Jika ditelisik secara baik, pergerakan musik folk independen di Indonesia kerap lahir di kota atau daerah yang cenderung memiliki hawa yang dingin. Sebut saja Malang dan Bandung. Kedua kota tersebut sejak awal tahun 2010-an hingga kini masih sering melahirkan musisi-musisi yang mengusung aliran folk di Tanah Air. Fletch merupakan sebuah band asal Malang yang menjadi bagian dari pergerakan tersebut.
Terbentuk di pertengahan tahun 2015, Fletch merupakan sekelompok pemuda dan pemudi yang sedang melaksanakan program studi di kota Malang. Pada awal terbentuknya, Fletch hanya beranggotakan tiga orang saja, yaitu Danti sebagai pemetik ukulele, Richard sebagai vokalis dan gitaris, serta Ridho sebagai pemain keyboard. Pada masa tersebut, Fletch kerap kali tampil di acara-acara yang diselenggarakan di kampus mereka, Universitas Brawijaya. Bahkan, Fletch juga mendapatkan predikat sebagai sebuah homeband dari fakultas tempat mereka belajar. Meskipun begitu, Fletch juga ternyata telah mengantongi sebuah single orisinal yang dirilis di tahun 2015 berjudul Tiga Pagi.
Single Tiga Pagi karya Fletch tersebut bercerita tentang keresahan serta pikiran kalut yang dialami seseorang di waktu sepertiga malam yang membuatnya tidak dapat tertidur. Karya orisinal pertama dari Fletch tersebut ternyata cukup mendapatkan apresiasi dari penikmat musik di Malang, terutama bagi para penikmat musik folk. Namun, tidak lama setelah perilisan single tersebut, Fletch memutuskan untuk vakum sejenak hingga akhirnya kembali aktif pada tahun 2017. Di tahun tersebut, Fletch kembali hadir sekaligus membawa sebuah album perdananya berjudul Konotasi. Album berisi 10 lagu ini direkam di masa-masa rehat Fletch di akhir tahun 2016 dan juga membawa lagu Tiga Pagi masuk ke dalam salah satu nomor di album tersebut. Dengan hadirnya album Konotasi, Fletch juga meresmikan formasi barunya dengan bertambahnya tiga orang di dalam tubuh mereka, yakni Amanda sebagai pemain biola Rifqi sebagai penabuh drum drum. Naufalia sebagai pemain bass
Fletch menceritakan makna dibalik judul album mereka. Menurut Fletch, Konotasi memiliki makna yang sesuai untuk merepresentasikan karya-karya mereka yang dibuat dengan arahan multi tafsir. Arahan tersebut sengaja dipilih agar lagu-lagu yang ada di album tersebut dapat mewakili suasana hati dan memori para penikmat musiknya secara bebas dan jadi sebuah soundtrack kehidupan yang tak lekang oleh waktu. Lagu-lagu yang ada di dalam album perdana Fletch tersebut juga mengandung hampir seluruh bentuk emosi, seperti kehampaan, kebahagiaan, hingga kesakitan.
Awalnya, Fletch hanya merilis album Konotasi secara eksklusif di layanan music streaming saja. Namun, tidak lama setelah perilisan secara digital, Fletch juga mengeluarkan albumnya dalam format fisik. Perilisan album Fletch dalam format fisik tersebut sekaligus ditandai dengan adanya release party yang diadakan oleh mereka. Fletch juga mengajak musisi-musisi di kota Malang untuk berkolaborasi sekaligus meramaikan acara tersebut.
Tiga tahun setelah perilisan album perdananya, di tahun 2020 ini Fletch baru saja merilis single terbarunya yang berjudul Worn Out pada Juli lalu. Fletch pertama kali mengenalkan single terbarunya tersebut melalui sebuah video klip yang dirilis di kanal Youtube milik Intertwine Records. Berkolaborasi bersama Nabrl, proses penulisan lagu ini terbilang cukup personal. Lirik yang ditulis Ridho bercerita tentang sebuah keikhlasan seseorang akan hal yang harus pergi meninggalkannya. Secara gamblang, Ridho juga menjelaskan bahwa lagu terbaru dari Fletch ini dirinya buat untuk mengenang kepergian sang ibu 2 tahun silam.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 15/12/2020
5 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Yanti A
17/01/2025 at 10:09 AM
Desy Osmon
27/02/2025 at 00:10 AM
pujanadi
04/03/2025 at 11:34 AM
GRACE JELIA PUTRI TADETE
15/06/2025 at 23:00 PM
Toetoet
13/03/2026 at 09:03 AM