Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Extreme Decay Rilis Ulang EP Antiviral Dalam Format Piringan Hitam

Unit veteran grindcore asal Malang, Extreme Decay, melanjutkan momentum kembalinya mereka ke industri musik Tanah Air.

Setelah melepas EP baru bertajuk "Antiviral" pada Juli 2021, mereka kembali merilis ulang mini album tersebut ke dalam format piringan hitam 7". Kali ini, Extreme Decay bekerja sama dengan label rekaman Samstrong Records.

Rilisan berisi 7 nomor lagu ini sudah resmi beredar di pasaran sejak 15 Maret 2022 lalu. Extreme Decay bersepakat dengan Samstrong Records untuk merilis ulang mini album mereka ke dalam bentuk piringan hitam setelah rilisan awal mereka tahun lalu ludes terjual.

Terdapat perbedaan menyoal materi musik dari rilisan pertama dengan rilisan piringan hitam ini. Jika sebelumnya hanya berisi 5 lagu, Extreme Decay menambahkan 2 lagu baru yang belum pernah dirilis sebelumnya untuk format piringan hitam.

“Bedanya, kalau Antiviral format kaset itu berisi 5 lagu saja. Sedangkan dalam format vinyl ini ada tambahan dua lagu yang belum pernah dirilis sehingga total berisi 7 lagu. Salah satunya adalah lagu “Kolaps” yang direkonstruksi ulang oleh musisi noise asal Yogyakarta, Indra Menus.” ungkap Extreme Decay dalam keterangan resmi.

Meski begitu, Extreme Decay kembali memperlakukan rilisan mereka kali ini dengan eksklusif. Piringan hitam 7" untuk EP Antiviral ini hanya dicetal terbatas dalam 250 kopi saja.

Mereka membaginya kedalam 2 warna plat, yaitu hitam dengan hanya 150 kopi dan warna oranye dengan hanya 100 kopi yang sama-sama dibanderol dengan harga Rp 200.000,-.

Sebetulnya, rencana untuk merilis mini album ini ke dalam format piringan hitam sudah tercetus sejak tahun lalu ketika pertama kali merilis Antiviral. Namun, rencana itu nyatanya harus mundur karena beberapa hal.

Materi mini album Antiviral dalam format piringan hitam ini juga telah mengalami proses remixed dan remastered yang dikerjakan oleh Yobbi Ananta di Grim Studio (Jakarta) pada tanggal 2-6 Agustus 2021 lalu.

Sebagai bagian dari promosi perilisan vinyl ini, Extreme Decay meluncurkan single baru “Invasi Pengerat” yang dikemas dalam wujud video musik garapan Dimas Tirta Arwana dan sudah bisa disimak melalui kanal YouTube Samstrong Records.

Adapun, mini album Antiviral pertama kali dirilis Extreme Decay pada 22 Juli 2021, bertepatan dengan perayaan Record Store Day 2021 yang digagas oleh Disaster Records.

“Sebenarnya, mini album kami ini materi sisipan yang muncul tiba-tiba di katalog Disaster Records. Kebetulan Disaster lagi merilis beberapa kaset pas momen RSD (Record Store Day – RED). Terus, kami tawarin saja karena kebetulan materinya sudah siap. Semuanya memang serba cepat dan mendadak”, dikutip dari sang gitaris, Ravi ketika diwawancarai oleh Rian Pelor di radio Play FM.

Tajuk ‘Antiviral’ pun sengaja diambil dari salah satu judul lagu yang termuat di dalam mini album tersebut. Menurut pihak Extreme Decay, pemilihan tajuk tersebut dilatarbelakangi oleh sebuah film dengan judul yang sama. Film tersebut pun menceritakan isu seputar kultur media sosial yang tidak sehat, pemujaan dunia selebritis, kultus idol, serta obsesi manusia akan hedonisme.

*****

Extreme Decay merupakan unit pengusung musik grindcore yang terbentuk di kota Malang pada tahun 1998. Sejak awal karirnya, mereka sudah langsung memproduksi berbagai karya rekaman dalam berbagai format.

Formasi Extreme Decay saat ini digawangi oleh Ravi (gitar/vokal), Ruli (gitar/vokal), Nizar (bass/vokal), dan Eko (drum/vokal). Sekarang, Extreme Decay sedang sibuk menyiapkan materi split album dengan Busuk yang akan dirilis oleh Unleash Records, proyek reissue salah satu album klasik mereka, serta materi musik terbaru untuk bakal album penuh Extreme Decay yang akan dirilis pada tahun 2022.

