Pandemi menghadirkan perubahan signifikan dalam dunia penampilan musik memang sudah kita rasakan selama dua bulan penuh; festival musik, konser, gigs, dan berbagai hal lainnya, semua itu harus dibatalkan atau ditunda karena larangan keramaian. Melihat perkembangan pandemi dan penanganannya, nampaknya larangan tersebut masih akan berlangsung lama--cukup lama, bahkan, hingga akan ada new normal, atau standar baru yang muncul dalam aspek penampilan musik.
HImbauan social distancing masih akan terus dilakukan, setidaknya hingga vaksin melawan virus telah ditemukan dan disebarluaskan. Dalam bahasan itu, beberapa sumber menyatakan prosesnya akan memakan waktu yang panjang. Jika pada kenyataannya itulah yang akan terjadi, maka tentu kita membutuhkan skema dan konsep alternatif dalam dunia penampilan musik, yang akan menjadi standar baru seiring dunia yang terkekang virus ini mencoba menemukan vaksinnya.
Beberapa bulan terakhir, kita sudah melihat perubahan pengalaman musik live yang unik, yang lahir dari mewabahnya pandemi ini. Pembatasan keramaian mendorong aktor-aktor dunia musik untuk menyiasati fenomena tersebut, sehingga sekarang kerap digelar konser virtual; baik itu melalui format video, ataupun dalam dunia online gaming.
Sekarang, hadir lagi satu bentuk alternatif baru yang bisa saja menjadi the new normal, adalah drive-in concert. Penampilan musik yang berwujud layaknya sinema drive-in era 80-an ini digagas oleh musisi Mads Langer di Denmark, yang berkolaborasi dengan pihak venue dalam penggarapannya.
Moda penampilannya simpel, pengunjung hadir dengan mobilnya masing-masing, lalu parkir menghadap ke panggung di area yang sudah ditentukan. Tatanannya dibuat berbaris dan diberi jarak aman sehingga pengunjung bisa keluar masuk mobil dengan risiko kecil. Musisi akan tampil secara live di atas panggung, dan audio dari penampilan itu disiarkan melalui gelombang radio, sehingga para pengunjung dapat mendengarkannya secara aman dan nyaman dari dalam mobil masing-masing.
Metode ini juga sudah digunakan di Jerman untuk menampilkan sajian musik yang berbeda. Outdoor party dengan DJ di atas panggung, disulap menjadi parkiran mobil yang riuh suara dengan klakson sebagai subtitusi tepuk tangan dan teriakan ketika musik sedang intens. Drive-in concert disinyalir tengah menjalar lintas benua Eropa, dan mungkin saja, akan dapat digelar di Indonesia setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilonggarkan. Kabarnya sudah ada promotor musik tanah air yang tertarik menggarap acara serupa.
Mungkin banyak dari kita yang merindukan sajian musik live sebagaimana wajarnya: Berdesak-desakan di antara banyak tubuh lainnya, bernyanyi bersama, moshing, hingga crowdsurfing. Namun pada realitanya, situasi Indonesia sekarang membawa ancaman penyebaran virus jika penampilan musik live tetap digelar. Kelak PSBB dilonggarkan, mungkin metode-metode alternatif seperti drive-in concert ini dapat menjadi hiburan yang masuk akal untuk dijalankan di Indonesia--menjadi obat pelipur lara untuk pengalaman menikmati musik secara langsung yang sudah lama kita rindukan.
Situasi sekarang menghadirkan pemberhentian total bagi konser, festival, gigs dan lain sebagainya. Meski dihentikan untuk memutus rantai penyebaran virus, banyak dari kita yang kehidupannya bergantung penuh dengan gelaran-gelaran tersebut, seperti para crew musisi dan tim produksi, misalnya. Alternatif baru dalam penampilan musik bisa menjadi siasat yang bermanfaat untuk mereka, mengingat sekarang ini, banyak aktor dunia musik yang pendapatannya terpotong besar akibat pandemi.
Untuk sementara, yang terbaik untuk kita lakukan adalah untuk tetap melakukan karantina diri di kediaman masing-masing, menjaga jarak sosial dan fisik, ikutan himbauan pemerintah, dan jangan panik. Stay safe, stay home!
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 13/05/2020
44 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Smard man
20/01/2025 at 09:15 AM
WARNO WARNO
13/02/2025 at 10:43 AM
SRI YAYA ASTUTI
17/02/2025 at 15:50 PM
Tiurnatalia Manalu
17/02/2025 at 16:46 PM
Garindratama Harashta
18/02/2025 at 10:28 AM
Aw J
18/02/2025 at 14:22 PM
Fais Arifin
18/02/2025 at 14:45 PM
Rusdin
18/02/2025 at 15:05 PM
Mursalim m
18/02/2025 at 15:13 PM
AKHMAT KHUDDORI
18/02/2025 at 17:26 PM
Naz rul
19/02/2025 at 13:34 PM
Yanti A
19/02/2025 at 13:51 PM
Siti
24/02/2025 at 14:27 PM
Arman
11/04/2025 at 22:16 PM
Budi Nurcahyo
29/04/2025 at 08:46 AM
Brawijaya Hutabarat
05/05/2025 at 21:13 PM
nurhayat nurhayat
12/05/2025 at 06:01 AM
Zahra Zahra
12/05/2025 at 06:01 AM
promotorrai promotorrai
12/05/2025 at 06:01 AM
susiaatuti516 susiaatuti516
12/05/2025 at 06:01 AM
agustrisandi2134 agustrisandi2134
12/05/2025 at 06:12 AM
landadaratu Wulandari
12/05/2025 at 06:12 AM
ayurahani ayurahani
12/05/2025 at 06:12 AM
rajadongen rajadongen
12/05/2025 at 06:12 AM
dedek.marketing dedek.marketing
12/05/2025 at 06:49 AM
dewanagung dewanagung
12/05/2025 at 06:49 AM
Suratmi Suratmi
12/05/2025 at 06:49 AM
datukmarin datukmarin
12/05/2025 at 06:49 AM
rismad rismad
12/05/2025 at 07:01 AM
pipin187 pipin187
12/05/2025 at 07:01 AM
Imam Muslim
12/05/2025 at 07:01 AM
dikagarinil dikagarinil
12/05/2025 at 07:01 AM
myiphone507 myiphone507
12/05/2025 at 07:25 AM
lalaulalau lalaulalau
12/05/2025 at 07:25 AM
fariznaufalalej fariznaufalalej
12/05/2025 at 07:25 AM
deliagempita deliagempita
12/05/2025 at 07:25 AM
Sofi .
15/08/2025 at 12:35 PM
Leli Mustika Krisliani
27/08/2025 at 08:54 AM
Agus Sungkawa
06/09/2025 at 17:44 PM
GRACE JELIA PUTRI TADETE
02/12/2025 at 12:41 PM
Yogi Putra Pratama
22/01/2026 at 07:53 AM
Nadine Syawalsa Primbisky Nanadd
13/02/2026 at 12:29 PM
Cands
14/02/2026 at 21:53 PM
elin
27/02/2026 at 07:50 AM