Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

dim mak

Mendengar nama Steve Aoki, tidak aneh jika kita langsung terpikirkan dirinya sebagai seorang DJ musik elektronik kenamaan era sekarang. Namun banyak yang tidak menyadari bahwa selain DJ dan producing lagu, Steve Aoki juga mengepalai sebuah label rekaman yang sudah berusia lebih dari 20 tahun. Label tersebut juga mengantongi roster yang mengagumkan, menjadi nama di balik rilisan-rilisan DJ kenamaan dunia dan Steve Aoki sendiri.

Hanya saja, tahukan kalian bahwa label tersebut--dinamakan Dim Mak Records--pada mulanya merupakan sebuah label punk rock? Ya, Dim Mak Records yang dibentuk di tahun 1996 saat Aoki masih berkuliah, merupakan sebuah label musik cadas. Tidak aneh, megingat founder-nya itu cukup aktif di kancah punk, hardcore, dan emo di Santa Barbara, California.

Menilik perubahan musik Dim Mak Records seakan memberikan kita gambaran terkait musik seorang Steve Aoki dan transisinya menjadi seorang DJ mega bintang sekarang ini. Oleh sebab itu, mari kita menilik kembali apa itu Dim Mak Records, dan bagaimana musik berubah seiring waktu--dari punk dan hardcore, emo, indie rock, electro, hingga EDM dan varian musik elektronik lainnya.

“Sebuah perjalanan yang panjang,” kata Steve Aoki, dikutip dari Redbull. “Rasanya seperti sejumlah petualangan. Tidak linear sama sekali, seperti sebuah metamorfosis.”

Aoki sempat memiliki band hardcore/skramz bernama This Machine Kills. Ia memegang kendali mikrofon!

Ketika masih berkuliah, Dim Mak Records bukan satu-satunya kesibukan luar kampus bagi Steve Aoki. Ia juga mengelola venue gigs amatiran bernama “The Pickle Patch”. Uniknya, venue tersebut merupakan ruangan tamu dari unit apartemen kampus tempat ia tinggal. The Pickle Patch menyajikan lebih dari ratusan aksi band-band cadas, membantu membuka Aoki dan Dim Mak Records kepada skena serta pasar punk/hardcore setempat.

Berbekal hal tersebut Dim Mak Records pun mulai melebarkan sayapnya. Rilisan debut lepas di tahun 1996 untuk unit hardcore stickfigurecarousel. Hingga awal 2000-an, Dim Mak menjadi label lokal ikonik yang merilis musik-musik band lokal California. Poin penting berikutnya adalah rilisan EP pertama dari grup Pretty Girls Make Graves di tahun 2001, yang berhasil membuat Dim Mak Records benar-benar menjadi sebuah bisnis--dengan kata lain, meraup untung.

Tahun 2004 juga merupakan langkah krusial Dim Mak Records menapak di kancah indie rock. Bagaimana tidak, mereka berhasil merilis album Banquet milik aksi indie rock kenamaan asal Inggris, Bloc Party. Aoki mengakui bahwa rilisan ini membuka jalan untuk sejumlah rilisan indie rock yang menyusul di tahun-tahun berikutnya. Namun di tahun 2007, mereka merilis Gravity’s Rainbow (Soulwax Remix), sebuah materi remix dari album band indie rock Klaxons. Aoki menjelaskan bahwa kala itu, mulai banyak produser yang menggarap remix untuk band indie, dirinya sendiripun sempat melepas sebuah remix untuk Bloc Party. Bisa dikatakan, disiilah awal transisi Dim Mak Records ke ranah elektornik.

Bloody Beetroots dan musik elektro-rock jadi santapan Dim Mak Records circa 2009, merilis single “Warp 1.9” yang juga berkolaborasi dengan sang founder di dalamnya. Dari rilisan itu, Dim Mak sudah mulai menjadi label yang patut diantisipasi oleh pecinta musik EDM. 2010, mereka meluncurkan rilisan petama Zedd yang juga DJ kenamaan dunia, dan di tahun 2012, rilisan kolaborasi Steve Aoki dan DJ kelahiran Indonesia, Angger Dimas, bersama dengan Iggy Azalea yang menjadi loncatan sang popstar ke ranah mainstream. Hingga pada tahun 2015 Dim Mak Records sudah menjadi household name bagi pergerakan musik EDM arus utama, patenkan dengan rilisan WatchTheDuck dengan musisi kenamaan Pharell Williams, maka genap sudah transisi musik Dim Mak Records yang luas tersebut.

Bagaimana pendapat kalian dengan perjalanan Steve Aoki dan Dim Mak Records? Menjabarkannya dalam konteks waktu, kita mengetahui bahwa perubahan musik Dim Mak Records tidak sekadar banting setir. Perubahannya itu bertahap. Mereka tidak merantaikan diri ke satu genre dan terus berevolusi mengikuti pergerakan zaman. Kalau kalian punya label rekaman, akankah seperti ini juga?

ARTICLE TERKINI

Tags:

#dim mak records #steve aoki #punk #Hardcore #indie rock #musik electronik #edm #label rekaman

Article Category : Super Buzz

Article Date : 23/06/2020

Supermusic
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

3 Comments

Comment
Smard man

Smard man

30/10/2024 at 09:26 AM

DJ musik elektronik kenamaan era sekarang
GRACE JELIA PUTRI TADETE

GRACE JELIA PUTRI TADETE

19/02/2025 at 05:28 AM

Good
Yohanes Hariono

Yohanes Hariono

31/05/2025 at 05:56 AM

Steve Aoki ciamikk😎
Other Related Article
image article
Super Buzz

The Dare Lepas Single Terbaru yang Berjudul Strangestreetfellows

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Tampil di Jepang, Isyana Sarasvati Akan Kolaborasi Bareng Mantan Gitaris Megadeth

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Milledenials Luncurkan Musik Video untuk Single Precious Me dan Feel Any Pain

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Break Out Day Fest Cirebon Berlangsung Super Seru!

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive