Mungkin bagi beberapa orang, menjalankan bisnis label rekaman secara independen kerap kali dianggap sebagai model bisnis yang kurang bisa bersaing dengan major label. Namun anggapan tersebut mampu dipatahkan dengan Jagjaguwar yang dibangun oleh Darius Van Arman di tahun 1996. Kini Jagjaguwar merupakan salah satu label rekaman independen yang memiliki reputasi internasional berkat ragam rilisan yang populer.
Selain itu, Jagjaguwar yang dibentuk oleh Darius Van Arman juga memiliki kantor representatif berbagai belahan dunia, seperti ew York, Los Angeles, Chicago, Austin, London, Paris, Amsterdam, dan Berlin. Namun bagaimana awal dari perkembangan karier Darius Van Arman dalam membuat nama Jagjaguwar bisa terdengar di hampir seluruh dunia?
Hubungan pertemanan jadi salah satu faktor yang membuat Jagjaguwar bisa berdiri. Kala itu seorang teman dari Darius Van Arman membutuhkan kehadiran sebuah label rekaman untuk band miliknya yang bernama The Curious Digit untuk merilis karya perdana dari band tersebut. Darius Van Arman yang saat itu bekerja sebagai seorang music director untuk radio setempat, merasa bahwa dirinya mampu untuk menyanggupi apa yang sedang dibutuhkan oleh temannya. Dalam pengalaman kerjanya, Darius Van Arman mengetahui bahwa tanpa adanya label rekaman saat itu, tidak semua musisi dapat mempromosikan karyanya melalui jalur media, seperti radio.
Akhirnya secara resmi Darius Van Arman menelurkan rilisan perdana untuk The Curious Digit berjudul Bombay Aloo di bawah nama Jagjaguwar. Nama Jagjaguwar yang dipilih oleh Darius Van Arman untuk label rekamannya tersebut diambil dari salah satu tokoh permainan di dalam Dungeons & Dragons. Di skena musik independen, berkat berhasil menjadi payung yang merilis karya The Curious Digit, nama Jagjaguwar mulai terdengar di telinga beberapa band. Salah satunya adalah Drunk.
Melalui salah satu anggotanya, Rick Alverson, Drunk memutuskan untuk menghubungi Darius Van Arman dan menanyakan apakah masih ada satu ruang untuk band miliknya bergabung. Darius Van Arman menyambut positif tentang minat musisi terhadap Jagjaguwar dan akhirnya membantu Drunk untuk mendapatkan kesempatan manggung di Tokyo Rose untuk melihat penampilan mereka dan langsung sepakat untuk bekerja sama.
Darius Van Arman tidak hanya mencoba untuk melebarkan sayap Jagjaguwar di kalangan musisi saja. Di tahun 1999, pendiri Jagjaguwar tersebut akhirnya menjalin hubungan pertemanan dengan Chris Swanson yang merupakan pemilik dari label Secretly Canadian. Dari hubungan pertemanan tersebut akhirnya berkembang menjadi hubungan bisnis antara label rekaman. Hubungan bisnis tersebut mengharuskan Jagjaguwar untuk merelokasi domisilinya ke kota Bloomington untuk memudahkan urusan bisnis yang dilakukan bersama Secretly Canadian.
Proyek kerja sama Jagjaguwar dan Secretly Canadian pun dimulai saat Darius Van Arman memutuskan untuk menghubungi Oneida. Dalam proposal kerja samanya, Darius Van Arman menginginkan Jagjaguwar dan Secretly Canadian bekerja sama untuk merilis sebuah album split. Darius Van Arman mengutus Oneida sebagai musisi yang berada di bawah naungan Jagjaguwar dan Songs: Ohia dipilih untuk menjalankan proyek ini untuk Secretly Canadian.
Hubungan bisnis yang dilakukan Jagjaguwar dan Secretly Canadian juga bersifat layaknya konsultan. Darius Van Arman kerap kali membutuhkan masukan dari Secretly Canadian sebelum akhirnya melakukan kerja sama dengan musisi lainnya. Salah satunya adalah Okkervil River. Sebelum Jagjaguwar merilis empat album Okkervil River yang berjudul Don't Fall in Love with Everyone You See (2002), Down the River of Golden Dreams (2003), Sleep and Wake-Up Songs (2004), dan Black Sheep Boy (2005) secara konsisten, Darius Van Arman lebih dulu mengirim demo kepada Secretly Canadian dengan harapan bahwa Okkervil River bisa jadi salah satu musisi yang sesuai untuk mengibarkan bendera Jagjaguwar.
Berkat album yang rilis di bawah Jagjaguwar, Okkervil River pun berhasil mendapatkan popularitas yang cukup signifikan. Hal tersebut akhirnya membuat daya tarik Jagjaguwar sebagai label rekaman meningkat. Selanjutnya, Jagjaguwar mulai mengundang musisi-musisi, seperti Black Mountain, Wilderness, The Besnard Lakes, dan Sunset Rubdown ke dalam roster mereka. Satu nama yang menjadi titik balik dari kesuksesan Jagjaguwar adalah kedatangan Bon Iver.
Di tahun 2007, Jagjaguwar memutuskan untuk bekerja sama dengan Bon Iver setelah memerhatikan antusiasme yang besar di ranah akar rumput musik folk Amerika berkat album perdana mereka yang dirilis secara independen, For Emma, Forever Ago. Akhirnya di tahun 2008, Jagjaguwar memutuskan untuk merilis ulang album tersebut dengan harapan mampu memberikan jangkauan pendengar yang lebih luas. Ekspektasi yang dibangun oleh Jagjaguwar tersebut terbayarkan, berkat hasil penjualan album Bon Iver yang fantastis di minggu pertamanya.
Merasa sama-sama diuntungkan, Bon Iver melanjutkan kerja sama mereka hingga akhirnya merilis album kedua di bawah Jagjaguwar pada tahun 2012. Album kedua Bon Iver tersebut bahkan melampaui pencapaian dari album perdananya. Album kedua Bon Iver yang dirilis Jagjaguwar tersebut berhasil mendapatkan penghargaan di ajang Grammy Awards. Pencapaian tersebut tidak hanya menghadirkan kesuksesan kepada sang musisi, tapi juga bagi reputasi Jagjaguwar di kancah industri musik internasional hingga saat ini
Image courtesy of Jai Lennard/RollingStone
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 11/08/2021
3 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Tiurnatalia Manalu
23/02/2025 at 19:42 PM
AGUSTIN DWI CHRISTANTI
27/04/2025 at 21:22 PM
LUKMAN RAMADHAN
05/03/2026 at 23:26 PM