Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Fletch

Jika ditelisik secara baik, pergerakan musik folk independen di Indonesia kerap lahir di kota atau daerah yang cenderung memiliki hawa yang dingin. Sebut saja Malang dan Bandung. Kedua kota tersebut sejak awal tahun 2010-an hingga kini masih sering melahirkan musisi-musisi yang mengusung aliran folk di Tanah Air. Fletch merupakan sebuah band asal Malang yang menjadi bagian dari pergerakan tersebut.

Terbentuk di pertengahan tahun 2015, Fletch merupakan sekelompok pemuda dan pemudi yang sedang melaksanakan program studi di kota Malang. Pada awal terbentuknya, Fletch hanya beranggotakan tiga orang saja, yaitu Danti sebagai pemetik ukulele, Richard sebagai vokalis dan gitaris, serta Ridho sebagai pemain keyboard. Pada masa tersebut, Fletch kerap kali tampil di acara-acara yang diselenggarakan di kampus mereka, Universitas Brawijaya. Bahkan, Fletch juga mendapatkan predikat sebagai sebuah homeband dari fakultas tempat mereka belajar. Meskipun begitu, Fletch juga ternyata telah mengantongi sebuah single orisinal yang dirilis di tahun 2015 berjudul Tiga Pagi.

Single Tiga Pagi karya Fletch tersebut bercerita tentang keresahan serta pikiran kalut yang dialami seseorang di waktu sepertiga malam yang membuatnya tidak dapat tertidur. Karya orisinal pertama dari Fletch tersebut ternyata cukup mendapatkan apresiasi dari penikmat musik di Malang, terutama bagi para penikmat musik folk. Namun, tidak lama setelah perilisan single tersebut, Fletch memutuskan untuk vakum sejenak hingga akhirnya kembali aktif pada tahun 2017. Di tahun tersebut, Fletch kembali hadir sekaligus membawa sebuah album perdananya berjudul Konotasi. Album berisi 10 lagu ini direkam di masa-masa rehat Fletch di akhir tahun 2016 dan juga membawa lagu Tiga Pagi masuk ke dalam salah satu nomor di album tersebut. Dengan hadirnya album Konotasi, Fletch juga meresmikan formasi barunya dengan bertambahnya tiga orang di dalam tubuh mereka, yakni Amanda sebagai pemain biola Rifqi sebagai penabuh drum drum. Naufalia sebagai pemain bass

Fletch menceritakan makna dibalik judul album mereka. Menurut Fletch, Konotasi memiliki makna yang sesuai untuk merepresentasikan karya-karya mereka yang dibuat dengan arahan multi tafsir. Arahan tersebut sengaja dipilih agar lagu-lagu yang ada di album tersebut dapat mewakili suasana hati dan memori para penikmat musiknya secara bebas dan jadi sebuah soundtrack kehidupan yang tak lekang oleh waktu. Lagu-lagu yang ada di dalam album perdana Fletch tersebut juga mengandung hampir seluruh bentuk emosi, seperti kehampaan, kebahagiaan, hingga kesakitan.

Awalnya, Fletch hanya merilis album Konotasi secara eksklusif di layanan music streaming saja. Namun, tidak lama setelah perilisan secara digital, Fletch juga mengeluarkan albumnya dalam format fisik. Perilisan album Fletch dalam format fisik tersebut sekaligus ditandai dengan adanya release party yang diadakan oleh mereka. Fletch juga mengajak musisi-musisi di kota Malang untuk berkolaborasi sekaligus meramaikan acara tersebut.


Tiga tahun setelah perilisan album perdananya, di tahun 2020 ini Fletch baru saja merilis single terbarunya yang berjudul Worn Out pada Juli lalu. Fletch pertama kali mengenalkan single terbarunya tersebut melalui sebuah video klip yang dirilis di kanal Youtube milik Intertwine Records. Berkolaborasi bersama Nabrl, proses penulisan lagu ini terbilang cukup personal. Lirik yang ditulis Ridho bercerita tentang sebuah keikhlasan seseorang akan hal yang harus pergi meninggalkannya. Secara gamblang, Ridho juga menjelaskan bahwa lagu terbaru dari Fletch ini dirinya buat untuk mengenang kepergian sang ibu 2 tahun silam.

ARTICLE TERKINI

Tags:

#fletch # tiga pagi # worn out # malang # folk # konotasi

Article Category : Super Buzz

Article Date : 15/12/2020

Supermusic
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

5 Comments

Comment
Yanti A

Yanti A

17/01/2025 at 10:09 AM

bagus
Desy Osmon

Desy Osmon

27/02/2025 at 00:10 AM

sip
pujanadi

pujanadi

04/03/2025 at 11:34 AM

Single Tiga Pagi
GRACE JELIA PUTRI TADETE

GRACE JELIA PUTRI TADETE

15/06/2025 at 23:00 PM

Good
Toetoet

Toetoet

13/03/2026 at 09:03 AM

tentang Keikhlasan
Other Related Article
image article
Super Buzz

The Dare Lepas Single Terbaru yang Berjudul Strangestreetfellows

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Tampil di Jepang, Isyana Sarasvati Akan Kolaborasi Bareng Mantan Gitaris Megadeth

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Milledenials Luncurkan Musik Video untuk Single Precious Me dan Feel Any Pain

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Break Out Day Fest Cirebon Berlangsung Super Seru!

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive