Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Elephante: Dari Harvard ke Meja DJ

Sudah wajib hukumnya untuk menyaksikan penampilan NIKI, Rich Brian, dan Joji di Head In The Clouds 2022 nantinya. Tapi, ada satu DJ keren yang tak boleh dilewatkan juga di festivalnya 88rising tersebut. Namanya adalah Elephante. 

Elephante ini layak banget buat ditunggu karena lagu-lagu ciptaannya memang unik. Salah satunya adalah Dopamine, lagu EDM yang energetik dan kaya akan elemen vokal. Elephante pernah bilang bahwa Dopamine itu bicara soal semangat dan ya ketika didengarkan, lagu itu benar-benar bikin kita langsung bangun dari kasur untuk melakukan sesuatu, entah itu kerja atau olahraga. 

Soal musiknya, Elephante juga mengaku bahwa ia mencoba untuk mencampur beberapa genre ke dalam lagu yang digubah. Soalnya, ia ingin musiknya lebih dari sekadar elektrik saja, tetapi juga melodik. 

Wajar saja, Elephante memang mengambil inspirasi tak hanya dari musisi EDM saja, tetapi juga dari genre yang lebih luas seperti musik klasik dan blues. 

“Aku dulu memainkan instrumen seperti piano atau gitar. Dulu, ibuku pernah bilang kalau aku lagi menangis, yang membuatku tenang adalah lagu-lagu di film “Fantasia” (film musikal, red.). Jadi, ya, inspirasi awalku adalah musik klasik, blues, bahkan hingga rock indie. Aku juga suka mendengarkan musik-musik Jimmie Hendrix dan Eric Clapton,” ucap Elephante saat diwawancarai Billboard. 

Unik, ya? Sabar dulu, yang unik dari Elephante tak cuma musiknya saja. Kehidupan personalnya rupanya juga menarik dan inspiratif, lho!

Lahir pada 10 November 1989, nama asli Elephante adalah Tim Wu. Orang tua Elephante merupakan imigran dari Taiwan yang hijrah ke Amerika Serikat untuk kehidupan yang lebih baik.

Sebagai anak dari keluarga Asia, Elephante kecil pastinya diharapkan untuk memiliki profesi yang "lempeng" nantinya, seperti dokter atau akuntan. Tapi, Elephante rupanya sudah memendam hasrat ingin jadi musisi sejak kecil setelah diikutkan les piano oleh ibunya.

Lucunya, ketika diwawancarai Nextshark, Elephante mengaku bahwa awalnya ia benci untuk menjalani les piano itu. Namun, seiring waktu, ia ketagihan sampai akhirnya bercita-cita untuk menjadi musisi di kemudian hari. 

"Ibuku menyuruhku untuk les piano. Aku benar-benar benci melakukan itu awalnya, tapi aku sadar itu menyenangkan banget. Les piano itulah yang benar-benar bikin aku tergerak dan terinspirasi jadi musisi," ucapnya. 

Perjalanan Elephante menjadi DJ ternama sampai saat ini dimulai dari les piano itu, tapi, itu hanyalah awal dari perjalanan yang begitu panjang. Ya, Elephante sempat melakukan beberapa hal dulu sebelum akhirnya menjadi musisi. 

Yang pertama adalah kuliah di Harvard. Ya, benar, salah satu universitas tertua dan terbaik di dunia itu. Elephante kuliah di jurusan Ekonomi, tapi yang ada di kepalanya hanya dan selalu musik. 

"Banyak hal yang aku lakukan di kampus, tapi tak ada program musik di sana. Jadi, aku bikin musik sendiri di studio kampus. Waktu luangku habis di sana karena memang yang mau aku lakukan hanya membuat musikku sendiri," ucap Elephante kepada Nextsharks. 

Lulus kuliah, Elephante ternyata sempat menjadi pekerja kantoran, lho. Tapi, tentunya, di waktu senggangnya ia terus memproduksi musik. Elephante mencoba untuk me-remix lagu dari musisi-musisi ternama seperti Calvin Harris dan Lorde. 

Hingga sampai akhirnya, Elephante memutuskan untuk serius di musik. Ia memutuskan untuk meninggalkan Tim Wu, seorang pekerja kantoran, menjadi Elephante, nama panggung yang terinspirasi dari frase "Elephant in The Room". Frase ini, menurut Elephante, menggambarkan dirinya yang terjebak dalam rasa tidak bahagia ketika menjalani kehidupan sebagai pekerja kantoran. 

Pada akhirnya, kerja keras dan determinasi Elephante berbuah hasil. Di 2016, lagunya yang berjudul Age of Innocence viral dan membuat nama Elephante melambung. Di 2021 lalu, Elephante akhirnya bergabung dengan 88rising dan mengeluarkan album keduanya, Heavy Glow

Kini, Elephante sudah punya karier yang melejit sebagai musisi. Namun, dia percaya bahwa itu bisa terjadi karena usahanya, dan ia pun berharap itu bisa menginspirasi orang-orang lainnya yang ingin berkarier di dunia musik. 

"Kalau kamu mau sukses, kamu harus punya passion. Kamu harus bekerja keras untuk impianmu. Awalnya, aku menghabiskan 60-70 jam untuk bikin musik yang tidak didengarkan siapapun. Namun, aku benar-benar suka melakukan itu, dan tak peduli kata orang, aku terus bikin musik karena tak ada hal lain yang ingin kulakukan selain menjadi musisi," kata Elephante. 

Image source: https://www.instagram.com/p/CdoEq9aJLsC/?hl=en 

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Hip Hop #Elephante #Dopamine #edm #88rising #hitc

Article Category : Super Buzz

Article Date : 19/10/2022

Supermusic
Admin Music
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

2 Comments

Comment
Agung Sutrisno

Agung Sutrisno

07/03/2025 at 20:08 PM

Elephante ternyata sempat menjadi pekerja kantoran,
Muhamad Saifudin

Muhamad Saifudin

09/05/2025 at 19:42 PM

Nice news!
Other Related Article
image article
Super Buzz

The Dare Lepas Single Terbaru yang Berjudul Strangestreetfellows

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Tampil di Jepang, Isyana Sarasvati Akan Kolaborasi Bareng Mantan Gitaris Megadeth

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Milledenials Luncurkan Musik Video untuk Single Precious Me dan Feel Any Pain

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Break Out Day Fest Cirebon Berlangsung Super Seru!

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive