Nama ’Homogenic’ sendiri terinspirasi dari album musisi ternama asal Islandia, Bjork, di tahun 1997 yang memiliki judul sama.
Hingga 20 tahun berkarya di industri musik Indonesia, HMGNC sudah melahirkan empat album penuh dan juga satu album mini.
HMGNC awalnya terbentuk di tahun 2002 dengan formasi awal Dina Dellyana, Grahadea Kusuf, dan Risa Saraswati sebagai vokal.
Di tahun 2004 HMGNC bergabung dengan FFWD Records dengan album perdana Epic Symphony. Di album ini mereka membawakan musik campuran trip-hop dan elektronik downbeat dengan vokal bersuara 'malaikat' di tengah tingginya minat akan musik elektronik di Indonesia pada saat itu.
Di tahun 2006 eksplorasi musik HMGNC berkembang dengan munculnya album kedua mereka dengan tajuk Echoes of the Universe. Suasana musik yang lebih cerah terpengaruh oleh pengaruh musik indie pop elektronik dalam karya mereka kala itu.
Dalam perjalanan musik HMGNC, lagu Kekal, Mindless dan Unfolding Sympathy serta beberapa lagu lain dari Echoes of the Universe menjadi original soundtrack untuk film indie berjudul Cin(T)a. Film ini juga jadi awal kolaborasi HMGNC dengan penulis dan sutradara Sammaria Simanjuntak. Promosi film yang berlangsung hingga ke Inggris, membawa HMGNC bisa tampil di London, Birmingham, Newcastle dan Manchester.
HMGNC sempat absen selama 4 tahun hingga kemudian muncul lagi di tahun 2010 dan membawa vokalis baru; Amandia Syachridar yang menggantikan Risa Saraswati.
Perubahan ini juga memberikan warna baru untuk musik HMGNC yang memunculkan nada-nada elektronik manis namun tetap dengan ciri khas HMGNC. Di tahun ini pula album ketiga rilis dengan judul Let a Thousand Flowers Bloom yang menjadi tanda transisi HMGNC dimana sisi elektris lebih hidup dengan melodi instrumen synthesizer yang menyenangkan.
Lanjut di tahun 2012, kerjasama HMGNC berlanjut dengan Sammaria Simanjuntak untuk film Demi Ucok. HMGNC turut serta dalam pembuatan scoring, soundtrack dan memasukkan lagu-lagu lama yang didaur ulang dan dirilis oleh UNKL347 dalam album Let's Talk. Get Up and Go menjadi single pertama dari album ini yang juga masuk ke dalam kompilasi musisi indie Radio Killed The TV Star oleh Organic Records.
Single kedua Takkan Berhenti Di Sini juga mendapat sambutan positif dari skena drum n’ bass Indonesia. Meski lirik di dalamnya berbahasa Indonesia, lagu ini berhasil memenangkan tiga penghargaan di Voice Independent Music Awards (VIMA) 2013, untuk Best Electronic Dance Song, Best Electro Dance Act, dan Thank you For Existing Awards.
Selain berbagi panggung dengan banyak nama terkenal di Indonesia, HMGNC juga banyak berbagi panggung dengan musisi internasional seperti Yeah Yeah Yeahs, Club 8, The Radio Dept., The Whitest Boy Alive, Jens Lekman, Sophie Ellis-Bextor, Naughty by Nature, Bone Thugs-n-Harmony, Totally Enormous Extinct Dinosaurs, dan Telefon Tel Aviv di berbagai festival seperti Java Soulnation, Java Soundsfair, dan Love Garage (Ismaya) di Indonesia, serta Mosaic Music Festival dan Baybeats Festival di Singapura.
Pada tahun, HMGNC kembali aktif dengan merilis beberapa single lagi yaitu Today and Forever dan Memories That Last a Dream. Kedua single ini kental dengan pengaruh musik elektronik future-bass, R&B era 90's hingga ambient. Kedua single ini juga dijadikan album remix oleh produser-produser dan beberapa DJ kenamaan Indonesia.
Hingga sampai di Maret 2016, sebagai penanda re-branding Homogenic, mereka mengganti penulisan nama Homogenic menjadi HMGNC. Maret 2016 HMGNC juga merilis karya musik mereka lagi dalam single yang berjudul This Too Shall Pass, sebuah single yang bercerita tentang perempuan yang acap kali sering dianggap sebelah mata.
Image source: https://www.instagram.com/hmgnc/
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 11/01/2023
4 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Musdalifa
17/01/2025 at 09:51 AM
Muhamad Saifudin
11/03/2025 at 21:59 PM
YUSIA KRISTANTO
20/04/2025 at 19:22 PM
Heri Suprapto
02/10/2025 at 09:18 AM