Hanin Dhiya merilis lagu terbaru berjudul Love Language. Peluncuran lagu ini sekaligus menandai membuka kembali produktivitasnya di tahun 2022. Pada akhir tahun lalu, Hanin Dhiya sempat menapaki lagi jejak kesuksesan bernyanyi-nya berkat versi rendisi lagu-lagu hit Dewa 19 pada EP Kangen yang digarapnya bersama pentolan band, Ahmad Dhani.
Kini masih berada dalam naungan Warner Music Indonesia, Hanin Dhiya bergerak lebih dewasa lewat tema hubungan beracun alias toxic relationship. Kondisi hubungan tersebut diangkat melalui lagu terbarunya, Love Language.
"Lagu ini disiapkan sebagai pengantar menuju 'Hanin yang baru' di 2022 ini. Semoga aku bisa memberikan dampak positif pada pendengar melalui rilisnya lagu ini," tutur Hanin Dhiya.
Melalui lagu barunya ini, Hanin Dhiya serasa memiliki keleluasaan untuk bercerita tentang amatan dirinya terhadap sebuah hubungan beracun. Pasalnya, setiap hubungan beracun itu sudah tidak bisa dipaksakan lagi. Soal ide cerita dalam lagu barunya ini, Hanin Dhiya mengatakan: "Kisah lagu ini adalah pertanyaan tentang hubungan yang sudah ada di titik nadir, tapi di sisi lain, juga terlalu berat untuk beranjak."
Hanin Dhiya pun kini semakin nyaman menggunakan lirik berbahasa Inggris, Hanin Dhiya seakan-akan menghayati seluruh bagian dan kerangka lagu lewat lirihan vokalnya yang emosional dan terukur. Lagu ini dikemas dengan perpaduan gaya akustik serta tempo lambat.
Single Love Language digarap bersama Nicole Haley dan Juan Ariza sebagai penulis lagu yang juga berperan selaku produsernya, Hanin Dhiya pun berkesempatan untuk menikmati jejak langkah Ariza yang sudah memenangkan Grammy Awards lewat karyanya bareng Sandra Croush ataupun Phillip Lassiter. Oleh karena itu, Hanin Dhiya pun merasa sangat puas dengan rilisnya lagu yang memberikan transformasi signifikan pada dirinya kali ini.
"Aku seneng banget sama lagu ini. Liriknya relatable banget, notasinya juga aku suka. Untuk kedepannya nggak menutup kemungkinan untuk rilis lagu berbahasa asing lagi deh," tutur Hanin antusias.
Untuk melengkapi cerita lirih yang disampaikan oleh Hanin Dhiya, lagu Love Language hadir bersama dengan sebuah video musik yang digambarkan serba hitam dan gelap. Visualisasi lagu dalam video musik itu dikisahkan dalam emosi yang dinaungi dengan rasa sedih, gundah, kekecewaan, dan harapan yang terukur menjadi satu.
"Di video musiknya, biarkan penonton deh yang menerjemahkan maknanya sesuai interpretasi masing-masing. Seru banget pokoknya meskipun proses produksinya cukup lama karena set-nya emang cukup ribet," jelas Hanin Dhiya.
Pada Desember 2021 lalu, Hanin Dhiya melepas EP Kangen yang dalam prosesnya diproduseri oleh Ahmad Dhani. Dalam kesempatan itu, Hanin Dhiya resmi merilis tiga single teranyar untuk merangkum EP terbarunya, Kangen, yang digarap bersama Ahmad Dhani. Disusul lagu Roman Picisan yang rilis kemudian. Hanin Dhiya melanjutkannya dengan mengeluarkan tiga lagu seperti Kangen, Pupus, dan Bukan Cinta Manusia Biasa.
Dirilis pada 10 Desember 2021 lalu, keempat lagu tersebut merangkai proyek kolaborasi Hanin Dhiya bersama Ahmad Dhani dalam EP Kangen. Hanin Dhiya berkesempatan untuk membawakan ulang empat hits ciptaan Ahmad Dhani tersebut dengan aransemen dan gubahan yang diiringi oleh orkestra dari Guntur Pardjono Putra.
EP-nya ini diproduseri langsung oleh Ahmad Dhani sendiri. Hanin Dhiya pun merasa sangat terhormat bisa bekerja bersama dengan maestro musik kawakan tersebut.
"Lewat proyek bareng Om Dhani ini, aku dapet banyak banget wawasan baru yang bisa diimplementasikan ke depannya. Aku merasa sangat terhormat," ujar Hanin pada rilis pers.
Sinyal positif pun juga diberikan oleh Ahmad Dhani yang memang sudah lama menanti hadirnya kolaborasi ini. Ahmad Dhani mengatakan: “Saya memberikan kesempatan kepada Hanin untuk memilih sendiri lagunya dan hasilnya bisa dilihat sangat melebihi ekspektasi. Beruntung sekali Hanin bisa memberikan suasana baru pada keempat lagu ini.”
Lewat hubungan yang sudah saling klik tersebut, proses kreatif dan produksi untuk proyek EP Hanin Dhiya ini pun terhitung sangat cepat. Bahkan hanya memakan satu hari saja.
"Saat itu moodnya dapet banget. Dari sekitar jam 1 sampai jam 4 aku take vocal untuk lagu Roman Picisan, Bukan Cinta Manusia Biasa, dan Pupus. Lanjut sekitar jam 7 malam aku take vocal 'Kangen' yang cuma makan waktu sekitar 15-30 menitan. Cepet banget," jelas Hanin Dhiya mengenai proses kreatif dan produksinya. Dari proses rekaman yang serba cepat itu, ternyata hasilnya memang maksimal banget.
Hanin Dhiya Citaningtyas lahir pada 21 Februari 2001. Dia adalah seorang penyanyi dan YouTuber asal Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Hanin Dhiya adalah runner-up ajang pencarian bakat Rising Star Indonesia yang ditayangkan stasiun televisi RCTI tahun 2014. Ia juga dikenal sebagai YouTuber yang mengunggah video cover di kanal YouTube-nya.
Hanin Dhiya merilis album debutnya, Cerita Hanin Dhiya, pada tahun 2018 dan meraih penghargaan Multi Platinum Award dari ASIRI. Album keduanya, Jangan Sampai Pasrah, dirilis pada tahun 2021. Ia telah dua kali dinominasikan Anugerah Musik Indonesia dan memenangkan 1 di antaranya. Hanin merupakan mahasiswi pendidikan Sastra Indonesia di Universitas Pakuan Bogor.
Pada tahun 2021, Hanin Dhiya telah merilis sekurang-kurangnya tiga single yaitu Jangan Sampai Pasrah (bersama Sabyan Gambus) dan Mengapa Bertahan untuk album Jangan Sampai Pasrah. Sementara Klandestin menjadi single non-album miliknya.
Imge source: https://www.instagram.com/hanindhiyaatys/
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 18/03/2022
9 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Tiurnatalia Manalu
15/12/2024 at 06:50 AM
Ald /
18/12/2024 at 17:07 PM
DENNY ADHY NUGROHO
24/04/2025 at 23:41 PM
DENNY ADHY NUGROHO
24/04/2025 at 23:42 PM
ENI PURWANTI
10/06/2025 at 17:36 PM
Ricka Dwi Ayu Ningtyas
13/07/2025 at 21:06 PM
Desy Osmon
14/08/2025 at 09:36 AM
Muhamad Saifudin
11/11/2025 at 21:48 PM
Brawijaya Hutabarat
19/12/2025 at 09:17 AM