Dalam beberapa bulan terakhir, festival-festival besar di seluruh dunia mulai mengumumkan pembatalan tanggal penyelenggaraannya terkait pandemi. Ada yang mengubah jadwal pelaksanaan, juga ada pula yang dengan berat hati harus menggagalkannya.
Coachella misalnya, festival dengan sederet nama mentereng yang ditunjuk sebagai pengisi acaranya ini, semula dijadwalkan akan digelar pada 10-12 dan 17-19 April, harus diundur hingga 9-11 dan 16-18 Oktober 2020 mendatang.
Namun, dengan penggeseran tanggal tersebut, Coachella tidak serta sudah resmi akan digelar pada kuartal keempat tahun 2020. Keputusan selanjutnya tetap akan menunggu kondisi negara Amerika Serikat kembali kondusif selepas wabah virus COVID-19.
Zeke Emanual, seorang onkologi dari Center For American Progress, menyampaikan bahwa pertemuan-pertemuan yang melibatkan banyak orang kemungkinan tidak dapat diselenggarakan dalam waktu dekat, minimal hingga tahun 2021.
"Keadaan ekonomi harus dikembalikan lagi secara bertahap, dan memang harus dimulai dengan pembatasan jarak secara fisik di beberapa tempat bekerja, agar menekan resiko menjadi lebih rendah angka berkumpulnya orang-orang.
Beberapa konstruksi tertentu, seperti pabrik atau kantor, tempat di mana anda bisa menjaga jarak aman sejauh enak kaki, akan lebih masuk akan untuk dimulai kembali setelah ini semua berakhir. Sedangkan pertemuan yang lebih besar, seperti konferensi, konser musik dan acara olahraga, saat banyak pihak menyatakan bahwa mereka telah menjadwalkan ulang untuk bulan Oktober 2020, saya tidak yakin dengan mereka itu adalah kemungkinan yang masuk akal.
Saya pikir, hal-hal seperti itu akan menjadi yang terakhir untuk dikembalikan. Secara realistis, kami menganggap semua baru bisa dilaksanakan kembali, paling cepat pada musim gugur tahun depan,” terangnya panjang lebar.
Dengan situasi yang terus berkembang saat ini, para pemimpin dunia dan pakar kesehatan mengatakan masyarakat sulit untuk kembali beraktifitas secara normal, minimal sampai vaksin yang sedang dikembangkan, dapat digunakan. Hal ini diperkirakan mampu memakan waktu yang tidak sebentar.

Karena pada umumnya, sebuah vaksin baru akan siap digunakan setelah memasuki masa uji coba selama 12 hingga 18 bulan lamanya. Ambil contoh, penelitian untuk menemukan vaksi penangkal virus COVID-19 dimulai di awal tahun 2020, sesuai dengan prediksi Emanuel, kemungkinan besar semuanya baru akan kembali normal di tahun 2021, termasuk gelaran konser musik dan festival-festival besar di seluruh dunia.
Di Indonesia sendiri, sejauh ini beberapa gelaran besar sudah resmi dibatalkan dan ditunda hingga ke tahun 2021. Seperti festival Hammersonic dan Head in the Clouds, dan beberapa konser tunggal dari para penyanyi internasional seperti Kim Jae Joong, AB6IX, Khalid, hingga Babymetal.
Pemberlakuan aturan physical distancing atau menjaga jarak fisik, adalah salah satu cara yang harus ditempuh oleh hampir seluruh masyarakat dunia demi menekan angka penularan virus yang dikenal cepat mampu berpindah dari satu tubuh ke tubuh lainnya.
Dengan adanya peraturan tersebut, maka akan sangat sulit bagi para promotor dan event organizer untuk tetap menggelar acaranya, terlebih soal izin keramaian yang mesti mereka kantongi jauh-jauh hari sebelum pementasan. Untuk itu Superfriends, mari kita berdoa agar pandemi ini segera mereda dan jangan lupa tetap lakukan pencegahan dengan mematuhi himbauan dari pemerintah.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 15/04/2020
9 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Aw J
15/02/2025 at 12:12 PM
promotorrai promotorrai
18/08/2025 at 18:45 PM
Zahra Zahra
18/08/2025 at 18:45 PM
nurhayat nurhayat
18/08/2025 at 18:45 PM
rajadongen rajadongen
18/08/2025 at 18:45 PM
ayurahani ayurahani
18/08/2025 at 18:55 PM
myiphone507 myiphone507
18/08/2025 at 18:55 PM
landadaratu Wulandari
18/08/2025 at 18:55 PM
Muhammad Jodi Indra
27/10/2025 at 16:13 PM