Grup musik folk-pop Daun Jatuh menghadirkan karya musik terbaru berjudul Malang yang dirilis pada 4 Februari 2022. Lagu ini menjadi single ketiga bersama Warner Music Indonesia semenjak mereka bergabung pada tahun 2021 lalu. Lagu Malang ini bercerita tentang perasaan seseorang yang tengah menanggung rindu atas hubungan yang pernah dijalani. Hubungan yang terpaksa berakhir tanpa alasan yang jelas.
Verrel, selaku vokalis Daun Jatuh dan penulis lagu Malang, Ia mendapat inspirasi penulisan lagu ini dari puisi yang ditulis. Verrel mengatakan, “Yang lebih menyakitkan lagi mereka berdua sama-sama tidak tahu alasan apa yang membuat mereka tidak dapat menjalin hubungannya lebih lanjut lagi. Hanya takdir yang belum tepat saja.”
“Jadi, memang saya waktu itu sedang menulis puisi karena merasakan kerinduan yang dalam ke kota tempat saya berkuliah,” kata Varrel yang sedang melanjutkan perkuliahan di kota Malang, Jawa Timur.
Proses penggarapan lagu Malang melibatkan Ibnu Dian dari Matter Halo sebagai produser musik. Sementara video musiknya digarap oleh film director asal Malang, Prialangga dan mengambil lokasi syuting di Kota Apel.
“Harapan kami di lagu ini, semoga lagu ini bisa mewakilkan rasa rindu seseorang dan semoga lagu ini menjadi langkah awal yang baik untuk kami di tahun ini,” tutup Mufti.
Lirik lagu Malang
Rinduku tak pernah usai untukmu
Dulu saat masih bersama
Sebentar jauh darimu ku sudah rindu
Sebentar jauh darimu ku sudah rindu
Siapakah yang harus ku salahkan
Dengan semua terjadinya ini
Bukan salahku dan bukan salahmu juga
Hanya takdir yang belum tepat
Kemarin kita sempat bertemu
Namun tak seperti dahulu
Sebentar jauh darimu ku sudah rindu
Sebentar jauh darimu ku sudah rindu
Siapakah yang harus ku salahkan
Dengan semua terjadinya ini
Bukan salahku dan bukan salahmu juga
Hanya takdir yang belum tepat
Siapakah yang harus ku salahkan
Dengan semua terjadinya ini
Bukan salahku dan bukan salahmu juga
Hanya takdir yang belum tepat
Sebelum merilis single Malang, Daun Jatuh kembali dengan single Tak Selaras yang rilis pada November 2021 lalu. Single ini diciptakan berdasarkan cerita pribadi salah satu personil daun Jatuh. Cerita dalam single ini mungkin juga memiliki kesamaan dengan kisah para pendengarnya. Daun Jatuh membuat lagu ini untuk mempertanyakan sebuah hubungan yang sedang goyah. Berada di pilihan untuk melanjutkan atau mengakhiri. “Sekarang ku serahkan padamu. Tentang semua ini. Tetap bersama atau akhiri. Perjalanan ini.”
Single Tak Selaras diciptakan oleh para personil Daun Jatuh. Lagu ini diproduseri oleh Ibnu Dian (Matter Halo), yang banyak bertanggung jawab dalam produksi single-single artis/grup indie besar seperti Nadin Amizah, Dere, Hindia. Lagu ini juga hadir dalam format Atmos yang memberikan pengalaman audio tak tergantikan, dengan keindahan mixing dan mastering canggih.
William bassist Daun Jatuh mengatakan lagu Tak Selaras merupakan gambaran sudut pandang seorang yang pernah merasa berjuang tetapi tidak mendapatkan apa yang diinginkannya.
“Di dalam lagu ini ia masih mengharapkan semua yang dulu yang diinginkannya terwujud, dengan memberikan pilihan kepada pasangannya untuk tetap bersama atau akhiri semua yang sudah dibangun,” ujarnya.
Konsep lagu ini menunjukkan kekhasan band asal Tangerang ini yang menyajikan musik minimalis. Mereka tampil dengan rhythm yang pelan dan fokus pada mood yang diciptakan lagunya. Verrel mengungkapkan: “Semoga lagu ini bisa menjadi perantara untuk orang-orang yang merasakan ketidakselarasan dalam hubungannya namun tidak berani mengungkapkan kepada pasangannya.”
Tak Selaras merupakan single kedua yang dikeluarkan Daun Jatuh bersama dengan label rekaman Warner Music Indonesia. Sebelumnya mereka telah merilis ‘Momen’ yang mendapatkan respon baik dari para penggemarnya yang dikenal dengan sebutan Hamparan Hijau. Official music video ‘Momen’ di Youtube sudah mendapatkan views sebanyak 785 ribu.
Selain itu, single lain Daun Jatuh ‘Resah Jadi Luka’ yang sempat viral di Tiktok saat ini berada di peringkat 102 di Spotify Top 200 Weekly.
Daun Jatuh beranggota Verrel Alvirizky (vokal), Timothy Gunung Tua (gitar), Jessen Nathanael (drum), William (bass), Mufti Ahmad Fadilah (gitar), dan Azriel Ismail (keyboard). Mereka semua bertemu saat masih duduk di Sekolah Menengah Atas (SMA). Daun Jatuh pun dibentuk pada Juli 2018 lalu.
Awalnya, Daun Jatuh adalah band yang manggung di sekolah dan acara kecil-kecilan. Tetapi masih menyanyikan lagu orang lain. Filosofi nama “Daun Jatuh” berasal dari cerita setiap anggota grup ini bertemu dari grup-grup mereka sebelumnya yang sudah bubar. Mereka kemudian tumbuh lagi dari awal—layaknya daun-daun yang berjatuhan, terhubung, kemudian tumbuh kembali.
Daun Jatuh dikenal lewat musik yang ramah telinga, dipadukan dengan lirik kuat serta suasana yang fokus pada mood lagunya. Karya-karya mereka membawa pendengar untuk merasakan perasaan puitis ketika menikmatinya. Konsep minimalis ini kemudian menjadi khas bagi Daun Jatuh.
Band ini menjadi terkenal melalui lagu kedua mereka yang berjudul Resah Jadi Luka. Lagu ini kemudian muncul dalam tangga lagu Indonesia Viral 50 Spotify pada November 2020 lalu. Lagu tersebut juga menjadi lagu yang sering digunakan di TikTok. Mereka juga telah mencetak beberapa single lain seperti Antara Pagi & Kau (2018), Bersua (2020), Kita Sama (2020), Momen (2021), Tak Selaras (2021), dan yang terbaru Malang.
Image source: Pop Hari Ini
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 24/02/2022
5 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Ricko Pratama Putra
20/12/2024 at 15:54 PM
Muhamad Saifudin
27/11/2025 at 19:40 PM
EMIR MUHAMMAD
10/01/2026 at 13:55 PM
RENI HENDRAYANI
10/01/2026 at 16:00 PM
Muhammad Rafli Maulana
07/03/2026 at 16:07 PM