Sudah wajib hukumnya untuk menyaksikan penampilan NIKI, Rich Brian, dan Joji di Head In The Clouds 2022 nantinya. Tapi, ada satu DJ keren yang tak boleh dilewatkan juga di festivalnya 88rising tersebut. Namanya adalah Elephante.
Elephante ini layak banget buat ditunggu karena lagu-lagu ciptaannya memang unik. Salah satunya adalah Dopamine, lagu EDM yang energetik dan kaya akan elemen vokal. Elephante pernah bilang bahwa Dopamine itu bicara soal semangat dan ya ketika didengarkan, lagu itu benar-benar bikin kita langsung bangun dari kasur untuk melakukan sesuatu, entah itu kerja atau olahraga.
Soal musiknya, Elephante juga mengaku bahwa ia mencoba untuk mencampur beberapa genre ke dalam lagu yang digubah. Soalnya, ia ingin musiknya lebih dari sekadar elektrik saja, tetapi juga melodik.
Wajar saja, Elephante memang mengambil inspirasi tak hanya dari musisi EDM saja, tetapi juga dari genre yang lebih luas seperti musik klasik dan blues.
“Aku dulu memainkan instrumen seperti piano atau gitar. Dulu, ibuku pernah bilang kalau aku lagi menangis, yang membuatku tenang adalah lagu-lagu di film “Fantasia” (film musikal, red.). Jadi, ya, inspirasi awalku adalah musik klasik, blues, bahkan hingga rock indie. Aku juga suka mendengarkan musik-musik Jimmie Hendrix dan Eric Clapton,” ucap Elephante saat diwawancarai Billboard.
Unik, ya? Sabar dulu, yang unik dari Elephante tak cuma musiknya saja. Kehidupan personalnya rupanya juga menarik dan inspiratif, lho!
Lahir pada 10 November 1989, nama asli Elephante adalah Tim Wu. Orang tua Elephante merupakan imigran dari Taiwan yang hijrah ke Amerika Serikat untuk kehidupan yang lebih baik.
Sebagai anak dari keluarga Asia, Elephante kecil pastinya diharapkan untuk memiliki profesi yang "lempeng" nantinya, seperti dokter atau akuntan. Tapi, Elephante rupanya sudah memendam hasrat ingin jadi musisi sejak kecil setelah diikutkan les piano oleh ibunya.
Lucunya, ketika diwawancarai Nextshark, Elephante mengaku bahwa awalnya ia benci untuk menjalani les piano itu. Namun, seiring waktu, ia ketagihan sampai akhirnya bercita-cita untuk menjadi musisi di kemudian hari.
"Ibuku menyuruhku untuk les piano. Aku benar-benar benci melakukan itu awalnya, tapi aku sadar itu menyenangkan banget. Les piano itulah yang benar-benar bikin aku tergerak dan terinspirasi jadi musisi," ucapnya.
Perjalanan Elephante menjadi DJ ternama sampai saat ini dimulai dari les piano itu, tapi, itu hanyalah awal dari perjalanan yang begitu panjang. Ya, Elephante sempat melakukan beberapa hal dulu sebelum akhirnya menjadi musisi.
Yang pertama adalah kuliah di Harvard. Ya, benar, salah satu universitas tertua dan terbaik di dunia itu. Elephante kuliah di jurusan Ekonomi, tapi yang ada di kepalanya hanya dan selalu musik.
"Banyak hal yang aku lakukan di kampus, tapi tak ada program musik di sana. Jadi, aku bikin musik sendiri di studio kampus. Waktu luangku habis di sana karena memang yang mau aku lakukan hanya membuat musikku sendiri," ucap Elephante kepada Nextsharks.
Lulus kuliah, Elephante ternyata sempat menjadi pekerja kantoran, lho. Tapi, tentunya, di waktu senggangnya ia terus memproduksi musik. Elephante mencoba untuk me-remix lagu dari musisi-musisi ternama seperti Calvin Harris dan Lorde.
Hingga sampai akhirnya, Elephante memutuskan untuk serius di musik. Ia memutuskan untuk meninggalkan Tim Wu, seorang pekerja kantoran, menjadi Elephante, nama panggung yang terinspirasi dari frase "Elephant in The Room". Frase ini, menurut Elephante, menggambarkan dirinya yang terjebak dalam rasa tidak bahagia ketika menjalani kehidupan sebagai pekerja kantoran.
Pada akhirnya, kerja keras dan determinasi Elephante berbuah hasil. Di 2016, lagunya yang berjudul Age of Innocence viral dan membuat nama Elephante melambung. Di 2021 lalu, Elephante akhirnya bergabung dengan 88rising dan mengeluarkan album keduanya, Heavy Glow.
Kini, Elephante sudah punya karier yang melejit sebagai musisi. Namun, dia percaya bahwa itu bisa terjadi karena usahanya, dan ia pun berharap itu bisa menginspirasi orang-orang lainnya yang ingin berkarier di dunia musik.
"Kalau kamu mau sukses, kamu harus punya passion. Kamu harus bekerja keras untuk impianmu. Awalnya, aku menghabiskan 60-70 jam untuk bikin musik yang tidak didengarkan siapapun. Namun, aku benar-benar suka melakukan itu, dan tak peduli kata orang, aku terus bikin musik karena tak ada hal lain yang ingin kulakukan selain menjadi musisi," kata Elephante.
Image source: https://www.instagram.com/p/CdoEq9aJLsC/?hl=en
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 19/10/2022
2 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Agung Sutrisno
07/03/2025 at 20:08 PM
Muhamad Saifudin
09/05/2025 at 19:42 PM