Mengusung musik dub, adalah High Therapy dari Tangerang yang kembali ke radar musik nasional dengan single terbaru mereka, “TV and Antenna.”
Rilis pada tanggal 23 Februari 2020 kemarin, kehadirannya mendarat dengan screening klipnya yang bertempat di Sandwich Attack, Tangerang. Adapula seniman bermoniker Toxic Motel yang didapuk sebagai kolaborator dalam pembuatan posternya.
Dengarkan lagu baru mereka, di bawah ini:
“TV and Antenna” adalah single kedua setelah “Bend Down" bersama Agustin Oendari yang akan masuk ke dalam album perdana mereka, judul dari album tersebut masih dirahasiakan, walaupun akan dirilis di tahun 2020 ini.
Dengan ini, dipastikan sudah dua lagu yang akan dimuat ke dalam album debut mereka. Selain itu, belum ada kabar lain terkait detail dari album debut High Therapy.
Duo Hajaradit dan Barirul ini berbagi tugas menggarap lagu anyar mereka. Hajaradit turun tangan sebagai produser dan arranger, sedang Barirul naik sebagai songwriter-nya. Hasilnya? Sebuah lagu yang cukup personal bagi mereka berdua.
“TV and Antenna adalah lagu yang gue buat sebagai ungkapan kepada seseorang, bercerita tentang hubungan dua individu yang sedang mengalami konflik tapi satu sama lain sama-sama tahu bahwa mereka saling saling menyelamatkan,” terang Barirul
“Lagipula, lirik yang gue tulis di TV and Antenna cukup eksplisit untuk dimaknai sebagai ungkapan kepada seseorang. Tetapi, terlepas dari itu, gue akan selalu memberikan kesempatan bagi pendengar untuk menginterpretasikan lirik itu sendiri, mungkin bisa juga dikaitkan dengan hubungan individu dengan tuhan, orang tua, atau apapun itu.”
now living on every dsp u use ???? including youtube for the mv, u know where the link is.
A post shared by High Therapy (@high_therapy) on
Lagu baru ini hadir dengan nuansa ringan, skangking, dan mendayu. Mengupas narasi mendalam dengan halus, memberikan sebuah sentuhan sendu yang berbumbu sepercik nostalgia, tulus, jujur, dan apa adanya. Itu pula yang nampak di klipnya; sesuatu yang simple dan tak muluk-muluk, tapi tahu apa yang hendak dibicarakan.
Adapula bantuan balik layar dari Jovian Fraajie selaku music video director dan editor yang turut membantu penggarap interpretasi lagunya menjadi klip.
Video klip berdurasi lima menit 19 detik itu merupakan hasil dari ruang leluasa yang diberikan kepada Jovian dalam menggarap klipnya. “Ini ide dari gue, laut menggambarkan bahwa personel sedang berada di ambang keputusasaan dan personil lain datang untuk menyelamatkan.” Jovian juga menambahkan, “Selebihnya gue pun memberikan kebebasan untuk penonton agar makna dari visual yang disajikan dapat lebih luas lagi dari interpretasi gue.”
Pantau terus SUPERMUSIC untuk update band dan musik-musik lokal keren lainnya!
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 03/03/2020
2 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Antonius Sasongko Wahyu Kusumo
26/04/2026 at 09:29 AM
RENI HENDRAYANI
21/05/2026 at 12:23 PM