Selain mini album dan album split, Extreme Decay juga sedang menyiapkan materi-materi musik teranyarnya untuk persiapan menuju album penuh yang rencananya akan hadir di tahun 2022.

“Akhir tahun ini, kami akan kembali masuk studio rekaman dan menyiapkan materi album penuh untuk dirilis di tahun 2022. Pinginnya sih kami bisa menemukan variasi dan elemen baru lagi dalam komposisi musik Extreme Decay berikutnya”, tutup mereka.

Album ini akan menjadi lanjutan dari materi terakhir yang dilepas oleh Extreme Decay yaitu album 'Holocaust Resistance' pada 2010. Mereka menegaskan bahwa Extreme Decay tak pernah vakum, namun diakui bahwa butuh waktu untuk bisa berkumpul dan mempersiapkan segalanya.

"Extreme Decay sebenarnya tak pernah vakum. Kami masih cukup rutin kumpul bersama dalam satu band. Bahkan di tahun 2018 lalu kami menjalani tur mini di Bintan dan Singapura. Hanya saja, dalam dua tahun terakhir ini kami merasa sudah waktunya serius menyusun dan memproduksi sebuah EP atau rencana album baru secara penuh," ujar mereka.

Image source: Instagram/Extreme Decay

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Metal #Extreme Decay #grindcore #Underground #Malang # band lokal

Article Category : Super Buzz

Article Date : 12/04/2022

Supermusic
Admin Music
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

17 Comments

Comment
Ald /

Ald /

12/10/2024 at 17:24 PM

.
Riani El

Riani El

26/11/2024 at 09:42 AM

Extreme Decay sebenarnya tak pernah vakum
AyuRL Ningtyas

AyuRL Ningtyas

18/01/2025 at 18:30 PM

O Heni

O Heni

09/02/2025 at 23:05 PM

.
Julia Margaret

Julia Margaret

09/02/2025 at 23:24 PM

Nice artikel
SAWI TRI

SAWI TRI

10/02/2025 at 16:37 PM

Unit veteran grindcore asal Malang, Extreme Decay, melanjutkan momentum kembalinya mereka ke industri musik Tanah Air.
SAWI TRI

SAWI TRI

10/02/2025 at 16:37 PM

"Extreme Decay sebenarnya tak pernah vakum. Kami masih cukup rutin kumpul bersama dalam satu band. Bahkan di tahun 2018 lalu kami menjalani tur mini di Bintan dan Singapura. Hanya saja, dalam dua tahun terakhir ini kami merasa sudah waktunya serius menyusun dan memproduksi sebuah EP atau rencana album baru secara penuh," ujar mereka.
Luthfi Purnama Guna Wibawa

Luthfi Purnama Guna Wibawa

28/02/2025 at 14:55 PM

Nice
GRACE JELIA PUTRI TADETE

GRACE JELIA PUTRI TADETE

08/05/2025 at 06:08 AM

Good
SEPTIAN DWI NUGROHO

SEPTIAN DWI NUGROHO

09/05/2025 at 13:28 PM

Extreme Decay Rilis Ulang EP Antiviral Dalam Format Piringan Hitam
Heri Suprapto

Heri Suprapto

16/05/2025 at 08:48 AM

Unit veteran grindcore asal Malang, Extreme Decay, melanjutkan momentum kembalinya mereka ke industri musik Tanah Air.
RAJIN SILALAHI

RAJIN SILALAHI

17/08/2025 at 11:07 AM

Nice
Budi Nurcahyo

Budi Nurcahyo

14/10/2025 at 09:41 AM

Extreme Decay Rilis Ulang EP Antiviral Dalam Format Piringan Hitam
Muhamad Saifudin

Muhamad Saifudin

27/10/2025 at 20:01 PM

Nice news!
EMIR MUHAMMAD

EMIR MUHAMMAD

10/01/2026 at 13:55 PM

Extreme Decay Rilis Ulang EP Antiviral Dalam Format Piringan Hitam
RENI HENDRAYANI

RENI HENDRAYANI

10/01/2026 at 16:00 PM

Extreme Decay Rilis Ulang EP Antiviral Dalam Format Piringan Hitam
Muhammad Rafli Maulana

Muhammad Rafli Maulana

07/03/2026 at 16:06 PM

nicee
Other Related Article
image article
Super Buzz

The Dare Lepas Single Terbaru yang Berjudul Strangestreetfellows

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Tampil di Jepang, Isyana Sarasvati Akan Kolaborasi Bareng Mantan Gitaris Megadeth

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Milledenials Luncurkan Musik Video untuk Single Precious Me dan Feel Any Pain

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Break Out Day Fest Cirebon Berlangsung Super Seru!

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive