Sempat digadang sebagai salah satu band indie rock modern potensial di tahun 2010-an, Florence + The Machine pun seakan punya beban besar untuk membuktikan bahwa mereka adalah unit musik yang berbeda daripada yang lain. Namun, beban tersebut tampaknya tidak terlalu jadi masalah bagi Florence + The Machine. Band indie rock yang unik satu ini berhasil menunjukkan konsistensinya dalam berkarya dengan merilis 4 buah album dan juga kerap kali menyelenggarakan tur konser yang sukses menghibur para penggemarnya.
Tetap mencoba untuk konsisten dalam menjaga eksistensi, Florence + The Machine kini kembali dengan merilis sebuah single berjudul King. Diakui oleh Florence Welch selaku pentolan di dalam Florence + The Machine, lagu baru yang dirilisnya ini akan jadi sebuah pembuka jalan baru bagi Florence + The Machine untuk melanjutkan proyek album yang sedang digarapnya. Album baru dari Florence + The Machine ini akan jadi karya album pertama setelah kurang lebih 5 tahun lamanya band indie rock tersebut tidak merilis album penuh.
Dalam perilisannya, Florence + The Machine juga sekaligus memperkenalkan aspek audio visual untuk single King. Dalam hal ini, Florence + The Machine bekerja sama dengan Autumn de Wilde sebagai sutradara untuk mengeksekusi kebutuhan visual yang diinginkan oleh Florence + The Machine dalam menceritakan lagu tersebut secara lebih jelas.
Baik untuk lagu dan juga video klipnya, King merupakan sebuah karya untuk merepresentasikan keresahan yang mulai menggerogoti diri dari Florence Welch. Pentolan Florence + The Machine tersebut menyatakan bahwa sebagai seorang musisi dan seniman, dirinya tidak pernah merasa perlu untuk membandingkan diri dengan orang lain atau dengan mereka yang jadi saingan serta idola. Namun bertambahnya usia diakui oleh pendiri Florence + The Machine ini jadi salah satu hal yang mulai menghadirkan keresahan.
Vokalis dari Florence + The Machine ini menjelaskan bahwa berada di usia 30-an, sebagai musisi dan seniman bukanlah umur yang sangat muda. Apalagi jika membicarakan tentang masa depan dan kesempatan yang bisa diraih. Selain itu, dirinya merasa bahwa seabgai seniman perempuan di usia yang diinjaknya juga menghadirkan limitasi yang lambat laun mulai memengaruhi rasa percaya dirinya. Dirinya mengakui bahwa untuk bisa menjadi pribadi yang seutuhnya, dirinya harus bisa mulai memikirkan kehidupan di luar kesenian tanpa harus menghilangkan seni dari hidupnya.
Vokalis Florence + The Machine tersebut mengakui bahwa semasa berkarya dirinya hanya mengambil inspirasi dari para musisi dan juga seniman laki-laki yang kini disadarinya punya perbedaan yang sangat kontras kepada para seniman perempuan. Untuk itu, King ingin dijadikan sebagai sebuah pesan untuk bisa membantu Florence Welch maupun orang lainnya yang berada di masa sulit dalam menentukan tujuan hidupnya. Menurut Florence + The Machine bahwa setiap orang punya kekuatan untuk memastikan jalan hidupnya sesuai dengan keinginannya dan hal tersebut coba diutarakan oleh sang musisi lewat single King.
King jadi single yang dipilih oleh Florence + The Machine untuk membuka era baru dalam bermusik. Di harapkan bahwa King bisa selaras dengan berbagai macam perubahan yang terjadi di dunia sehingga bisa meresap ke dalam hati para penggemarnya. Namun, Florence + The Machine masih belum mengumumkan kapan album kelima mereka akan dirilis. Kemungkinan, Florence + The Machine akan kembali merilis single yang membantu mereka membangun momentum tersebut dalam waktu dekat.
Single King juga jadi karya baru yang dirilis oleh Florence + The Machine. Sebelumnya, band indie rock asal Inggris ini sempat merilis sebuah lagu spesial, Call Me Cruella di tahun 2021. Lagu tersebut merupakan persembahan Florence + The Machine untuk sebuah film live action teranyar dari Disney, Cruella yang dibintangi oleh Emma Stone.
Selain disibukkan dalam aktivitas proyek musik baru, Florence + The Machine juga akan ikut meramaikan beberapa festimal musik musim panas di Eropa. Florence + The Machine telah dijadwalkan untuk tampil di festival musik seperti Flow Festival, Øya Festival, dan Mad Cool Festival di tahun 2022 ini.
Image courtesy of Florence + The Machine/Autumn de Wilde
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 09/03/2022
6 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
MArsin
29/01/2025 at 08:06 AM
Yohanes Hariono
15/02/2025 at 08:43 AM
Maoreen Lokito
30/06/2025 at 16:30 PM
Heri Suprapto
18/08/2025 at 09:00 AM
Muhamad Saifudin
17/11/2025 at 20:54 PM
GUGUM GUMILAR
03/03/2026 at 09:44 AM